pria idaman

pria idaman
Membahas acara pernikahan


__ADS_3

Syifa merias wajahnya dengan riasan yang tipis itu saja sudah sangat cantik karena wajahnya yang cantik natural walaupun tidak di beri apapun juga akan tatap cantik.


Setelah merasa sudah cukup Syifa keluar dari kamarnya dan menunggu orang tuanya di sofa depan tv sambil memainkan hpnya.


''Sudah siap sayang?,''tanya Papanya yang sudah siap.


''Sudah Pa, Mama mana?,'' tanya Syifa.


''Masih belum selesai, Papa keluarkan mobil dulu ya, kamu mau tunggu di sini atau ikut Papa?,'' ujar Papanya Syifa


''Syifa tunggu Mama di sini saja Pa,'' jawab Syifa


''Kalau gitu Papa ke depan dulu, kamu susul aja ke kamar pasti Mama kamu akan lama di sana,'' ujar Papa Surya.


''Gak pa pa Pa, aku tunggu Mamanya di sini saja,'' jawab Syakilla.


''Terserah kamu saja,'' ucap Papa Surya.


Syifa masih menunggu sambil terus memainkan hpnya sedangkan Papanya sudah ke depan untuk memanaskan mobil untuk mereka pergi.


''Mama lama banget sih, mau makan malam di luar aja ribet banget,'' gumam Syakilla mulai bosan menunggu akhirnya Syifa melihat Mamanya ke kamar.


''Ma,'' panggil Syifa.


'Mama,'' panggilnya lagi.


''Iya sayang,'' jawab Mama Sarah.


''Mama ngapain sih lama banget jadi gak sih perginya?,'' ucap Syakilla seraya membuka pintu kamar Mamanya.


''Jadi sayang, maaf Mama lama ya, ke elet tadi jadinya lama, ini udah siap kok,'' jawab Mamanya.


''Ayo kalau sudah siap, kasian Papa pasti bosan menunggu Mama di depan,'' ajak Syifa menggandeng tangan Mamanya.


''Papa kamu udah biasa dulu nunggu Mama begini, udah tahu dia,''jawab Mama Sarah.


''Pantas Papa suruh Syifa tunggu di depan aja sama Papa,'' ujar Syifa tersenyum.


''Emangnya Papa gak kesal ya kalau tungguin Mama lama banget begini?,'' tanya Syifa sambil berjalan keluar bersama sang Mama.


''Kamu tanya aja sama Papa kamu itu, tapi dia sampai sejauh ini belum pernah marah hanya mengomel saja paling,'' jawab Mama Sarah.


''Papa ternyata sabar juga ya, Syifa aja bosan banget nunggu Mama dari tadi lama banget,'' ujar Syifa.


''Biasanya gak selama ini juga sayang,'' tutur Mama Sarah.


Sampai di depan ternyata Papa Surya sudah siap menunggu di dalam mobil tengah memainkan hpnya sendiri dan duduk di bagian setir.


''Ayo Pa,'' ajak Mama Sarah membuka pintu Mobil bagian depan dan Syifa di belakang sendiri.


''Udah siap,'' tanya Papa Surya

__ADS_1


''Udah Pa,'' jawab Mama Sarah.


''Oke kita berangkat sekarang,'' ucap Papa Surya menyimapan hpnya dan mulai menyalakan mobil kembali.


''Kita mau makan malam di mana Ma,Pa, sepertinya bukan makan malam biasa,'' ujar Syifa.


''Udah kau ikut aja kemana Papa membawa kita ada kejutan untuk kamu,'' ujar Mama Sarah.


''Kejutan apa?,'' tanya Syifa.


''Kalau kami kasih tahu bukan kejutan lagi dong,'' ujar Papa Surya.


''Kalian ini mau bikin kejuan apa sih sebenarnya,'' umpat Syifa.


''Udah percaya aja sama kami ,'' tutur Mama Sarah.


Syifa pasrah kemana orang tuanya membawanya malam ini.


Syifa dan keluarganya berhenti di salah satu restoran yang cukup terkenal.


Syifa turun dari mobil bersama dengan Mama dan Papanya sesudah mencari tempat parkir yang lumayan padat karena sangat ramai.


''Ayo masuk sayang,'' ajak Papa Surya kepada dua wanita kesayangannya.


Syifa terus mengikuti kemana langkah Mama dan Papanya membawa dia pergi sampai berhenti di salah satu meja yang ternyata sudah ada Rendy dan Mama Papanya juga.


''Ini Ma, kejutannya?,'' tanya Syifa.


''Suka tapi kenapa gak terus terang aja sih Ma,'' ujar Syifa.


''Biar jadi kejutan sayang,''. jawab Mama Sarah.


''Malam Mahendra, Clara maaf kami membuat kalian menunggu lama ya,'' ucap Papa Surya.


