
Syifa mengangguk mengiyakan perkataan Aldi dan masuk ke dalam ruangan Rendy menunggu Rendy di dalam sedangkan Aldi pergi ke ruangan lain mencari Rendy di ruangan Papanya.
Sudah lebih dari setengah jam Syifa menunggu tapi Rendy belum terlihat juga batang hidungnya. Membuat Syifa bosan menunggu dan melilih mutar mutar di dalam ruangan tersebut sambil melihat lihat ke arah luar.
"Sebenarnya Rendy lagi bahas apa sih sama Papanya,'' umpat Syifa.
Syifa menunggu sambil memainkan hpnya karena bosan Syifa terus chatting bersama teman temannya.
Suara orang membuka pintu membuat Syifa mengalihkan tatapannya dari hp miliknya. Dia menoleh ke sumber suara dan mendapati Rendy dengan wajah lesu.
" Sayang sejak kapan kamu di sini?," tanya Rendy
"Sudah dari dua jam yang lalu, tapi bukannya tadi kak Aldi sudah memberitahukan kamu?," ujar Syifa berjalan menuju sofa lalu duduk.
" Enggak aku dari tadi sama Papa dan belum ketemu kak Aldi," jawab Rendy.
" Tapi kenapa kamu ke kantor bukannya aku belum pernah ajak kamu?, tahu dari mana alamat kantor Papa?" tanya Rendy ikut duduk di sebelah Syifa.
"Aku bosan di rumah terus, jadi aku susul kamu ke kantor sekalian lihat lihat kantor Papa kamu," ucap Syifa berbohong ya kali dia bilang kalau sebenarnya dia merasa cemas karena Rendy belum menghubunginya setelah pulang dari rumahnya.
" Sekarang sudah di kantor mau ngapain?,'' tanya Rendy.
''Gak tahu," jawab Syifa.
''Kamu sendiri di ruangan ini?,'' tanya Syifa lagi.
''Iya sendiri mau sama siapa lagi,'' jawab Rendy.
'' Kamu gak punya asisten atau sekretaris gitu?,'' tanya Syifa
''Belum punya lagi di cari," jawab Rendy.
" Cewek atau cowok," tanya Syifa mulai gak suka.
''Belum ketemu jadi belum tahu kan yang cari Papa bukan aku, aku nurut saja," ujar Rendy belum peka.
''Kamu maunya cewek atau cowok?,'' tanya Syifa mulai mengintrogasi Rendy.
''Aku apa saja yang penting bisa bekerja dengan baik, tidak masalah,'' jawab Rendy.
''Kalau cewek gimana.'' tanya Syifa.
''Ya gak pa pa, memangnya ada masalah kalau cewek'' jawab Rendy masih belum peka juga.
''Kok gak pa pa sih?,'' ucap Syifa kesal.
''Terus?,'' tanya Rendy bingung.
__ADS_1
''Kalau nanti ceweknya cantik, sexy, terus dia suka sama kamu gimana?,'' cerca Syifa.
Rendy bukannya langsung menjawab tapi malah tertawa.
''Kenapa tertawa, kamu suka ya, atau kamu memang berharapnya yang jadi asisiten kamu wanita yang sexy gitu," ucap Syifa.
''Kamu lagi cemburu sayang,'' tanya Rendy masih tertawa.
''Kalau iya kenapa, salah,'' kata Syifa kesal.
''Kamu lucu banget sih kalau cemburu begini, bikin gemes aja,'' ujar Rendy.
''Ini gak lucu sama sekali,'' ucap Syifa masih kesal.
''Tapi kan sayang mau cewek atapun cowok sama saja," ucap Rendy.
" Pastilah kamu ngomong gitu, kan bisa cuci mata,'' ucap Syifa kesal.
''Oke oke aku akan bilang sama Papa nanti suruh cari yang pria saja,'' ucap Rendy berhenti tertawa.
''Tapi kamu lucu banget kalau lagi cemburu begini, serius, aku suka lihat kamu lagi cemburu begini sering sering aja, atau aku gak usah bilang aja sama Papa,,''Ucap Rendy melanjutkan tertawanya.
''Terserah kamu saja, aku mau pulang,'' kata Syifa.
''Lah kok pulang sih,'' ucap Rendy langsung berhenti tertawa.
''Malas aku, kamu cari aja asisiten cantik dan sexy,'' ucap Syifa berdiri dari duduknya.
''Aku bawa mobil sendiri," ucap Syifa cuek masih saja kesal.
