
setelah Rendy pulang aku langsung masuk ke dalam rumah niatku mau langsung masuk ke kamar tapi terhentikan karena mama memanggilku untuk mrngobrol dengannya
"sayang calon mantu mama udah pulang " kata mama membuatku tersipu malu
"udah ma rendy udah pulang kok " jwbku
"sini dulu sayang mama mau bicara sama kamu" ujar mama
aku menghampiri mama yang duduk di sofa ruang tamu
"ada apa ma " tanyaku
"sini dulu mama sama papa mau tanya sesuatu sama kamu "ujarnya serius
"mau tanya apa ma, pa" tanyaku yang sudah duduk si sebelah mama tepatnya di tengah tengah dan menatap keduanya
"gimana hubungan kamu kamu sama nak Rendy "tanya papa
emang ada apa antara aku sama rendy apa ada masalah perasaan gak ada apa apa ; batinku
"gak ada apa apa emangya ada apa ma, pa " tanyaku bingung
"mama mau tanya sama kamu apa kamu menerima perjodohan ini hanya karna terpaksa hanya karna mama sama papa yang memaksa kamu buat menerima perjodohan ini kalau memang iya kamu bisa bilang sekarang sebelum semua terjadi lebih lanjut dengan perjodohan ini kamu bilang aja sama kita ya kan pa " ujarnya membuatku kaget
"iya kamu bisa bilang kalau kamu gak mau perjodohan ini berlanjut" sambung papa
kenapa tiba tiba mereka membicarakan ini bukannya dulu mereka yang bilang aku harus menerima perjodohan ini lalu *kenapa sekarang mereka menanyakan hal ini apa mereka berubah pikiran gak gak bisa aku gak mau perjodohan ini berakhir walau pun ada atau tanpa perjodohan ini aku juga bisa menjalin hubungan dengan Rendy tetapi aku gak mau ; batinku*
"aku maksudku hubungan ku dengan Rendy baik baik aja kok ma aku dan Rendy juga udah menerima perjodohan ini juga kan " jwbku
"iya mama tau kamu udah menerima perjodohan ini tapi apa kamu terpaksa atau tidak soalnya waktu itu mama liat kamu nangis di kamar watu mama bilang kamu mau dijodohin mama juga udah bilang kok sama orang tuanya Rendy dan mereka bilang gak papa " tnya mama
"sebenarnya awalnya aku gak mau dijodohkan karna aku suka sama cowok lain tp pas aku lihat siapa yang mama jodohkan sama aku, aku berubah pikiran " jwbku
"kenapa kamu berubah pikiran "tnya papa
"karna cowok yang aku suka ternyata dia ma aku gak mau perjodohan ini batal kalaupun batal aku juga bisa melanjutkan nya dengan caraku sendiri" jwbku
"yaudah aku mau ke kamar dulu aku mau istirahat " sambungku
" kenapa bisa jadi begini sih pokoknya aku gak mau ini berakhir aku harus tanya hal ini sama Rendy langsung aku harus hubungin Rendy ya benar aku harus hubungin dia "pikirku
aku Bang si buru buru mencari handphone ku dan setelah menemukannya aku juga melihat ada panggilan tak terjawab dari dia apa dia juga mau ngomongin hal ini aku langsung menghubungi dia kembali
tut....tut....tut.....
tidak dijawab aku mencoba menghubungi dia lagi tapi masih tetap tidak ada jawaban
"aduh kenapa gak dijawab sih "aku berbica sendiri
"ayo dong angkat " gumamku lagi
aku masih mencoba menghubunginya tp tetap gak di angkat
"lebih baik sekarang aku madi dan setelah itu aku baru menghubunginya lagi " gumamku
dan menghidupkan dering dengan volume sekeras mungkin aku baru mau mengambil handuk aku mendengar dering dari hp ku
aku langsung melihat siapa yang telfon
Rendy
waalaikum salam
..........
__ADS_1
gak pa pa aku juga ada hal yang mau aku bicarakan sama kamu apa kita bisa bertemu nanti
.......
di taman jam delapan bisa
.....
