
Setelah menyambut kepulangan orang tuaku dan menyapa mereka untuk mengajak bicara seperti biasa tapi sayangnya mereka tidak merespon dengan baik seperti hari hari sebelumnya mereka seperti kembali seperti sebelum bertemu dengan Rendy walaupun itu mungkin saja tidak seperti yang kupikirkan tapi dengan keadaanku seperti ini yang sangat kacau aku bisa saja berpikiran yang tidak logis dimataku sekarang mereka semua sedang menjauhiku
Aku kembali ke dalam kamarku sekarang aku gak tau apa yang harus aku lakukan hatiku hancur berkeping keping
"Kenapa dengan semua orang hari ini kenapa tidak ada yang peduli denganku " batinku. perasaanku seperti ditusuk tusuk dengan pisau yang sudah karatan sakit sekali
"Orang yang aku sayangi semuanya pergi meninggalkanku sendiri hanya Dara Dea dan Fera yang benar benar tulus menyayangiku, Dara, Dea dan Fera aku ingin membagi cerita ini dengan kalian " gumamku dalam Isak tangis
"Besok aku akan minta penjelasan dari Rendy apapun yang dia katakan aku akan menerimanya aku tidak mau berharap lagi darinya aku bisa kembali seperti Syifa yang sebelumnya seperti sebelum mengenalnya aku tidak mau makin dalam mencintainya " gumamku menghapus air mataku dan memantapkan dan menguatkan diriku sendiri
Sudah dua malam terakhir Syifa tidur dalam keadaan menangis dan hancur. Syifa dulu bukanlah wanita yang rapuh dan dan selemah ini dari dulu dia hidup sendiri tapi tidak sampai serapah ini. Syifa yang dulu walaupun tidak mendapat kasih sayang dari orang tuanya tapi dia selalu ceria lalu kenapa sekarang yang hanya Rendy tidak mau bicara dengannya dia bisa seperti ini. Benarkah ini yang dinamakan kekuatan cinta bukanlah akan sama saja kembali seperti sebelumnya
Pagi hari aku kembali terbangun dengan mata yang sembab tapi aku tidak peduli itu aku bangun untuk melanjutkan hidupku
Aku masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan bersiap siap untuk sarapan dan pergi sekolah aku mengoleskan krim untuk menutupi mataku yang sembab
Setelah selesai mandi dan memakai seragamku aku turun untuk sarapan pagi seperti biasa berharap hari ini sikap orang tuaku kembali tidak seperti yang aku pikirkan semalam
"Selamat pagi " ucapku seraya turun dari tangga untuk menghampiriku
"Sayang " ucap Papaku
"Pa Mama mana kok gak ada " tanyaku
"Mama udah berangkat dari pagi sayang kamu sarapannya sama Papa aja ya " ujarnya
"Iya Pa tapi kok tumben biasanya Mama selalu bareng Papa " tanyaku duduk di sampingnya
" Mungkin Mama lagi ada urusan yang harus diselesaikan sayang " jawab Papaku
" Kamu hari ini berangkatnya naik apa atau mau Papa antar " sambungnya
"Gak Pa aku bawa mobil sendiri aja " jawabku
__ADS_1
"Tapi Papa perhatikan udah dua hari ini kamu gak berangkat sama Rendy biasanya kamu selalu dijemput kemana Rendy " tanya Papaku
" Kan lagi ujian Pa mungkin dia juga lagi sibuk " jawabku berbohong
" maafin Syifa ya Pa Syifa gak mau cerita sama Papa dan menyembunyikan semua dari Papa sama Mama tapi Syifa ingin memastikan langsung dari Rendy sebelum Syifa bilang ke kalian Syifa harus menanyakan ini sendiri " batinku
"Tapi seperti ada yang kamu pengen ceritakan sama Papa, Papa tau kita memang tidak terlalu dekat dulu Papa dan Mama selalu mementingkan perusahaan Papa tapi sekarang Papa akan berusaha sayang menjadi orang tua yang lebih baik " ucap Papaku
