pria idaman

pria idaman
PI24


__ADS_3

"Ayolah aku lapar " ujarnya merengek seperti anak kecil


"Enggak aku lapar kalau kamu mau masak aja sendiri " balasku sambil memasukkan mie ke dalam mulutku


" Ayolah aku udah mandi udah ganti baju aku males kalau harus masak lagi dikit aja ya " merengeknya lagi


Aku juga merasa kasian melihat Rendy seperti itu jadi aku ngalah


"Ya udah tapi awas kalau kamu makan semua " menatapnya


" Iya lagian kamu juga ikut makan kan jadi pasti cepat habis " ujarnya


" Habis makan langsung tidur jangan begadang lagi besok ujian akhir " ujarnya lagi


"Jadi gak sabar pengen cepat selesai " gumamnya memasukkan mie ke dalam mulutnya


" Dasar orang aneh " gumam ku pelan supaya gak kedengeran Rendy


Selesai makan kami memilih pergi ke kamar masing masing mengingat masih ada ujian


Dinginnya malam kini berganti dengan dinginnya pagi cahaya bulan berganti dengan matahari yang mehangatkan


bangun di pagi hari memulai rutinitas di pagi hari dengan kebahagiaan dengan semangat itu pasti


Syifa bangun ketika mendengar suara azan subuh dan bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan juga mengambil wudhu untuk menunaikan kewajiban sebagai seorang muslim tidak ada paksaan karena sudah menjadi kebiasaannya


Begitupun dengan Rendy dia bangun ketika suara azan subuh berkumandang sebagai seorang laki laki yang akan menjadi imam dan contoh yang baik untuk istri dan anaknya kelak dia selalu menunaikan ibadahnya karna sudah di ajarkan dari kecil oleh orang tuanya


Mengingat dia berada di rumah Syifa dia berniat membangunkan Syifa karena kamar mereka yang bersebelahan juga saat mengetuk pintu sang penghuni kamar keluar dengan menggunakan mukena


"Kamu mau salat ya bareng yok " ucap Rendy


" Iya kalau gitu kita salat di mushala aja ya " jawabku


" Iya boleh aku panggil mama sama papa juga ya " tanyaku


" Iya boleh aku tunggu di bawah ya " jawabnya


Aku pergi untuk membangunkan kedua orang tuaku tapi melihat mama keluar dengan perlengkapan yang siap untuk salat jadi aku tidak harus menunggu lagi


"Ma, kita salat di mushala yok ada Rendy juga " ajakku


" Iya udah mama panggil papa dulu ya kamu duluan aja " jawab mama


" Yaudah kalau gitu aku turun dulu " jawabku


Tidak begitu lama mama turun disusul dengan papa di belakang. Setelah lengkap Rendy meminta Papa yang menjadi imam karna lebih tua tapi Papa menyuruh Rendy saja karna kata papa insya Allah akan menjadi imam buat Aku jadi Rendy mengiyakan usulan Papa


Betapa senang rasa hati melihat keluarga yang utuh dan berada dalam jalan yang benar. Sejuk rasa hati melihat kedua orang tuaku berada di samping ku ketika aku akan menjadi istri seseorang dan senang melihat keakraban calon imam kelak dengan keluarga dan ya orang tua yang baik insya Allah akan memilih jodoh yang baik pula untuk anaknya orang tua tidak akan memilih jodoh tanpa melihat bibit dan bobotnya


Setelah selesai melaksanakan salat berjamaah kami pergi ke kamar masing masing aku bersiap siap ke sekolah begitu juga dengan Rendy, sedangkan Mama dan Papaku bersiap siap ke kantor menjalani aktivitas masing masing tapi sebelum itu kami sarapan bersama untuk lebih menjaga keharmonisan keluarga


" ma, pa, aku sama Rendy berangkat duluan ya " ujarku setelah selesai sarapan


" kita bareng aja Mama sama Papa juga mau pergi " jawab mama


Akhirnya kami keluar bersama untuk menjalani aktivitas masing masing


"Yaudah kami pergi dulu ya Ma,Pa " ujarku sambil menyalami mama dan papa secara bergantian