ya boleh aku tunggu
waalaikum salam
setelah bicara dengan Rendy aku mandi dan bersiap siap untuk shalat dan setelah itu makan malam sekalian pamit
setelah shalat maghrib aku turun ke bawah untuk makan malam bersama
tok tok tok
assalamualaikum
terdengar dari luar seperti ada suara ketukan pintu aku tidak menghiraukan karna pasti akan dibukakan oleh bibi termyata salah bibi tak kunjung datang juga jadi aku yang membukakan pintu
"waalaikum salam tunggu " jawabku sedikit teriak
aku membukakan pintu aku sangat terkejut melihat Rendy yang datang
" kenapa bengong " tanyan nya
"eh gak kok siapa yang bengong oh ya kenpa cepat banget bukannya jam delapan ya aku bilang " tanya ku
"iya aku sengaja datang lebih awal aku mau ngomong sesuatu sama tante dan om emang gak boleh "tanyanya
"iya boleh sih tp mau ngomongin apa"
tnya ku lagi
"maaf aku lupa yaudah ayok masuk silahkan calon suami ku"ujarku tibab tiba dan setelah itu aku juga yg malu
"ya salah ngomong deh gue " batinku
"ehem " suara membuat lamunan ku buyar
"yaudah ayok masuk kok malah disini katamya mau diajak masuk kok malah melamun sih " ujarny
aku pun berjalan lebih cepat karna kau terlanjur malu
"siapa yang datang sayang "tanya mama
"liat aja sendiri siapa " jwbku
"assalamualaikum tente om "ucapnya
"eh calon mantu tante sini duduk sayng kia makan malam bareng" ujar mama
"iya calon mertuaku " ujar Rendy
"dia itu kenapa sih sekarang kok kek gitu ya padahal kan dulu dia cuek banget dan sekarang omongannya bikin gue jantungan aja dasar " batinku
"sayang ambilin piring dong buat calon mantu mama " ujar mamaku
"iya mama sayang " jwabku
"tadi aja nanyanya kek gitu sekarang panggil mantu lagi dasar orng tua plin plan banget ya " batinku
setelah aku mengambil piring buat Rendy kami pun makan bersama makan yang disertai dengan penuh canda tawa bukan seperti biasanya hanya ada aku sendiri saja aku senang sekali hidupku sudah membaik sudah seperti yang aku ingginkan
__ADS_1
setelah makan malam aku membersihkan meja makan membantu bibi itu adalah rutinitasku dari dulu aku selalu membantu bibi
sedangkan Rendy diajakengobrol dengan orang tuaku entah apa yang mereka bicarakan
aku membereskan meja dengan secepat mungkin karna jujur aku sangat penasaran dengan apa yang mereka bicarakan
setelah selesai membereskan meja makan aku buru buru ke ruag tengah aku sedikit berlari gak mau ketinggalan jauh pembicaraan mereka
"kamu kenapa sayang " tanya papa
"iya kenapa lari " sambung mama
"gak kenapa kenapa kok ma,pa "jwbku cengengesan
sedangkan Rendy hanya menatapku heran aku jadi malu sendiri
"kenapa jadi malu maluin diri sendiri sih gue" batinku
"gak kok yaudah jadi gak "tanya ku ke Reendy
"iya jadi ayok aku juga udah minta izin kok" jwb Rendy
"yaudah aku siap siap dulu ya " ujarku
"iya jangan lama lama " jwbnya
"iya gak lama kok " jwbku
"yaudah sana kok malah ngobrol sih kalian nanti kemalaman loh " ujar mama tiba tiba
" iya ma ini juga mau siap siap kok " jwbku
aku masuk ke kamar dengan buru buru aku memilih baju yang pas karna aku orngnya apa adanya jadinya aku memilih pakai celana dengan atasan kemeja dan mengambil jaket karna pasti dingin di luar setelah selesai aku turun dan menghampiri Rendy
"udah ayok " ujarku langsung ketika sudah sampai
"ayok tante om aku pinjam anak tante bentar ya nanti aku bawa pulang " katanya
"enak aja pinjam emang aku apaan " ujarku memukul lengan Rendy
"yaudah aku ajak anak tante calon istri ku ya tante om gini maksudnya " katanya
"apaan sih" ujarku malu
"yaudah sana tante dan om udah mengizinkannya kok tp jangan pulang malam malam kalau udah halal baru boleh bawa kemana aja " ujar mama ku
"kalau mau dihalalin sekarang juga boleh " sambung papa ku
"boleh tante ayok" ujar Rendy
"kalian apaan sih udah ayok Rendy kelamaan kalau ngoming sama mereka katanya gak boleh pulang kemalaman tp jam segini masih aja diajak ngobrol " ujarku
"iya tp panggil aku sayang dong jangan Rendy kan aku calon suami kamu " ujar Rendy
"ayok sayang ma,pa aku pergi dulu ya assalamualaikum " ujarku sedikit kesal dan juga malu
"yaudah berangkat sana waalaikum salam "ujar papa
"yaudah tante om aku pergi dulu ya assalamualaikum " ujar Rendy
"waalaikum salam " jawab mereka bersamaan
setelah aku dan Rendy berpamitan aku langsung keluar rumah
apa yang mereka bicarakan nantikan selanjutnya ya dan jangan bosan
__ADS_1
LIKE AND COMENT MAAF KALAU ADA TYPO YA