''Tidak juga, kami jyga baru sampa' silahkan duduk,'' jawab Papa Mahendra.


''Syifa sayang duduk sini,'' pinta Rendy, Syifa melihat ke arah orang tuanya dan orang tuanya mengagngguk tanda setuju.


''Kenapa gak bilang tadi kalau ada acara makan malam begini?,'' bisik Syifa


''Maaf, aku juga di jebak di sini, Mama sama Papa gak kasih tahu aku, lihat aja aku aja pakai baju apa?,'' ujar Rendy. dia memakai kaos dan jaket serta celana jins saja tali tidak mengurangi sedikitpun ketampanannya malah semakin bertambah di mata Syifa.


Sama halnya dengan Rendy malam ini Syif ajuga memakai pakaian yang kurang tepat untuk acara makan malam begini tapi mau bagaimana lagi sudah terlanjur.


''Kenapa orang tua kita suka sekali membuat kejutan, apa juga maksud makan malam ini, pasti ada sesuatu,'' ucap Syakilla.


''Tunggu saja nanti juga ketahuan apa maksudnya , tapi kamu sangat cantik malam ini,,'' puji Rendy.


''Memangnya kemaren kemaren aku gak cantik?,'' ucap Syifa.


''Bukan tapi malam ini tambah canti dua kali lipat,'' gombal Rendy.

__ADS_1


''Dasar raja gombal,'' ucap Syifa malu malu kucing.


''Udah gak usah malu,'' goda Rendy.


''Kalian berdua ini asik banget bicaranya ya,'' ucap Mama Clara.


''Maaf Ma,'' ucap Rendy


''Sebenarnya Mama, ajak makan malam seperti ini maksudnya apa sih sampai aku dan Syifa ikut terlibat juga,'' tanya Rendy mewakili pertanyaan Syifa.


''Kita bahas ini ninti saja setelah makan malam selesai,'' jawab Mama Clara. Karena makanan yang mereka pesan sudah sampai.


Mereka menikamati makan malam mereka sambil sesekali tertawa bersama. dan Syifa yang selau mendapat godaan dari mereka semua termasuk orang tuanya juga Rendy tidak terlewat juga.


Setelah makan malam selesai mereka mulai membahas inti dari makan malamnya.


''Rendy, Syifa, kami sepakat kalau acara pernikahan kita percepat saja, lebih cepat lebih baik,'' ucap Papa Mahendra.


''Aku sih tergantung Syifa Pa, kalau Syifa mau malam ini juga boleh,'' ucap Rendy.


''Kamu ini kebelet banget mau nikah, ingat pernikahan buka permainan,'' ucap Mama Clara.


''Aku tahu Ma,'' jawab Rendy.


''Jadi bagaimana Syifa lusa kalian akan bertunangan secara resmi dan satu minggu setelahnya acara pernikahan bagaimana,'' tanay Papa Surya.


''Aku terserah kalian aja,'' ucap Syifa.


''Baik sudah di putuskan kalau seminggu setelah tunangan resminya kalian langsung nikah, karena jujur Papa khawatir saat kalian akan masuk kuliah pergaulan sekarang sangatlah tidak baik, kalau kalian sudah sah kan Papa sudah tenang,'' ujar Papa Surya.


''Om tenang saja aku tidak akan macam macam kok, hanya satu macam saja,'' ucap Rendy.


''Om percaya sama kamu tapi dunia luar tidak ada yang tahu Ren,'' ucap Papa Surya lagi.


''Tolong jaga anak Tante ya Ren, Tante harap kamu jangan pernah menyakitinya, kalau Syifa buat salah sama kamu bilang baik baik, jangan main kasar apalagi main tangan,'' pesan Mama Sarah.


''Rendy janji akan menjaga Syifa dengan baik, percaya sama Rendy,'' ucap Rendy


Semua kembali bercanda lagi setelah obrolan serius. karena jam sudah menunjukkan tengah malam mereka memutuskan untuk pulang ke rumah masing masing tentunya.


''Kalau Rendy dan Syifa sudah sah kita bisa pulang ke rumah yang sama gak usah pisah begini kan,'' tutur Mama Clara.


''Sabar gak lama lagi oita bisa kumpul semalaman,'' jawab Mama Sarah.


''Iya,jawab Mama Clara


Mereka berpisah di parkiran restoran Rendy dengan keluarganya begitu juga Syifa dengan keluarganya.


''Hati hati di jalan kabari kalau sudah sampai di rumah,'' ucap Papa Mahendra.


'' Kalian juga,'' ujar Papa Surya.

__ADS_1


Syifa dan Rendy saling melambaikan tangan mereka tanda berpisah, Mama Sarah juga Mama Clara saling berpelukan begitu juga dengan kedua Papa itu. Syifa juga memeluk Mama Clara.Setelah itu mereka naik ke mobil mereka masing masing.


__ADS_2