
''Gak mau apa apa juga,'' jawab Rendy takut melanjutkan ucapannya takut salah bicara.
Setelah selesai dari butik mereka mencari tempat untuk makan siang karena sudah waktu makan siang selain itu juga karena perut sudah sangat lapar.
"Gimana senang gak, tinggal menghitung hari kalian sudah sah," ujar Mama Clara.
" Semoga semuanya lancar sampai hari H," ujar Rendy.
"Aamiin," semua ikut mengaminkan ucapan Rendy.
Setelah makan siang Rendy mengantar Syifa pulang ke rumahnya sedangkan dia pergi ke kantor Papanya. Karena mulai hari ini dia akan ikut bekerja di kantor Papanya seperti yang sudah di bicarakan sebelumnya sampai hari pertunangan mereka.
Mengenai masalah pertunangan bahkan sampai pernikahan Rendy maupun Syifa tidak perlu menguras waktu dan tenaga mereka karena kedua orang tua mereka sudah mengurus segala sesuatunya. Mereka hanya perlu menyiapkan diri mereka saja.
Hari ini Rendy sudah mulai masuk ke kantor tapi sebelum ke kantor Rendy berpamitan dengan Syifa. Sampai di rumah Syifa Rendy baru memberitahu Syifa.
" Habis ini mau kemana?," tanya Syifa turun dari motor Rendy.
"Habis ini mau ke kantor, aku lupa kasih tahu kamu kalau mulai hari ini aku sudah masuk kantor Papa," jawab Rendy.
,"Kamu mau ke kantor pakai baju ini?," tanya Syifa.
"Enggaklah sayang, aku pulang dulu ganti baju baru setelah itu ke kantor," ujar Rendy.
" Kirain mau pakai baju ini,"ucap Syifa.
"Emang ada yang salah kalau aku pakai baju ini, sepertinya sah sah saja," ujar Rendy melihat baju yang dia kenakan celana jins dan kaos putih di tambah jaket kulit.
"Terserah kamu saja, udah pergi sana nanti terlambat lagi di marahin Papa nanti," ucap Syifa.
"Kamu usir aku ini ceritanya," ucap Rendy.
"Bukan usir sayang, tapi kalau kamu di sini terus kapan ke kantornya,"ujar Syifa.
"Kalau gitu aku pergi dulu, Assalamualaikum," ucap Rendy.
"Waalaikum salam," jawab Syifa. Sudah beberapa menit Syifa menunggu tapi Rendy tak kunjung pergi.
," Kenapa masih di sini?," tanya Syifa.
,"Gak ada salim atau satu ciuman gitu, hitung hitung latihan," ucap Rendy.
,"Gak usah macam macam ya, udah pergi sana," ucap Syifa.
," Kamu usir aku lagi," ujar Rendy
,"Kali ini iya, kenapa?," ucap Syifa.
,"Ya sudah kalau kamu gak mau cium paling tidak salim aja gitu," ujar Rendy.
__ADS_1
Syifa menurut mengambil tangannya Rendy dan menyalami Rendy seperti yang biasa dia lakukan pada orang tuanya, dan itu terasa sangat aneh menurutnya.
," Sudah kan sekarang pergi sana," kata Syifa.
"Oke aku pergi sekarang tapi setelah kita nikah harus cium aku dulu sebelum aku ke kantor," ucap Rendy naik ke atas motornya.
," Iya," ucap Syifa.
," Benar," kata Rendy antusias.
," Benar Rendy," Jawab Syifa malu. Tapi supaya Rendy cepat pergi Syifa membenarkan saja apa yang di ucapkan Rendy.
"Baiklah aku pergi sekarang, doakan aku berhasil ya istriku," ucap Rendy.
"Pasti, cari uang yang banyak ya," ujar Syifa.
"Assalamualaikum," ucap Rendy sekali lagi
"Waalaikum salam, hati hati, gak usah ngebut pelan pelan saja, kalau sudah sampai kantor kabari aku" Jawab Syifa.
"Oke istriku," ujar Rendy.
Rendy menghidupkan motornya lalu pergi sedangkan Syifa masih melihat motor Rendy hingga menghilang dari pandangannya setelah itu baru dia masuk ke dalam rumahnya.
Syifa masuk ke rumah, rumah sangat sepi karena tidak ada siapapun di dalam rumah, Syifa masuk ke kamarnya untuk mandi karena sangat berkeringat setelah itu Syifa merebahkan tubuhnya di atas kasur miliknya.
" Tinggal seminggu lagi aku sudah jadi istrinya Rendy, pria yang aku cintai, semoga aku bisa jadi istri yang baik untuknya nanti," gumam Syifa melihat ke arah langit langit kamarnya.
