
Belum sempat aku menjawab pengawas sudah masuk dan menyuruh kami semua pindah ke tempat masing masing
"Nanti aja aku jawabnya ya " ujarku kepada mereka dan melihat ke arah dimana Rendy yang masih duduk di tempatnya tidak menatapku sama sekali
"Sana jangan terlalu banyak pikiran pikirkan saja ujian hari ini ya " ujar Dea
"Iya lagian apa yang aku pikirkan " jawbku meninggalkan mereka duduk di bangku ku memikirkan perubahan sikap Rendy tapi aku manapiknya aku tidak mau memikirkannya saat ini
Ujian kedua aku lewati tanpa ada masalah walaupun dengan pemikiran ku terhadap sikap Rendy semuanya lancar seperti sebelumnya tapi hari ini Rendy sama sekali tidak menyapaku atau berbicara denganku sampai ujian selesai pun tidak tidak mengajakku berbicara
"Kenapa dia hari ini tidak berbicara denganku apa dia marah karena aku tidak percaya dengannya semalam dan memintanya mengatakan kalau dia mencintaiku apa aku salah ingin mendengar dari mulutnya tapi bukankah aku sudah menjelaskannya semalam " batinku
"Syifa kamu kenapa sih hari ini lesu banget " tanya Dara
"Enggak aku gak pa pa kok " jawabku mengelak apa yang terjadi denganku
"Yang benar kamu gak apa apa tapi setelah kita melihat kamu pagi ini kamu terlihat lesu apa kamu lagi sakit " tanya Dea
"Aku baik baik aja kok kalian gak usah khawatir " jawbku tersenyum yang terpaksa
"Gimana kita gak khawatir kamu ini teman kita " jawab Dara
" Kamu gak lagi sakit kan apa pulang ini kita kerumah sakit aja " ujar Fera
" Gak usah aku baik baik aja sumpah " jawbku
"Benar ya kalau ada apa apa kamu cerita sama kita siapa tau kita bisa bantu ya gak guys " kata Dea
"Iya benar kita kan sahabat " jawab Dara yang membenarkan perkataan Dea
"Aku gak apa apa dan gak ada masalah juga " jawabku untuk membuat mereka semua yakin
"Kamu pulang naik apa atau sama Rendy " tanya Dea
"Tapi aku liat barusan Rendy udah pulang duluan apa kalian ada masalah " tanya Fera
" Aku gak ada masalah kok sama Rendy kami baik baik aja kok pulang naik taksi aja " jawbku
" Bareng aku aja " jawab Dea
"Atau bareng aku juga boleh kok " jawab Fera
__ADS_1
" Sama aku juga bisa kalau kamu mau " jawab Dara
" Gak pa pa aku bisa naik taksi kok makasih ya kalian memang teman terbaikku " jawabku
"Beneran kamu gak mau kita anterin " tanya Dara
"Gak pa pa kok kalian duluan aja " ujarku
"Kalau gitu kita tunggu sampai kamu mendapatkan taksinya " ujar Fera
"Gak usah kalian duluan aja " jawabku
"Benarkan gak pa pa " tanya Dea lagi
" Enggak kalian duluan aja " jawbku
"Kalau gitu kita duluan ya " ujar Dara
"Iya " jawabku tersenyum
"Dah " ujar mereka bersamaan
"Dah " jawabku
Ini pertama kali aku menunggu angkutan umum setelah sekian lama dulu aku pernah menunggu angkutan umum seperti ini tapi ada Vino yang menemaniku dan kalau tidak ada dia yang selalu mengantarku pulang sama halnya dengan yang aku katakan pada Dea, Dara dan juga Fera aku menyuruh mereka duluan tapi Vino tetap pada pendiriannya menunggu sampai aku menemukan angkutan umumnya
Baru saja aku mengambil ponselku dari dalam tas untuk memesan taksi online atau ojek online tapi sebuah motor berhenti di depanku tadinya aku berpikir kalau itu adalah Rendy tapi aku salah bukan Rendy yang datang melainkan Vino yang ada di hadapanku sekarang
" Kenapa kamu masih disini gak pulang bareng Rendy " tanya Vino