__ADS_1


"Aku juga ya Tante, Om " ujar Rendy juga menyalami kedua orang tuaku


" Ya kalian hati hati ya jangan ngebut " memperingati kami


"Iya ma" jawabku


" Yaudah berangkat gih nanti terlambat


lagi " ujar mama


" Ya udah kalau gitu assalamualaikum " ucapku disusul Rendy


"Assalamualaikum "ucap Rendy


" Waalaikum salam " jawab mereka barengan


Keluarga yang dulu jauh dari kata sempurna kini mulai berubah sedikit demi sedikit yang dulu sendiri sendiri sekarang hampir menjadi keluarga yang nyaris sempurna yang dulu jauh dari salam dan sapa hanya sesekali itupun hanya beberapa detik kini penuh dengan kebahagian


Aku berangkat dengan Rendy menggunakan mobil karena motor Rendy masih di rumahnya


Di dalam mobil tidak ada pembicaraan aku sibuk dengan pikiranku sendiri memikirkan keluargaku yang dulu dengan yang sekarang jauh berbeda sekali


"Sayang " ucap Rendy


"Eum " jawabku singkat"


"Kamu kenapa melamun sih " tanyanya


"Gak siapa yang melamun " ucapku mengelak


" Kalau bukan melamun terus kenapa kamu gak ngomong apa apa dari tadi


"ujarnya


"Sayang " panggilnya lagi


"Kenapa sih " bentakku tanpa sengaja


"Gak kenapa napa " balasnya


Habis itu tidak ada lagi suara hanya suara klakson dan suara mobil mobil yang ada di jalan saja.Aku merasa bersalah setelah membentak Rendy


"Sayang " ucapku


"Eum " jawabnya


"Maaf "ucapku


"Buat apa " tanyanya


"Aku ngebentak kamu tadi " jawabku


" Kamu bilang apa tadi " tanyanya


"Maaf " jawbku


"Bukan itu sebelumnya " ucapnya


"Apa " tanyaku tidak paham

__ADS_1


" Sayang " tanyaku


"Nah itu tapi kenapa kamu minta maaf ?" tanyanya


"Karena aku bentak kamu tadi " balasku


" Oh gak pa pa kok " balasnya tersenyum


"Kenapa kamu senyum senyum sendiri kamu gak lagi kesurupan kan "tanyaku


"Ya enggak lah " jawabnya


"Terus kenapa kamu senyum apa ada sesuatu di muka aku " melihat cermin


"Gak ada apa apa kok di muka kamu " jawabnya


"Lalu kenapa kamu senyum senyum gak jelas? " tanyaku


" Aku senang aja kamu panggil aku sayang" jawabnya. Dan aku baru menyadarinya kalau aku memanggil Rendy dengan sebutan sayang aku jadi malu


"Mama sama Papa kamu kapan balik " mengalihkan pembicaraan


"Aku gak tau kenapa kamu tanya Mama sama Papa aku dan kenapa juga muka kamu jadi merah" ujarnya tersenyum


" Apaan sih kamu siapa juga yang mukanya merah " balasku melirik ke


cermin memastikan wajahku


" Kalau gitu kenapa kamu liat cermin " tanyanya masih tersenyum


"Emang gak boleh aku liat ke cermin terserah aku dong mau liat ke mana aja


" jawabku sinis


"Yaudah kalau gitu " jawabnya gak kalah sinis denganku


Selepas itu tidak ada lagi omongan antara kami aku juga terlalu malu untuk memulai pembicaraan dengan Rendy


Dia pun tidak bicara lagi hanya tersenyum sesekali sampai akhirnya kami sampai di sekolah


Saat aku mau turun Dia menghentikan ku


"Tunggu dulu " ujarnya. Aku hanya menurut saja Rendy keluar dan membukakan pintu mobil untukku


" Silahkan sayang " ucapnya


" Kamu ngapain sih " tanyaku


"Membukakan pintu untukmu " jawabnya


"Tapi tunggu dulu panggil aku sayang dulu baru kamu boleh pergi " sambungnya


"Gak apa apa sih kamu " jawabku


"Kalau gitu kamu gak boleh turun " ujarnya


"Awas gak " balasku


"Gak " jawabnya

__ADS_1


Aku pun mengigit tangannya Rendy yang menghalangiku


jangan lupa kritik dan sarannya ya jangan lupa vote juga maaf kalau masih banyak typo maklum masih karya pertama ku


__ADS_2