"Pasti setelah ini Rendy bakal sibuk seharian di kantor apalagi banyak ceweknya, gak aku gak akan biarin Rendy macam macam, apa aku kerja di kantornya Rendy aja ya, aku tanya dia saja nanti," gumam Syifa tiba tiba berpikir ke arah sana dan mulai posesif.
Wanita mana yang tidak posesif saat pria yang dia cintai adalah pria yang sangat tampan dan juga mapan apalagi dia adalah pewaris tunggal, pasti banyak yang mengincarnya.
" Kenapa dia belum mengabari aku kalau sudah sampai," gumam Syifa mulai cemas.
"Apa aku susul aja ke kantornya, aku bilang aja kalau kamu bosan di rumah," ide Syifa.
Syifa bersiap siap menuju kantor Rendy dia juga sedikit menggunakan make up supaya lebih fresh saja.
,"Tapi aku tidak tahu kantornya Rendy dimana," ucap Syifa.
"Apa ku tanya Papa saja atau sama Rendy langsung," ucap Syifa.
"Sama Papa saja," kata Syifa menyelesaikan make up nya. dia hanya memoles wajahnya sedikit saja tidak berlebihan.
Syifa keluar dari kamarnya sambil memainkan hpnya untuk menanyakan ke Papanya dimana kantornya Rendy.
Setelah dapat alamatnya Syifa langsung meluncur menggunakan mobilnya sendiri. Di perjalanan Syifa terus saja memikirkan Rendy yang masih belum mengabarinya sampai sekarang.
"Apa yang dia lakukan sampai lupa mengabari aku," kata Syifa pada dirinya Sendiri.
__ADS_1
"Apa jangan jangan, aku gak boleh berpikir yang macam macam," Syifa berusaha membuang jauh jauh pikirannya yang tidak tidak mengenai Rendy.
Sampai di kantor Syifa menemui resepsionis yang sedang bekerja untuk menanyakan keberadaan Rendy.
,"Maaf Mbak, apa pak Rendy ada," tanya Syifa.
"Ada keperluan apa, apa sudah membuat janji sebelumnya," tanya resepsionis tersebut
"Saya belum membuat janji tapi Mbak bisa bilang kalau Syifa yang datang, " ucap Syifa.
"Maaf tapi kalau belum membuat janji anda tidak menemui bos baru kami," ujar resepsionis tersebut lagi.
Syifa bingung mau bilang apa jadi dia mencoba menghubungi Rendy sendiri tapi tidak di angkat sama Rendy.
" Rendy kemana sih kenapa tidak menjawab telponku," gumam Syifa.
Syifa masih menunggu seseorang yang mungkin saja mengenalinya tapi itu kemungkinannya sangat kecil karena ini pertama kalinya dia datang ke kantor calon mertuanya pasti tidak ada yang mengenalinya.
Lama menunggu akhirnya ada seseorang yang Syifa kenal yaitu asisten Papanya Rendy menghampirinya.
"Non Syifa kenapa bisa ada di sini?," Tanyanya.
"Syukurlah ada bapak, saya ingin menemui pak Rendy tapi tidak di izinkan masuk, saya juga tidak kenal siapapun di kantor ini," jawab Syifa.
"Kalau begitu silahkan ikut saya," ajaknya.
Syifa mengikuti ke mana asisten calon mertuanya membawanya pergi.
"Pak Rendy lagi bersama Pak Mahendra lagi membicarakan sesuatu, tapi ada keperluan apa sampai Non Syifa nekat ke kantor, kenapa tidak menelpon pak Rendy langsung."tanya Aldi asisten Papanya Rendy yang umurnya tidak jauh dari dirinya.
"Pantas saja dia tidak mengangkat telfon dariku,"
ucap Syifa masih bisa di dengar oleh Aldi.
"Saya sudah menelponnya tadi tapi tidak di angkat," jawab Syifa
"Pasti mereka lagi membicarakan sesuatu yang penting," Jawab asisten Aldi.
Aldi mengantar Syifa sampai di depan ruangan Rendy.
"Sebaiknya Non Syifa tunggu di sini saja, saya akan memberitahukan kepada Rendy kalau ada Non Syifa di sini," tutur Aldi.
Syifa mengangguk mengiyakan perkataan Aldi dan masuk ke dalam ruangan Rendy menunggu Rendy di dalam sedangkan Aldi pergi ke ruangan lain mencari Rendy di ruangan Papanya.
Jangan lupa
Like, Komen, Vote, Gift, and Hadiahnya.
tambahkan juga di daftar favorit kalian semua
__ADS_1
terima kasih waktunya.