
''Mereka menikah juga belum sudah bahas anak aja,'' ujar Mama Sarah. Walaupun Mama Sarah setuju dengan perjodohan keduanya tapi berat rasanya baginya untuk melepaskan Syifa secepat ini apalagi mereka juga baru merasakan kebersamaan yang hangat dalam keluarga mereka yang dulu dingin.
Mereka menyudahi acara kejutan untuk Syifa dengan makan bersama sama para teman teman Syifa dan juga Rendy yang hadir di hari itu, namun pada saat makan makan berlangsung Vino yang memberi perhatian kepada Syifa dan tidak luput dari perhatian Rendy.
''Kamu mau ini Syifa?,'' Tanya Vino memulai pembicaraan dan membuat hawa panas terjadi antara Vino dan Rendy karena Rendy tahu kalau Vino menyukai Syifa sudah sejak lama.
''Tidak apa apa aku bisa ambil sendiri,'' jawab Syifa melirik ke arah Rendy yang sedang menatapnya dan Vino.
''Biar aku saja aku kan calon suaminya Syifa,'' timpal Rendy lantang membuat semua orang menoleh ke arah mereka. Ingin sekali Vino meninju wajah Rendy tapi dia tidak bisa berbuat apapun karena ada orang tua Syifa dan Rendy di tengah keduanya serta teman temannya yang lain dan dia hanya sebatas temannya Syifa.
Dara yang melihat Vino begitu perhatian kepada Syifa merasa sakit hati karena Vino tidak pernah melihat dirinya walau hanya sedikitpun tapi dia juga tidak bisa menyalahkan Syifa kerena di sukai Vino laki laki yang dia sukai. karena Dara tahu kalau Syifa tidak pernah merespon apapun yang di lakukan oleh Vino terhadapnya.
''Kenapa selalu Syifa yang ada di pikiran kamu Vin, apa setelah kamu tahu kalau Syifa dan Rendy sudah di jodohkan oleh kedua orang tua mereka kamu akan melupakannya atau kamu akan semakin nekat Vin,''batin Dara melihat kalau Vino yang masih berusaha mendekati Syifa meskipun sudah tahu hubungan Syifa dan Rendy.
''Terima kasih Ren berkat Lo, Vino tahu tentang hubungan kalian dan aku berharap dengan dia tahu hubungan kalian dia akan mundur dengan sendirinya,'' batin Dara lagi memperhatikan Vino.
''Baiklah terserah kalian saja,'' ucap Vino tidak mau memulai keributan.
''Bagus kalau mengerti jadi aku gak usah banyak bicara di sini, kamu mau apa sayang?,'' ucap Rendy memanaskan situasi.
''Aku bisa ambil sendiri Ren gak perlu repot repot,'' ucap Syifa menolak Rendy karena jujur dia sangat malu apalagi semua teman temannya memperhatikan mereka berdua.
''Ciieeee ciieeeee ,'' teriak mereka semua teman teman Syifa maupun Rendy yang hadir.
''Gak sayang kamu lagi sakit jadi nurut aja sama aku oke,'' ujar Rendy lagi tidak mau menuruti perkataan Syifa selain untuk membuat Vino cemburu sekaligus Rendy mau memperlihatkan kalau Syifa adalah miliknya.
''Kalau gitu terserah sama kamu aja,'' Jawab Syifa pasrah tapi dia juga bahagia Rendy begitu perhatian sama dia.
''Gak mau kok di paksa,'' ucap Vino di sela sela dengan suara pelan.
''Kamu terpaksa sayang?,'' tanya Rendy
'' Enggak sayang,'' jawab Syifa tersenyum mematahkan ucapan Vino barusan walaupun sebenarnya tidak enak hati dengan Vino tapi Syifa juga gak mungkin membuat Rendy kecewa.
''Kalian berdua ini ya kalau mau bertengkar jangan di sini dong kita mau makan ni ya gak teman teman,'' ucap Fera dengan suara lantang.
''Sebenarnya ada apa dengan kalian ini?,'' tanya Mamanya Syifa tidak tahu menahu tentang mereka yang dari tadi seperti memulai perang saja.
''Tante gak tahu ya,'' timpal Dea
__ADS_1
''De ,'' ucap Syifa menghentikan Dea dan menggeleng gelengkan kepalanya.
''Sekarang lebih baik pada makan aja ya,'' Ucap Papanya Syifa menengahi mereka semua.
