
Setelah momen yang mengharukan itu terjadi Syifa yang sudah di bolehkan pulang bersiap siap untuk pulang ke rumah. Syifa pulang bersama Mama dan Papanya tidak ketinggalan juga Rendy ikut bergabung satu mobil bersama mereka sedangkan Mama dan Papanya Rendy menggunakan mobilnya sendiri jangan tanya dengan apa Rendy pergi ke rumah sakit karena dia pergi menggunakan motornya dan meninggalkannya di rumah sakit.
''Emang gak pa pa kalau motor kamu tinggal di rumah sakit begitu?.'' Tanya Syifa dengan suara yang hampir tidak bisa terdengar saat di dalam mobil agar tidak terdengar oleh orang tuanya.
''Gak bakal kenapa kenapa kamu tenang aja oke.'' Jawab Rendy meyakinkan Syifa.
''Kenapa gak pakai motor aja kamu kan bisa menyusul juga gak perlu iku gabung sama aku, yang ada malah repot harus balik lagi nanti.'' Ujar Syifa.
''Karena aku mau lihat dan di samping kamu terus dan memastikan kalau kamu baik baik saja,, kalau aku ajak kamu naik motor pasti gak mau dan gak boleh juga kan jadi ini solusinya,'' Jawab Rendy dengan santainya
''Susah ya ngomong sama orang keras kepala seperti kamu.'' Ujar Syifa menyerah menasehati Rendy.
Syifa langsung diam karena percuma saja berbicara dengan Rendy yang sudah kekeh dengan pendiriannya itu. Sedangkan Rendy hanya tersenyum.
''Rendy kamu kesini naik apa?.'' Tanya Mama Sarah
''Naik motor tapi motornya di tinggal di rumah sakit Ma.'' Bukan Rendy yang menjawab melainkan Syifa yang menjawab.
'' Loh, kenapa kamu tinggal Ren.'' Tanya Papa Surya
''Sengaja om biar bisa bareng Syifa, dan memastikan Syifa baik baik saja sampai rumah'' Jawab Rendy dengan tidak malunya.
''Rendy Rendy kamu ini ada ada saja, kan Syifa bareng Om gak sendirian, kamu ini .'' Tutur Papa Surya
__ADS_1
''Emang gak pa pa kamu tinggal seperti itu? kamu harus balik ke sana lagi dong ngambil motornya, ribet yang ada .'' Ujar Mama Sarah
''Gak pa pa tante aman kok cuma tinggal balik ke sana aja nanti.'' Jawaban yang sangat santai tapi masih sopan.
''Terserah kamu aja Ren, susah ya kalau sudah bucin seperti ini. Tapi om senang itu artinya kamu benar benar mencintai anak om, apa om putar balik aja supaya kamu bisa ambil motor kamu?.'' Ujar Papa Surya.
''Gak usah Om, kasian Syifa malah tambah lama sampai rumahnya, dia kan masih perlu banyak istirahat jadi Om lanjut aja, gak pa pa kok, beneran!!.'' Ucap Remdy
''Tolong jaga Syifa ya Rendy selama ini Om belum bisa jaga Syifa dengan baik tapi Om juga gak rela kalau ada yang menyakiti hati Syifa seperti yang Om lakukan selama ini.'' Tutur Papa Surya lagi.
''Pa.'' Tegur Syifa tidak suka mendengar ucapan Papanya.
''Om tenang saja, Rendy akan menjaga Syifa dengan sepenuh hati Rendy tapi Rendy gak bisa janji satu hal.'' Ucap Rendy melihat ke arah Syifa dan orang tuanya.
'' Mengenai apa?.'' Sekarang Mamanya Syifa yang menanyakan kepada Rendy.
''Om bisa memahami kamu Ren, dan mengerti maksud perkataan kamu barusan karena Om juga pernah mengalaminya sendiri ketika dalam rumah tangga, tapi kamu jangan pernah bermain tangan sama Syifa kalau kamu bermain tangan Om sendiri yang akan mengambil paksa Syifa dari kamu.'' Ujar Papa Surya.
'' Mengenai hal itu Rendy janji.'' Ucap Rendy sepenuh hati.
''Baguslah kalau kamu bisa berjanji akan hal itu. Om pegang janji kamu.'' Ujar Papa Surya.
''Iya Om.'' Jawab Rendy tegas dan lugas.
__ADS_1
Syifa dan Mamanya hanya mendengarkan apa yang sedang kedua laki laki itu berbicara. Syifa terharu dengan perkataan Papanya yang meminta Rendy agar tidak menyakitinya.
'' Terima kasih ya Pa, Ma sudah menjaga Syifa selama ini.'' Ucap Syifa.
''Kamu gak perlu berterima kasih sayang sudah menjadi kewajiban kami yang ada kami yang harus meminta maaf karen kami gagal menjalani kewajiban kami itu selama ini dan menelantarkan kamu.'' Ujar Mama Sarah.
''Kenapa berbicara seperti itu? Mama gak menelantarkan Syifa kok kalau Mama sama Papa menelantarkan Syifa, Syifa gak punya rumah, kendaraan, baju yang bagus seperti ini.'' Jawab Syifa.
''Tapi kami gak pernah memberimu kasih sayang sepenuhnya kami terlalu sibuk dengan kerjaan sampai tidak terlalu memperhatikan kamu, sayang.'' Tutur Mama Sarah.
''Syifa ngerti kok Ma, Mama sama Papa kerja juga buat Syifa.'' Jawab Syifa dewasa.
''Terima kasih ya sayang kamu udah mau mengerti kami.'' Ujar Mama Sarah.
''Udah gak usah bahas masa lalu lagi sekarang kan udah ada Rendy yang akan menjadi suami Syifa mendingan kita bahas kapan akadnya saja.'' Ujar Rendy mencoba mengembalikan suasana menjadi hangat kembali tidak berlarut larut dalam kesedihan.
''Kamu bicara apa sih?.'' Ucap Syifa malu dengan perkataan Rendy.
''Belum juga tunangan udah mau akad aja kamu Ren, udah gak sabar ya.'' Canda Papanya Syifa.
''Bukan masalah sabar atau enggaknya Om, tapi Syifa banyak yang incar jadi Rendy harus gerak cepat sebelum keduluan sama yang lainnya.'' Jawab Rendy gamblang.
''Ternyata anak Mama ini banyak yang suka juga ya padahal cueknya minta ampun.'' Tutur Mama Sarah.
__ADS_1
''Iya Ma, lihat aja Rendy sampai takut seperti itu.'' Jawab Papa Surya
''Udah dong Ma, Pa .'' Ujar Syifa malu