"Syifa gak pa pa kok Pa kalau ada apa apa pasti Syifa kasih tau dan satu lagi bagi Syifa Mama sama Papa adalah orang tua yang baik bahkan dari dulu kalau kalian tidak sayang sama Syifa pasti Syifa tidak sebesar ini sekarang " jawabku
"Kamu memang anak yang baik sayang Papa bangga sama kamu " ucap Papaku seraya memeluk dan mencium keningku
" Maaf ya Pa semalam aku sempat berpikiran buruk tentang Papa dan juga Mama aku terlalu emosi mungkin " batinku menatap Papaku dengan tatapan yang sulit diartikan
" Kalau gitu Syifa pamit dulu ya Pa takut telat masih ada ujian hari ini " ujarku
"Kita keluar bersama sama Papa juga udah selesai " ucapnya
"Ok kalau gitu yok Pa " balasku
Kita keluar rumah bersama sama dan menuju ke mobil masing masing dan tidak lupa sebelum masuk ke dalam mobil aku mencium tangannya dan mengucapkan salam
Aku berangkat ke sekolah dengan perasaan sedikit tenang karena apa yang kupikirkan semalam tidak benar benar terjadi orang tuaku masih sama mereka masih menyayangiku ternyata memang apa yang kita pikirkan belum tentu itu benar dan apa yang kita lihat juga belum tentu itu adalah kenyataannya
Di satu sisi aku merasa lega tapi di sisi yang lain aku masih merasa sedih
"Apa aku harus kehilangan Rendy apa aku akan siap untuk itu " gumamku
"Aku harus menerima kenyataan walaupun itu menyakitkan " batinku
Sampai di sekolah aku masih sendiri bukan sendiri tapi teman teman yang satu kelas dan yang akrap denganku belum sampai
"Apa hari ini aku kepagian apa Rendy sudah datang sepertinya dia sudah datang " gumamku melihat ke arah parkiran lebih tepatnya lagi melihat ke arah motornya Rendy yang sudah terparkir seperti biasanya
__ADS_1
"Aku harus mencarinya dan meminta penjelasan darinya hari ini " gumamku mencari keberadaan Rendy
Capek aku mencari ke semua tempat yang biasa dia duduk bisanya di lapangan basket dia tidak ada di taman juga tidak ada bahkan di kantin dia juga tidak terlihat
"Rendy kemana sih kok gak ada " gumamku sudah lelah mencari keberadaanya tapi tidak kunjung bertemu dengannya akhirnya aku pasrah karena tidak kunjung menemuinya aku kembali ke kelas tidak sengaja saat aku melewati tangga yang biasa dilalui kalau kita mau ke atap gedung sekolah aku melihat Rendy turun dari sana
"Ngapain dia ke atap apa ada sesuatu " gumamku penasaran apa yang dilakukannya di tas karena tidak biasanya dia naik ke sana
" Rendy tunggu " teriakku
"Tunggu aku ada yang mau aku bicarakan sama kamu penting " ujarku tapi tidak ada respon dari Rendy
"Ayo ikut aku " menarik tangannya Rendy supaya mengikutiku
"Ada apa " tanya datar
"Kamu kenapa sih dua hari ini apa kamu marah karena aku suruh kamu bilang I love you ke aku " tanyaku tapi tidak menerima balasan apa pun darinya
"Jawab apa karena itu atau karena wanita lain " tanyaku berlinang air mata aku sudah berusaha menahannya tapi tidak bisa ini terlalu sakit bagiku
" Udah masuk aku kembali ke kelas dulu dan jangan pikirkan apa apa lewati ujian dengan baik " ucapnya lalu pergi
"Kenapa dengannya apa benar karena wanita lain tapi kenapa dia tidak berterus terang saja kenapa membuat aku seperti ini " gumamku tangisku pecah tapi aku segera menghapus air mataku dan pergi ke toilet untuk mencuci mukaku dan kembali ke kelas untuk mengikuti hari terakhir ujian
댓그록고ㅓ 투표를 좋어하 는것을잊지 마세요
Daesgeulgwa tupyeleul jioh- ajaneun goes- eul ij-ji maseyo
Jangan lupa like komen dan votenya ya bintang LIMANYA juga
감사합니다
Gamsahabnida
__ADS_1
Terima kasih