''Iya Pa''
'' Baik Om''
ucap mereka bersamaan dan melanjutkan acara makan mereka yang sempat tertunda.
Setelah selesai makan makannya teman teman Syifa sudah pulang termasuk sahabat dekat Syifa dan juga Vino tapi Rendy masih belum pulang sedangkan orang tuanya sudah pulang bersamaan dengan pulangnya teman teman Syifa.
''Kamu gak pulang juga?,'' tanya Syifa
''Kamu usir aku?,'' tanya Rendy
''Bukan itu maksud aku Rendy jangan terlalu cepat beranggapan,'' ujar Syifa.
''Maksud aku kenapa belum pulang kan kamu juga harus ambil motor kamu di rumah sakit,'' ucap Syifa lembut.
''Astaqfirullah aku hampir melupakan motorku itu, terima kasih sudah mengingatkan, aku hubungi teman aku dulu ya aku suruh mereka aja yang ambil.'' ujar Rendy. meninggalkan Syifa untuk menghubungi teman yang dia maksud.
''Kalau gitu aku langsung pulang aja ya sayang kamu juga harus banyak istirahat,'' ucap Rendy mengusap kepala Syifa lembut membuat kerja jantungnya Syifa menjadi lebih cepat dari seharusnya.
''Makasih udah temenin aku dan terima kasih kejutannya,'' ucap Syifa tulus.
''Sama sama sayang itu semua aku lakukan karena aku benar benar sayang sama kamu?,'' jawab Rendy menatap Syifa dengan penuh cinta.
''Aku pulang ya?,'' ucap Rendy lagi
Syifa menganggukkan kepalanya pelan.
''Hati hati aku antar ke depan ya? gak mau pamit sama Mama Papa dulu?,'' tanya Syifa.
''Boleh kita sekalian pamit aja,'' ujar Rendy.
Mereka menemui orang tuanya Syifa karena Rendy mau pamit pulang.
''Om, Tante, Rendy pamit pulang dulu ya,'' ujar Rendy begitu sampai di hadapan Mama Papanya Syifa.
__ADS_1
''Hati hati, sering sering ke sini?,'' ujar Mamanya Syifa
''Pasti Tante kan sebentar lagi juga aku akan pulang ke sini atau bawa Syifa ke rumah aku jadi aku pasti akan sering sering ke sini,'' ucap Rendy menyalami orang tuanya Syifa bergantian.
'' Assalamualaikum,'' ucap Rendy
''Waalaikum salam,'' jawab orang tuanya Syifa.
''Syifa antar Rendy ke depan dulu ya Ma, Pa,'' ujar Syifa pada orang tuanya.
''Iya sayang,'' jawab mereka berdua.
Syifa mengantar Rendy ke depan gerbang di sana sudah ada temannya yang menjemput Rendy.
''Aku pulang cepat sehat, jangan sakit lagi, aku cemas kalau kamu sakit jadi jangan sakit lagi, kalau butuh apa apa kabari aku aja oke,'' ujar Rendy.
''Iya sekali lagi terima kasih udah perduli sama aku dan sayang sama aku,'' ucap Syifa
''Sudah seharusnya sayang, aku pulang kamu masuk aja,'' pinta Rendy dan Syifa menurut.
''Hati hati sayang,'' ucap Syifa dan masuk ke dalam tanpa menoleh lagi ke arah Rendy karena malu setelah memanggil Rendy dengan sebutan sayang.
Rendy yang mendengarkan Syifa memanggil dirinya sayang tentu sangat bahagia apalagi Syifa memanggilnya sayang tanpa di minta olehnya.
''Manis banget sih calon bini gue, jadi makin gak sabar nikahin tu anak,'' gumam Rendy salah tingkah karena Syifa memanggilnya sayang.
Rendy naik ke mobil temannya dengan hati yang sangat bahagia seperti orang baru memenangkan undian saja.
''Beda kalau orang sedang jatuh cinta ya,'' ucap Temannya Rendy yang tadi tadi memperhatikan Rendy dan Syifa dari dalam mobil.
''Iri bilang bos,'' jawab Rendy.
Mereka berlalu dari depan rumah Syifa menuju rumah sakit untuk mengambil motornya Rendy yang sengaja di tinggalkannya di sana.
Jangan lupa komen like dan votenya teman teman semua
ini adalah karya pertama saya mampir juga di karya saya yang lain
''CINTA PERTAMA YANG SEMPURNA'' saya tunggu di sana
__ADS_1
terima kasih sekali lagi