
HAPPY READING!!!!!
💜💜💜💜
Mampir juga di karya terbaru author
"CINTA PERTAMA YANG SEMPURNA"
...----------------...
"Oke, let's go," sahut Dea dan Syifa bersamaan.
Sampai di rooftop mereka menaruh makanan dan minuman yang mereka bawa di atas meja yang sudah tersedia.
Mereka menikmati duduk di atas rooftop sambil bercanda riang bersama, menceritakan banyak hal satu sama lain.
"Gimana perjodohan Lo De?,"Tanya Syifa penasaran.
"Masih jalan di tempat," jawab Dea dengan santainya.
"Lo ini gimana sih, kalau gak mau terus terang aja jangan ngegantung anak orang," sahut Fera.
"Siapa juga yang ngegantung anak orang, gue masih belum memberikan jawaban aja," balas Dea.
"Sama aja...," teriak Syifa dan Fera bersamaan.
"Jangan pada bahas gue, Lo gimana sama kembaran Lo itu?," tanya Dea balik.
"Kembaran gue! Mana ada kembaran gue?," Ucap Fera.
"Itu temannya Rendy, siapa Ferdy ya?," Ujar Dea.
"Gue pikir siapa!, ya nggak gimana-gimana biasa aja" Ucap Fera.
" Kurang seru ya nggak ada Dara, gimana ya kabar dia sekarang? Dia pernah hubungi kalian gak?," Ucap Fera.
"Gue terakhir kontak-kan sama dia pas pertunangan gue setelah itu belum ada kabar sama sekali," sahut Syifa.
"Gue gak pernah kontak-kan lagi setelah wisuda sampai sekarang malahan," sahut Dea.
"Dia kemana ya, kok menghilang gitu aja, gak ada kabar" kata Fera.
"Tapi kalian merasa aneh gak sih, sepertinya ada sesuatu yang dia sembunyikan dari kita," sambung Fera.
__ADS_1
"Awalnya aku juga merasa ada yang aneh sama dia pas hari wisuda," kata Dea.
"Apa dia menyukai Rendy?," ucap Dea gamblang.
"Itu tidak mungkin. Bahkan dia yang selalu mendukung Syifa selama ini, tapi aku curiga kalau dia menyukai Vino deh," ucap Fera.
"Vino tapi aku tidak melihat itu, mereka biasa saja selama ini gak ada yang aneh" kata Dea.
" Sebenarnya aku juga merasa seperti itu, apa yang Fera ada benarnya sepertinya Dara menyukai Vino terlihat dari tatapan dia ke Vino dan pas hari wisuda bukankah dia terlihat aneh," sahut Syifa.
" Iya pas kamu tanya dia kenapa dia bilang sedang mencari orang tuanya. Tapi, setelah orang tuanya datang dia juga seperti mencari seseorang, " Sahut Fera.
"Benar juga, hari itu yang tidak hadir hanya Vino saja, tapi kenapa dia tidak memberitahu kita selama ini," ujar Dea membenarkan.
"Aku juga tidak tau yang pasti, mungkin karena...," Fera menatap Dea dan Syifa secara bergantian.
"Lo...," ujar Dea dan Fera secara bersamaan.
" Kenapa gue,?" Tanya Syifa menunjuk ke arah dirinya sendiri.
"Karena Lo adalah orang yang di sukai Vino memangnya karena apalagi," jawab Dea dan di benarkan oleh Fera lewat anggukan.
" Tapi, selama ini gue nggak pernah membalas perasaan Vino dan gue juga selalu menolaknya, bukankah kalian juga tau itu!," Ucap Syifa.
"Dan mungkin dia sudah lelah dengan perasaannya sendiri makanya dia memilih pergi jauh dari kita supaya tidak bertemu Vino lagi dan bisa melupakan Vino." sambung Dea.
"Apapun yang sedang dia hadapi sekarang mudah-mudahan ada jalan keluarnya, kita video call dia aja aku udah kangen banget sama dia," Ujar Syifa.
Mereka mencoba menghubungi Dara tapi tidak ada balasan dari Dara. Bahkan, tidak terhubung sama sekali.
"Ponselnya enggak aktif," ucap Fera.
"Seperti ada yang kurang ya kalau gak ada Dara di tengah-tengah kita." kata Dea.
Syifa dan Fera menyetujui pendapat Dea kalau tidak ada Dara seperti ada yang kurang.
"Kita turun dulu aja yok, udah waktunya makan siang." ajak Syifa.
"Boleh," jawab Dea dan Fera bersamaan.
Mereka turun ke bawah untuk makan siang terlebih dahulu. Tapi mereka tidak membawa turun makanan dan minuman yang mereka bawa tadi. Karena mereka akan naik lagi setelah makan siang.
Sampai di bawah mereka berpapasan dengan Bi Ina yang akan memanggil mereka untuk makan siang.
__ADS_1
" Baru mau Bibi panggil Non," ucap Bi Ina.
" Makan siangnya udah siap Bi?," Tanya Syifa.
" Udah Non,Bibi masak makanan kesukaan Non Dea dan Non Fera...," jawab Bi Ina.
"Bibi masih ingat makanan kesukaan kami?," Tanya Fera.
" Tentu saja Bibi ingat," balas Bi Ina
" Bibi memang terbaik, Bibi ke rumah Fera sja kalau gitu!," ucap Fera.
"enggak boleh," sahut Syifa cepat.
"Pelit banget sih!," Ujar Fera.
"Pokoknya gak boleh titik.":sahut Syifa lagi.
"Udah jangan ribu, tapi, siapa namanya satu lagi...," Bi Ina menggantungkan kalimatnya.
"Dara...," potong Dea.
"Iya, Non Dara kemana kenapa gak ke sini?," Tanya Bi Ina.
"Dia lanjut kuliah keluar negeri Bi, jadi kami tinggal bertiga saja sekarang." Jawab Dea lemas.
Mereka terus berjalan dan bertukar kata sepanjang menuju ke meja makan.
"Waaahhhhhh," ucap Dea.
"Makasih Bi makanannya aku sangat merindukan masakan Bibi," sambung Dea.
"Sama-sama kalian lanjut makan, Bibi mau lanjut kerja masih banyak yang harus Bibi kerjakan." ucap Bi Ina.
"Iya Bi, makasih ya Bi, maaf merepotkan Bibi," ucap Fera.
"Sama-sama Non," balas Bi Ina. Dan berlalu ke belakang mengerjakan pekerjaannya.
Sedangkan Syifa dan teman-temannya melanjutkan makan siang mereka sambil sesekali melempar candaan.
like, vote, and fav.
supaya author tambah semangat nulisnya
__ADS_1