"Enggak ada hal penting yang harus dia kerjakan jadi dia pulang lebih dulu " jawbku dengan kembali berbohong
"Apa urusan dia lebih penting sampai dia meninggalkan kamu sendiri disini " jawabnya
" Mau aku anterin " tanya Vino
" Gak usah aku bisa pesan taksi online kok" jawbku
"Aku anterin aja yok naik udah sore juga " jawabnya menarik tanganku
Aku pulang dianterin sama Vino seperti sebelum aku kenal dengan Rendy
__ADS_1
"Kamu ingat gak dulu kalau kamu gak bawa mobil sendiri dan menunggu angkutan umum seperti ini aku selalu mengantarmu pulang seperti ini " ujarnya
"Aku ingat kok kita pergi jalan jalan dulu sebelum kamu anterin aku pulang " jawabku mengenang masa laluku dengan Vino
"Apa sekarang kamu mau kita ke cafe dulu tempat yang biasa kita kunjungi dulu " tanyanya
" Boleh kalau kamu gak keberatan " jawabku
Jujur aku kangen banget sama Vino setelah pengakuannya aku selalu menjauhi Vino dan jarang sekali aku berbicara dengannya lagi
"Kita ketempat biasa baiklah " jawbnya menambah sedikit kecepatan
Karena tidak terlalu jauh hanya butuh waktu lima belas menit kita sampai di tempat yang dituju seperti dulu tidak ada yang berubah dengan tempat ini masih ramai seperti dulu
Hari ini cukup menyenangkan aku lewati aku sedikit bisa melupakan apa yang Rendy katakan semalam dan juga sikap Rendy hari ini kepadaku
Saat aku dan Vino ingin pergi dari tempat itu tidak sengaja aku melihat Rendy dia tidak sendiri dia bersama dengan seorang perempuan mereka terlihat sangat akrap ingin sekali aku mengajarinya tapi aku urungkan aku gak mau Vino tau masalahku dengan Rendy yang sebenarnya
"Syifa kamu kenapa " tanya Vino
" Enggak aku gak pa pa kita pulang yok " ajakku
" Ini kan kita mau pulang tapi kenapa kamu berhenti tiba tiba kamu likat apa sih " tanyanya ingin melihat ke arahku melihat tapi aku cengah
"Aku gak liat apa apa kok kota pulang aja " ujarku menarik tangannya Vino
Aku menarik tangan Vino sampai ke parkiran cafe dalam hatiku ingin sekali menangis sekencang kencangnya dengan apa yang aku lihat barusan
Vino mengantarku pulang sampai di depan rumahku aku mengajaknya masuk tapi dia menolak masuk dan pamit pulang
Aku masuk ke dalam rumah dengan hati yang tidak karuan aku masuk tapi tidak menyapa siapapun yang ada di dalam hanya mengucapkan salam dan masuk ke dalam kamar ku dan kedua orang tuaku juga belum pulang
"Kenapa hari ini semua jahat sih kenapa Rendy marah apa dia punya pacar baru dan kenapa dia memperlakukan aku seperti ini kenapa " ujarku terisak mengingat apa yang terjadi denganku hari ini
Mulai dari sikap Rendy semalam setelah aku memintanya mengutarakan perasaannya padaku, tidak berbicara denganku bahkan menatapku saja tidak dan apa yang barusan saja aku lihat semua terjadi membuatku sakit hati dan sekarang dimana aku membutuhkan orang tuaku mereka juga belum pulang
"Kenapa dengan semua orang hari ini kenapa sikap mereka berubah terhadapku " tangisku pecah mengingat kejadian demi kejadian yang terjadi padaku hari ini
Tanpa melepas seragam sekolah aku menuju tempat tidurku dan merebahkan tubuhku disana setelah mengunci pintu kamarku . Aku menangis tanpa suara hingga aku terlelap tidur karena capek menangis
JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN DAN BINTANG LIMANYA YA GUYS
__ADS_1
TERIMA KASIH BUAT PARA PEMBACA JANGAN BOSAN YA MAMPIR TERUS AGAR AKU TETAP SEMANGAT