pria idaman

pria idaman
prank


__ADS_3

"Kita cari tempat duduk dulu. Setelah itu, aku akan jelaskan semuanya" ucap Syifa menenangkan Rendy. Sedangkan, Tania menenangkan Reno.


Kedua pasangan itu mencari tempat untuk bicara lebih santai.


" Reno, aku minta maaf kalau aku terlalu ikut campur masalah kamu, sekarang aku sadar kalau aku memang bukan siapa - siapa kamu, terima kasih sudah mau mengingatkan aku untuk itu" ucap Syifa menahan sesak di dadanya dan menahan tangisnya supaya tidak pecah.


Tania yang melihat Syifa seperti itu kasian dan dia mengambil alih menjelaskannya pada Reno.


"Biar aku saja yang menjelaskannya!" Ujar Tania.


"Sayang ini semua hanya bercanda bukan beneran, aku juga gak marah sama kamu jadi jangan marahin Syifa lagi ya" jelas Tania.


" Enggak Tania, awalnya memang sandiwara tapi sekarang aku lebih tahu posisiku, oh iya, maaf ya! aku terlalu ikut campur masalah kalian, dan mungkin aku terlalu berlebihan selama ini menganggap Reno seperti kakakku sendiri " ucap Syifa.


Reno yang mendengar ucapan Syifa jadi merasa bersalah dengan perkataannya sendiri.


" Sayang" ucap Tania.


"Syifa ayo minta maaf, aku yakin Reno juga menganggap kamu seperti adik sendiri, ya kan sayang?" Ujar Tania lagi


"Kamu ataupun Reno kalian enggak salah, aku yang salah, karena ide gilaku semua jadi kacau begini" balas Syifa.


" Sayang kenapa kamu diam saja, harusnya kamu bilang makasih sama Syifa kalau bukan karena dia mungkin aku masih marah sama kamu" tutur Tania.


"Kamu marah juga karena dia kan, sebelum ketemu dia kita baik baik aja" jawab Reno.


"Sayang jangan gitu, aku beneran marah sama kamu" ujar Tania.


"Bukankah kamu yang mulai tadi, aku hanya mengikuti permainan kamu aja" balas Reno..


" Kenapa kamu juga marah" ujar Tania.


" Kamu pikir ini lucu, ini gak lucu sama sekali" ujar Reno.


" Sayang kamu beneran marah sama aku, aku cuma bercanda tadi!" Ujar Tania.


" Reno jangan marah sama Tania, aku yang salah, aku minta maaf" ucap Syifa menangis.


"Jangan nangis dong sayang, masak cuma Reno nangis begini?" Ucap Rendy.

__ADS_1


"Sayang mereka bertengkar karena aku" balas Syifa.


"Ini juga karena kamu, kenapa dari dulu kamu selalu saja mengganggu hidupku" ucap Reno


"Sayang cukup" ucap Tania.


" Kenapa memang ini kenyataan-nya dia selalu menggangguku" balas Reno.


" Kenapa kamu jahat banget, aku gak nyangka! Ternyata yang di bilang sama Syifa semua bohong tentang kamu?" Ucap Tania.


" Emang apa yang dia bilang tentang aku? Pasti dia udah bilang sama kamu yang tidak-tidak kan? Aku tahu dia pasti gak akan ngomong yang baik tentang aku" ujar Reno.


"Enggak sayang, dia cuma nyuruh aku jagain kamu dan jangan tinggalin kamu, udah itu aja" jawa Tania.


"Aku gak percaya, pasti dia bilang yang buruk-buruk tentang aku, aku sangat mengenal dia" ujar Reno.


" Kenapa kamu bisa ngomong seperti itu?" tanya Syifa


" Emang seperti itu kenyataannya, kamu selalu saja ikut campur kalau ada perempuan yang dekat sama aku, kamu suka sama aku" ujar Reno


" Kamu suka dia sayang?" tanya Rendy.


"Enggak sayang, Aku cuma" ujar Syifa


"Bukan itu!" Jawab Syifa bingung mau jawab apa.


"Bukan apa?" Tanya Reno.


"Reno sudahlah" Ujar Tania.


"Sudah bagaimana?" Tanya Reno


"Kamu gak lihat, Syifa udah nangis begitu, cukup ya, gak usah di lanjutin lagi, aku jujur aja ya," ujar Tania sudah tidak bisa melihat Syifa menangis.


" Maksud kamu apa?," Tanya Syifa bingung.


" Sayang," panggil Tania menatap Reno dan menggelengkan kepalanya.


"Kalian kenapa sih?" Tanya Syifa semakin bingung.

__ADS_1


"Syifa sebelumnya aku minta maaf tapi ini semua adalah idenya Reno," Ujar Tania.


"Ide!, ide apa?," Syifa semakin bingung dengan ucapan Tania.


" Aku jelaskan, sebenarnya saat kita bicara tadi, Reno menelpon aku," ujar Tania.


"Jadi maksud kamu dia dengar semua percakapan kita tadi?," Ujar Syifa. Tania mengangguk mengiyakan.


"Termasuk rencana aku mau membuat dia marah?," Tanya Syifa lagi.


Tania juga mengangguk itu pertanyaan itu.


"Prankkk," Ucap Reno dan Rendy bersamaan.


"Kamu juga terlibat?," Ujar Syifa.


"Maaf, a..ku sebenarnya gak mau, tapi dia maksa aku untuk melakukannya, aku bersumpah aak.uu" jawab Rendy terbata bata karena melihat tatapan mematikan Syifa.


"Pantes kamu diam aja dari tadi, dan kamu Reno semua ucapan kamu?," Ucap Syifa.


"Maaf, aku ingin mendengarkan langsung dari mulut kamu kalau aku adalah kakak bagimu, " Jawab Reno menarik Syifa dalam pelukannya, tapi sebelum itu dia sudah meminta izin dari Tania dan Rendy dari kode tatapan mata mereka.


"Kenapa kamu tega banget melakukan ini!," Ucap Syifa menangis dalam dekapan Reno.


"Maaf ya adikku yang bawel dan selalu membuat aku darah tinggi," ujar Reno.


"Sudah cukup jangan kelamaan," Rendy menarik Syifa dari pelukan Reno.


"Ada yang cemburu," pekik Reno.


"Bukan berarti kamu sudah menganggapnya seperti kakak kamu sendiri terus peluk-peluk, ingat! kalian tidak sedarah jadi, bersikaplah sewajarnya karena tetap saja bukan muhrim, gak usah berlebihan!," jelas Rendy.


" Aku paham. Tapi, paling tidak kalian berdua panggil aku kakak jangan Reno seperti bicara sama teman saja, umurku lebih banyak di banding kalian jadi belajar menghormati-ku!," pekik Reno.


"Kakak! ayolah umur kita gak beda jauh paling dua tiga tahun," balas Rendy.


"Tapi tetap saja aku lebih tua dari kalian,oh ya! panggil Tania juga seperti itu!," suruh Reno.


Jangan lupa

__ADS_1


like komen vote fav


terima kasih


__ADS_2