''Udah dong sayang gak usah ngambek lagi, sebentar lagi kita nikah, kan gak lucu kamu ngambek begini,'' ucap Rendy membujuk Syifa.
''Atau gini aja, kamu saja yang menjadi asisten sekaligus sekretasis pribadi aku, gimana mau gak?,'' usul Rendy.
''Memangnya boleh?,'' tanya Syifa.
''Kenapa gak boleh, lebih bagus malah kita bisa sering bersama,jadi gak ada cemburu cemburu gak jelas, gimana?,'' ucap Rendy tersenyum.
.''Kamu ngejek aku,'' kata Syifa.
''Bukan ngejek sayang, tapi jujur kamu lucu banget kalau lagi cemburu tambah cinta aku sama kamu," ucap Rendy setengah menggombal.
''Tapi beneran aku bisa kerja,'' tanya Syifa memastikan.
''Bisa asal sama aku kalau yang lain gak boleh, apalagi setelah kita nikah nanti pengennya aku kamu di rumah tungguin aku pulang tapi kalau kamu mau kerja juga gak apa apa asal satu kantor sama aku,'' tutur Rendy.
''Beneran boleh?,'' tanya Syifa sekali lagi, Rendy mengangguk mengiyakan perkataan Rendy.
__ADS_1
''Terima kasih, aku pulang dulu, daaa calon suamiku, kamu memang terbaik, Assalamualaikum '' ucap Syifa berdiri dari duduknya keluar dari ruangan Rendy.
"Waalaikum salam," jawab Rendy setengah bingung dengan kelakuan calon istrinya itu.
'' Kenapa aku merasa kalau Syifa kesini cuma mau memastikan itu ya, atau perasaanku saja,'' gumam Rendy setelah Syifa menghilang. dirinya benar benar di buat bingung dengan sikap Syifa yang terkesan cuek tapi sekali bertindak bikin pusing kepala.
Rendy masih bibgung dengan sikap Syifa yang tiba tiba datang ke kantornya lalu membahas masalah asisiten wanita terus pergi begitu saja setelah mendapat jawaban apa yang dia mau.
''Tapi dia sangat lucu saat cemburu seperti tadi, aku tidak pernah melihat dia cemburu sebelumnya, Syifa kamu membuat aku jadi tidak waras, jadi gak sabar pengen cepat cepat nikahain dia,'' gumam Rendy tersenyum bahagia.
'' Kenapa senyum senyum sendiri,'' ucap Papa Mahendra tiba tiba sudah berada di dalam ruangan Rendy
''Pa, bikin kaget aja,'' ucap Rendy.
''Kemana Syifa tadi kata Aldi ada Syifa di sini,'' tanya Papa Mahendra.
''Sudah pulang orangnya Pa, Papa telat,'' jawab Rendy masuh saja tersenyum.
''Kenapa kamu senyum senyum gak jelas begini,'' tanya Papa Mahendra.
''Oh iya kebetulan Papa kesini, Papa gak usah cari orang buat jadi asisiten Rendy ya,'' ucap Rendy.
''Kenapa? kamu sudah menemukannya sendiri?,'' tanya Papa Mahendra.
''Udah Pa,'' jawab Rendy.
''Siapa kalau Papa boleh tahu?,'' tanya Papa Mahendra.
''Calon mantu Papa,,'' jawab Rendy tersenyum lagi.
''Memangnya Syifa mau?,'' tanya Papa Mahendra lagi.
''Pasti maulah Pa, malahan aku menemukan ide ini dari Syifa,'' ucap Rendy.
''Syifa minta sama kamu kalau dia mau kerja?,'' tanya Papa Mahendra lagi.
''Bukan Pa tapi Syifa tadi ke sini terus nanya nanya masalah asisten sama Rendy, Rendy bilang belum ketemu yang pas, tapi dia bilang Rendy pasti suruh cari asisten cewek yang sexy buat Rendy cuci mata,'' cerita Rendy sama Papanya sambil tertawa.
''Syifa cemburu ceritanya,'' ucap Papa Mahendra.
''Iya Pa, aku juga terkejut kenapa dia tiba tiba datang ke kantor gak kasih tahu aku dulu,'' ucap Rendy.
''Perempuan memang misterius ya, kita gak tahu apa yang sedang ada si pikiran mereka,'' tutur Papa Mahendra.
Jangan lupa
like, komen,vote,gift,and hadiahnya.
__ADS_1
tambahkan juga di daftar favorit teman teman sekalian
terima kasih