pria idaman

pria idaman
uring-uringan


__ADS_3

HAPPY READING!!!


BUDAYAKAN LIKE, KOMEN, VOTE, FAV.


Sore hari Syifa masuk ke kamarnya setelah berjalan- jalan di sekitaran rumahnya sambil mengenang masa-masa kecilnya yang bahagia bersama dengan orang tuanya.


Karena sudah sore Syifa membersihkan tubuhnya dan duduk di ruang tamu sambil menyalakan tv. Mamanya juga belum pulang sampai sore hari.


"Sudah sore tapi kenapa Mama belum pulang juga," gumam Syifa.


Syifa duduk di sofa depan tv sampai bakda magrib tapi Mama dan Papanya belum juga kembali. Setelah menunggu orangtuanya yang tak kunjung pulang Syifa memutuskan masuk ke dalam kamarnya untuk melaksanakan shalat magrib.


Selesai melaksanakan shalat magrib Syifa mendengar suara mobil dari luar yang menandakan kalau orang tuanya sudah pulang.


Syifa menyimpan mukenanya di samping tempat tidur lalu turun untuk menghampiri orang tuanya yang baru saja pulang.


Syifa menuruni tangga satu persatu dan melihat Mananya yang baru masuk ke rumah.


"Assalamualaikum, sayang," ucap Mama Sarah.


" Waalaikum salam Ma, kenapa baru pulang?," Jawab Syifa sekaligus bertanya.


"Maaf tadi Mama ke kantor Papa karena ada sedikit masalah, kamu pasti bosan di rumah sendirian," ucap Mama Sarah lagi.


"Gak pa-pa Ma, Papa di mana?," Tanya Syifa


"Di luar lagi masukin mobil ke bagasi," jawab Mama Sarah.


"Kamu udah makan?," Tanya Mama Sarah lagi.


"Belum Ma, Syifa juga gak masak," jawab Syifa.


Asisten rumah tangga sengaja di kasih cuti dalam beberapa hari ini dan besok barulah mereka kembali bekerja sesuai perintah pemilik rumah.


" Tidak apa-apa, Papa beli makanan tadi di luar. Kita tunggu di meja makan saja." balas Mama Sarah.


Tidak lama Papanya Syifa masuk ke dalam dengan membawa beberapa tentengan.

__ADS_1


"Malam Pa," sapa Syifa.


"Malam sayang, maaf ya kami meninggalkanmu sendirian di rumah seharian," ucap Papa Surya meletakkan makanan yang dia bawa di atas meja.


"Gak pa-pa kok Pa, Syifa ngerti!,"ujar Syifa


"Kamu pasti sangat lapar ya?," tanya Papa Surya lagi.


"Sedikit...," jawab Syifa tersenyum.


"Mama dan Papa kalau mau bersih-bersih dulu gak pa-pa biar ini Syifa yang siapin," ucap Syifa.


"Beneran gak pa-pa sayang?," Tanya Mama Sarah.


"Beneran Ma...,"balas Syifa.


"Makasih ya sayang, jujur badan Mama udah lengket banget dari tadi." ucap Mama Sarah.


"Maka dari itu mendingan Mama bersih bersih dulu."jawab Syifa.


''Putri kecil Papa udah besar dan mandiri sekarang, Papa juga bersih-bersih dulu ya, kalau kamu mau makan lebih dulu, makan aja gak usah tunggu kami."ucap Papa Surya mengelus rambut Syifa.


"Masih cantik kok anak Papa ini," ucap Papa Surya mencubit pipi Syifa gemas.


"Sakit Pa, Ma lihat Papa," adu Syifa


"Mas udah, suka banget lihat anaknya kesal. Kita ke kamar dulu ya sayang," ujar Mama Sarah.


"Iya Ma," jawab Syifa masih cemberut.


"Jangan cemberut lagi nanti Papa cubit lagi," ancam Papa Surya. Syifa langsung menutup pipinya dengan kedua tangan.


"Mas udah," ucap Mama Sarah kepada suaminya.


Mama dan Papanya Syifa masuk ke dalam sedangkan Syifa menyiapkan makan malam mereka. Syifa duduk di kursi menunggu orang tuanya bergabung dengannya.


Tidak lama kemudian, orang tua Syifa turun dan duduk bi kursi meja makan dan menikmati makan malam mereka, tidak ada suara kecuali dentingan sendok, garpu, dan piring.

__ADS_1


Kemudian, setelah menyesaikan makan malamnya Syifa masuk ke dalam kamarnya untuk istirahat dan menunggu insya di dalam kamarnya. Sedangkan Mama memilih menonton tv dan Papanya pergi ke ruang kerjanya.


Setelah waktu insya masuk, tanpa menunggu Syifa langsung melaksanakan shalatnya tentu saja setelah berwudhu. Selesai shalat Syifa memilih untuk tidur karena di berena akan menanam beberapa bunga di halaman belakang rumahnya. Malam ini dia tidak menghubungi Rendy dan langsung tidur.


......................


Rendy sejak tadi menunggu panggilan dari Syifa tidak keluar sama sekali dari kamarnya setelah makan malam.


"Syifa kemana sih? Kenapa belum menghubungiku jga sampai sekarang! Apa dia lagi sama orang tuanya, tapi udah jam segini...," gumam Rendy. Dia terus menatap ponselnya menunggu panggilan dari Syifa. Tapi, lama menunggu Syifa tidak menghubunginya juga membuat Rendy uring-uringan gak jelas di atas kasur miliknya.


"Sayang kamu kemana sih, atau aku aja yang menelponnya terlebih dahulu. Tapi kalau dia lagi bersama orang tuanya gimana?," Rendy terus berbicara dengan dirinya sendiri bahkan, dia tidak menghiraukan panggilan teman- temannya.


Rendy terus saja membolak balikkan tubuhnya di atas kasur sampai seseorang mengetuk pintu kamarnya.


Tokkk tokkk tokkk


''Rendy, kamu sudah tidur?," Panggil Mamanya Rendy.


" Udah...," jawab Rendy.


"Udah kok masih bisa jawab, buka pintunya ada yang mau Mama bicarakan sama kamu," teriak Mamanya Rendy dari balik pintu.


Rendy segera membuka pintu untuk Mamanya bisa masuk. tapi, wajahnya tidak bisa di kontrol dia masih saja kesal karena Syifa belum juga menghubunginya sampai sekarang.


Setelah membuka pintu Rendy merebahkan tubuhnya lagi di atas kasur. Begitu Mamanya masuk dan melihat Rendy uring- uringan tidak jelas menjadi penasaran.


"Sayang kenapa dengan wajah kamu?," Tanya Mama Clara seraya duduk di tempat tidurnya Rendy.


" Ini semua juga karena Mama!," ucap Rendy menyalahkan Mamanya.


"Kenapa menjadi Mama yang salah?," Tanya Mama Clara bingung karena tidak merasa berbuar sesuatu yang salah.


"Karena kalian Rendy gak bisa ketemu sama Syifa seharian ini,"balas Rendy.


Mamanya Rendy yang mendengar anaknya berbicara seperti itu tersenyum dengan kelakuan anak semata wayangnya yang menurutnya sangat kekanakan itu.


jangan lupa like, komen, and fav

__ADS_1


thanks 💜💜


__ADS_2