
HAPPY READING !!!
BUDAYAKAN LIKE, KOMEN, VOTE AND FAV.
💜
"Kenapa Mama tersenyum? Mama suka lihat Rendy sepeti ini?," Tanya Rendy kesal.
" Bukan sayang, Mama lucu aja lihat kamu seperti orang yang baru jatuh cinta saja," ucap Mama Clara tersenyum.
"Mama jangan ledekin Rendy, bukankah Mama juga tahu kalau Syifa adalah pacar pertama Rendy selama ini Rendy mana pernah punya pacar, walaupun wajah Rendy tampan dan banyak yang incar tapi Rendy tidak pernah mau asal Mama tahu" balas Rendy memuji dirinya sendiri.
"Mama lupa kalau kamu belum pernah pacaran sebelumnya, kasian anak Mama, tapi Mama bangga sama kamu, enggak memanfaatkan ketampanan kamu ini untuk menyakiti hati wanita" ucap Mama Clara mengelus bahunya Rendy.
" Ma biarkan Rendy bertemu Syifa ya, besok saja," pinta Rendy.
" Baru juga sehari, sabar sayang." ujar Mama Clara.
"Ma, ayolah bantu Rendy kali ini saja, Mama sayang Rendy kan? Tapi, jangan kasih tau Papa." bujuk Rendy.
"Sayang karena Mama sayang sama kamu makanya Mama gak bisa bantu kamu...," jawab Mama Clara.
" Mama emang gak sayang sama Rendy," ucap Rendy cemberut seperti anak kecil saja
"Mending Mama keluar Rendy mau tidur dulu," usir Rendy merebahkan dirinya di atas kasur. Menyelimuti dirinya dengan selimut.
"Ya sudah Mama keluar dulu kalau begitu." ucap Mama Clara. Bangun dari kasurnya Rendy.
"Ma, Rendy mohon sekali ini saja bantuin Rendy,," cegah Rendy.
"Ada apa ini?," Tanya Papanya Rendy yang baru masuk.
"Bukan apa-apa Pa..."jawab Rendy.
"Kalau tidak apa-apa kenapa kamu gelendotan di tangan Mama kamu, seperti anak kecil saja." balas Papanya Rendy.
"Bukan apa- apa kan Ma," ucap Rendy.
__ADS_1
"Besok Mama tanya Mamanya dulu ya siapa tahu bisa," kata Mama Clara.
"Beneran Ma," ujar Rendy semangat.
"Iya," balas Mama Clara.
" Rendy sayang Mama," ucap Rendy bangun dari kasurnya langsung memeluk sang Mama dan mencium wajah Mamanya saking senangnya.
"Apa yang kamu lakukan, lepas," pinta Papanya Rendy.
"Pa, kalau cemburu lihat orangnya dulu kenapa, masak sama anak sendiri cemburu sih," ucap Mama Clara membela Rendy.
"Gak boleh," ujar Papanya Rendy.
"Boleh Pa, " timpal Rendy.
''Tapi Mama gak janji ya, kita lihat besok kalau Mamanya Sy....," belum sempat Mama Clara menyelesaikan ucapannya tangan Rendy sudah menutup mulutnya.
"Jangan kasih tau Papa, nanti dia kasih tahu sama Papanya Syifa Ma," bisik Rendy di telinga Mamanya takut ketahuan sang Papa.
"Rendy, kamu mau membunuh Mama kamu, lepaskan!," tutur Papa Mahendra Papanya Rendy.
"Kamu ini, Mama sampai gak bisa napas." ucap Mama Clara.
"Rendy gak sengaja Ma," balas Rendy memeluk Mamanya lagi.
"Kalian berdua lagi ngomongin apa sih dari tadi?," Tanya Papa Mahendra penasaran.
" Bukan hal serius kok Pa, benar kan Ma," jawab Rendy.
" Iya," jawab Mama Clara membenarkan ucapan sang anak.
