pria idaman

pria idaman
Di luar prediksi


__ADS_3

''Aku butuh sedikit bantuan kamu calon kakak ipar, bantuin aku dalam misi ini ya please," ucap Syifa meminta bantuan Tania.


"Bantuan apa?" Tanya Tania.


"Jadi, kakak pura pura marah sama Reno terus bilang mau putus gitu, sekalian kakak bisa lihat kalau apa yang aku katakan benar, kalau Reno benar benar mencintai kamu" jelas Syifa.


"Tapi apa gak kasian?" Tanya Tania.


"Ayolah Tania, ini cuma pura pura gak beneran! Aku yakin kalau Reno akan marah besar sama aku karena dia pasti berpikir kalau aku udah bicara yang tidak tidak dan udah hasut kamu " ucap Syifa.


" Yaudah boleh, tapi aku gak mau tanggung jawab kalau dia marah sama kamu!" Ucap Tania.


",Oke, tenang aja, aku yang tanggung jawab" jawab Syifa.


Syifa dan Tania menghampiri Rendy dan Reno yang lain mengobrol entah apa yang sedang mereka bicarakan!.


" Sayang kita pulang yok, ayo Tania ikut aku saja!" Ucap Syifa memulai aksinya.


"Ayo males juga pulang sama playboy kayak dia" jawab Tania beneran mengikuti permintaan Syifa.


" Maafkan aku sayang" batin Tania merasa tidak enak.


" Sayang kenapa kamu bicara seperti itu? " Tanya Rendy mencoba memegang tangan Tania tapi di tepis oleh Tania.


" Jangan pegang pegang aku, Ayo Syifa kita pulang saja" ajak Tania menarik tangan Syifa pelan meninggalkan Reno.


"Sayang, jangan gini dong!, kalau aku salah aku minta maaf, tapi jangan cuekin aku seperti ini!" kejar Reno menarik tangan Tania supaya melihat ke arahnya.


"Udah gak usah pegang pegang aku lagi, kamu cari aja cewek lain yang bisa kamu permainkan, jangan aku" tutur Tania sangat pintar berakting.


" Aku lupa menanyakan pekerjaan Tania, kenapa dia sangat pintar berakting seperti beneran saja," batin Syifa bengong dengan aktingnya Tania.


''Siapa bilang aku mempermainkan kamu sayang, aku serius sama kamu, kalau aku cuma main main kenapa juga aku mau nikahin kamu, sayang" ucap Reno mulai frustasi.

__ADS_1


"Ini pasti karena kamu kan?" Ucap Reno melihat ke arah Syifa.


" Aku cuma gak mau wanita sebaik Tania jatuh ke orang yang salah" jawab Syifa menahan tawa kerena omongannya tepat sasaran.


"Maksud kamu apa Syifa?, aku dulu memang brengsek aku akui itu, tapi kamu tidak punya hak untuk ikut campur urusan ku, kamu bukan siapa siapa aku" ucap Reno meninggikan suaranya tidak peduli orang orang sekitar melihat ke arah mereka.


" Kalau ngomong sama perempuan gak usah pakai nada tinggi, biasa saja, lagian yang salah lo kenapa nyalahin Syifa" ucap Rendy membela Syifa


" Jangan ikut campur urusan gue" ucap Reno.


" Jelas ini urusan gue kalau lo berani bentak Syifa seperti tadi karena gue adalah calon suaminya Syifa, ngerti!?" Balas Rendy.


" Dia tidak punyak hak untuk masuk dan ikut campur masalah gue, dan gue juga gak pernah ikut campur masalah dia" ucap Rendy


" Kenapa aku tidak punya hak, aku juga wanita yang gak mau kalau laki lakinya suka mempermainkan hati wanita lain" jawab Syifa menahan sakit di dadanya mendengar ucapan Reno.


''Kenapa kamu marah sama Syifa dia tidak salah di sini!" Ucap Tania.


"Aku tidak marah sama kamu tapi aku marah sama diriku sendiri kenapa aku bisa jatuh cinta sama pria seperti kamu" ucap Tania.


''Kalau kamu tidak marah sama aku, kenap saat aku pegang tangan kamu, kamu menepisnya?" ucap Tania.


" Aku mau kita putus" ucap Tania dengan berat hati.


"Aku gak mau dan gak akan pernah mau putus sama kamu sampai kapanpun" jawab Reno tegas.


"Aku semakin yakin kalau ini semua pasti ulah kamu, apa yang kamu katakan sebenarnya!" ucap Reno menunjuk nunjuk Syifa menahan emosinya supaya tidak meluap takutnya dia malah akan menyakiti Syifa nantinya.


" Kenapa? takut! Syifa membongkar kebohongan kamu sama Tania!" Ujar Rendy.


" Tidak ada yang aku sembunyikan dari Tania, hanya satu yang belum bisa aku ceritakan atau jangan jangan!" Ujar Reno mengingat sesuatu dan menoleh ke arah Syifa.


"Katakan kalau yang aku pikirkan salah! Syifa" ujar Reno meminta penjelasan Syifa.

__ADS_1


Syifa tidak menjawab pertanyaan Reno, dia diam tidak berani menjawab. Ini adalah pertama kalinya Syifa di bentak Reno, selama ini Reno sangat baik terhadap dirinya, dia yang selalu menjaga Syifa tapi sekarang Reno membentaknya, walaupun ini semua adalah idenya sendiri tapi Syifa tidak punya niatan untuk mencampuri urusan Reno sama sekali.


Tania melihat ke arah Syifa yang terdiam dan matanya yang menahan air mata. Tania paham dengan situasi yang sudah jauh di luar prediksi mereka. Jadi, Tania menyudahi drama mereka.


"Sayang, jangan marahin Syifa lagi kasian dia, kamu gak lihat dia hampir menangis" tutur Tania tidak kuat melanjutkan drama mereka dan menarik Syifa dalam pelukannya.


Syifa sesegukan di dalam pelukan Tania. Rendy yang melihat Syifa menangis karena Reno menjadi emosi lalu menonjok Reno cukup keras membuat Syifa dan Tania syok.


Bhhuuukkkkkk


" Sayang" teriak Tania melepaskan pelukannya dan lari ke arah Reno


"Reno" ucap Syifa berhenti menangis dan memegang tangan Rendy.


" Reno aku minta maaf!" Ujar Syifa merasa bersalah karena idenya semua jadi berantakan seperti ini.


" Kenapa kamu minta maaf dia yang sudah bikin kamu menangis" ucap Rendy.


''Aku mohon dengarkan penjelasan aku dulu!" Ucap Syifa.


"Penjelasan apa lagi?" Tanya Reno.


"Kita cari tempat duduk dulu. Setelah itu, aku akan jelaskan semuanya" ucap Syifa menenangkan Rendy. Sedangkan, Tania menenangkan Reno.


Apa yang terjadi selanjutnya?


Jangan lupa


LIKE, KOMEN, VOTE, and FAV.


KARENA ITU SANGAT BERARTI BAGI AUTHOR.


TERIMA KASIH WAKTUNYA.

__ADS_1


__ADS_2