pria idaman

pria idaman
PI45


__ADS_3

Tidak bosan saya ingatkan jangan lupa untuk like komen dan vote ya buat kakak kakak


Setelah acara kejutan untuk Syifa. semua telah kembali ke rumahnya masing-masing termasuk juga Rendy dan Syifa.


satu minggu telah berlalu hubungan Rendy dan Syifa semakin serius. Minggu depan mereka akan mengadakan acara resepsi pertunangan. Selain itu Syifa dan sahabat sahabatnya juga telah masuk ke universitas pilihan mereka. Mereka masuk ke universitas yang sama.


"Sayang kamu mau kuliah dimana ?" tanya Rendy "Kan aku satu universitas sama yang lain kamu aja yang belum nentuin mau masuk dimana kok malah nanya ke aku harusnya aku yang nanya ke kamu " jawab Syifa


"Sayang sebenarnya ada yang pengen aku omongin sama kamu tapi sebelum itu aku harap kamu ngerti dan jangan salah paham ya " ujar Rendy


" Mau ngomongin apa sih serius banget biasanya juga gak pernah serius " tanya Syifa


"Sebenarnya Papa pengen aku lanjut kuliah di Amerika " ujar Rendy


"Terus kamu gimana mau apa enggak " jawab Syifa tegar walaupun sangat berat untuknya melepaskan orang yang dia sayangi tapi apa boleh buat ini untuk masa depannya Rendy dia juga sadar kalau Rendy adalah anak tunggal pasti suatu saat nanti akan menggantikan posisi Papanya di perusahaan.


"Maka dari itu aku mau bicarakan ini sama kamu dulu aku gak mau ninggalin kamu disini " ujar Rendy


Aku gak pa pa kok aku tau ini berat buat aku dan aku yakin ini juga berat buat kamu tapi aku gak akan maksa kamu untuk tetap disini aku bakal coba untuk mengerti, apapun keputusan kamu aku bakal mendukung " jawab Kejora menunduk menyembunyikan air matanya"Makasih ya sayang kamu selalu ngertiin aku " ucap Rendy


Syifa hanya mengangguk untuk menjawab Rendy. Hatinya terlalu sesak untuk menjawab


Aku harus kuat aku gak boleh cengeng Rendy juga pasti sangat sedih aku gak boleh bikin dia ragu nantinya " batin Syifa melihat ke arah Rendy


"Aku tahu ini sangat berat tapi aku janji bakal usahain aku gak akan tinggalin kamu Syifa aku tau di universitas yang kamu masuk sekarang ada yang ngincar kamu aku bakal bujuk Papa agar gak masukin aku di universitas luar aku gak rela kamu jadi milik orang lain walaupun aku percaya kamu akan setia sama aku tapi cowok yang suka sama kamu kamu aku gak kenal mungkin saja dia bisa melakukan apa saja untuk mendapatkan kamu " batin Rendy

__ADS_1


**********


Sebenarnya sangat berat meninggalkan Syifa tapi Papanya memintanya untuk kuliah diluar negeri karena dia adalah anak tunggal jadi mau gak mau dia harus meneruskan perusahaan Papanya yang sangat susah payah dirintisnya .


Setelah mengantar Syifa pulang ke rumahnya Rendy kembali ke rumahnya dengan wajah yang ditekuk tidak bersemangat.


"Sayang ada apa kok mukanya ditekuk gitu " tanya Mamanya Rendy yang lagi duduk di ruang keluarga


"Ma Rendy gak tega ninggalin Syifa, Ma tolong bujuk Papa ya universitas di sini bagus juga kok Rendy bakalan rajin Rendy janji Ma " ujar Rendy


"Sayang Mama tau dan Mama juga udah pernah bujuk Papa tapi kamu tau sendiri kan watak Papa kamu gimana " jawab Mamanya


"Coba kamu bujuk Papa kamu sendiri mungkin Papa akan berubah pikiran " sambungnya lagi


Karena tidak mendapat apa yang Rendy inginkan Rendy pergi masuk ke kamarnya dengan wajah lesu


Di kediaman Syifa


Syifa tidak bisa lagi menahan supaya air matanya untuk tidak mengalir


"Apa Rendy benar benar akan ninggalin aku atau aku suruh Papa buat bujukin Papanya Rendy supaya Rendy gak jadi pergi, gak gak gak aku gak bisa gak mungkin aku nyuruh Papa tapi aku juga gak mau jauh dari Rendy " gumam Syifa dalam isak tangis


Sampai malam hari Syifa belum juga keluar dari kamarnya


"Sayang kamu kenapa sih gak keluar keluar sayang lagi ngapain sih sayang buka pintunya Mama mau masuk" ucap Mamanya Syifa

__ADS_1


"Sayang " panggilnya sekali lagi. Tapi nihil Syifa belum juga bangun membuat Mamanya sangat cemas karena tidak seperti biasanya Syifa mengurung diri seperti ini.


"Pa" teriak Mamanya Syifa


"Ada apa sih sayang teriak teriak " tanya Papanya Syifa


"Ini Pa kata bibi dari tadi siang Syifa gak keluar keluar kamar Mama khawatir Pa di panggil juga gak nyahut " jawab Mama Syifa


"Sayang buka ini Papa kalau gak di buka Papa dobrak ya " ujar Papanya


"Ma coba minta kunci cadangan sama bibik "ujar Papa


"Tunggu dulu ya Pa " jawab Mama


"Ini Pa cepetan Mama khawatir banget sama Syifa " menyerahkan kunci


"Sabar Ma ini juga mau di buka " jawab Papa


Setelah pintu terbuka mereka melihat Syifa sudah tergeletak di lantai dengan wajah pucat


"Sayang bangun " ujar Mamanya panik


"Ma lebih baik kita bawa Syifa ke rumah sakit sepertinya dia pingsan " ujar Papa


Setelah sampai di rumah sakit Syifa langsung ditangani oleh dokter sedangkan Mamanya Syifa menghubungi Rendy memberi kabar.

__ADS_1


Tidak lupa saya ingatkan jangan lupa like komen dan vote ya rating Limanya juga


terima kasih


__ADS_2