",Awas kalau kalian ketahuan berbohong sama Papa, ayo Ma kita ke kamar kita sendiri saja,biarkan dia sendiri di sini." ajak Papa Mahendra.
Rendy mencegah Mamanya untuk pergi hanya untuk mengucapkan terima kasih karena telah mau membantunya walaupun belum tentu bisa.
"Makasih Ma, Rendy sayang Mama," ucap Rendy memeluk Mamanya dengan penuh kasih sayang.
__ADS_1
"Sama-sama sayang, Mama bisa melakukan apapun asal anak kesayangan Mama ini tidak cemberut seperti tadi." balas Mama Clara. Sedangkan, Papanya sudah keluar lebih dulu dari kamarnya Rendy.
" Mama adalah Mama terbaik di dunia," ucap Rendy mengeratkan pelukannya.
"Mama susul Papa kamu dulu, nanti yang ada Papa kamu balik lagi ke sini" ucap Mama Clara melepaskan pelukannya.
"Jangan kasih tahu Papa tentang permintaan Rendy yang ini ya Ma," Pinta Rendy.
'Emmmm' balas Mamanya menganggukkan kepalanya.
Sebelum Mamanya pergi Rendy mencium pipi Mamanya. Kemudian, setelah Mamanya keluar dari kamarnya Rendy mengunci pintu kamarnya. Dan loncat- loncat kegirangan, seperti anak kecil yang mendapat mainan baru.
Rendy melompat ke atas tempat tidurnya dan mengecek ponselnya sekali lagi tapi tidak ada notifikasi dari Syifa.
"Kenapa dia tidak memberi kabar sama sekali malam ini, aku akan menanyakan padanya langsung besok." gumam Rendy.
Kemudian merebahkan tubuhnya lalu tidur. Dia sangat bersemangat untuk menemui Syifa keesokan harinya.
...****************...
Pagi hari seperti biasa Syifa bangun dari tidurnya, mandi, setelah itu shalat subuh, dan sarapan bersama Mama Papanya. Kebetulan para Bibi di rumahnya juga sudah masuk kembali. Jadi, dia tidak perlu menyiapkan sarapan, hanya membantu menaruh di atas meja saja karena semuanya sudah siap.
Hari ini Mamanya tidak pergi kemana- mana dan akan di rumah saja menemani Syifa. Syifa mengajak Mamanya untuk menanam bunga di belakang rumah, Mamanya juga setuju karena tidak ada kegiatan yang lain.
Syifa sudah mempersiapkan semuanya kemaren. Dia sudah membeli beberapa jenis tanaman dan beberapa jenis bunga yang siap di tanam. Tidak lupa juga dia menyiapkan pupuk untuk tanamannya.
Dan segala peralatan yang dia butuhkan sudah di siapkan oleh pembantunya.
Sekarang mereka lagi di halaman belakang rumah mereka. Halaman yang luas tapi terasa mati karena tidak ada tanaman apapun di sana hanya ada beberapa bunga yang hampir mati karena jarang di urus, tapi rumputnya sangat hijau. Hari ini Syifa dan Mamanya akan menyulapnya menjadi kebun buah dan bunga.
" Semua sudah siap kita mulai dari mana ini?," Tanya Mamanya Syifa.
" Kita harus menentukan tempat untuk tanaman buah di sebelah mana dan bunga di mana?," ucap Syifa.
" Sebelah sini saja bunga-bunganya kita tanam buah ini di samping- samping saja dan beberapa tempat di sekitar sini supaya tidak panas, nanti kita beli ayunan juga dan bangku taman, gimana?," usul Mama Sarah.
"Boleh Ma, tapi aku minta bantuan Pak Parto dulu , karena kita tidak mungkin menggali ini sendiri yang ada belum sempat berbuah pohonnya sudah tumbang." ujar Syifa.
__ADS_1
Syifa sengaja membeli tanaman buah yang sudah besar supaya tidak lama masa pertumbuhannya.