
Malam itu Syifa dilarikan ke rumah sakit karena jatuh pingsan dan tidak sadarkan diri oleh orang tuanya.dan langsung ditangani oleh dokter.
''Sayang kenapa jadi begini,'' Ucap Mamanya Syifa begitu Syifa masuk ke ruang ICU
''Sabar sayang kita tunggu dokter keluar dulu,'' Ujar Papanya Syifa menenangkan Mama Sarah walaupun dia sendiri mengkhawatirkan keadaan Syifa
Tidak lama dokter keluar dari ruangan pemeriksaan Syifa.
''Gimana keadaan anak kami dok,'' Tanya Papanya Syifa mewakili
''Alhamdulillah anak ibu dan bapak baik baik saja hanya kelelahan dan banyak pikiran saja tidak ada yang serius,dan kalau kalian mau jenguk sudah boleh tapi setelah pasien dipindahkan ke ruang rawat terlebih dahulu '' Jawab Dokter itu
''Syukurlah,'' Ucap Papa dan Mamanya Syifa
''Kalau begitu saya permisi dulu,'' Ucap Dokter
''Terima kasih Dok,'' Ucap Mamanya Syifa
''Sama sama,'' Jawab Dokter tersebut lalu pergi
Setelah Dokter itu pergi Mamanya Syifa dan Papanya masuk ke dalam ruang rawat Syifa setelah di pindahkan oleh para perawat tentunya. Melihat anak semata wayangnya tertidur dalam keadaan masih lemas di atas tempat tidur rumah sakit membuat hatinya sakit karena selama ini mereka selalu mengandalkan Bibi dalam mengurus Syifa bahkan saat Syifa sakit mereka selalu sibuk bekerja.
__ADS_1
''Hanya karena Rendy mau pergi kamu sudah seperti ini sayang, segitu cintanya kamu sama Rendy,'' gumam Papanya Syifa
''Memangnya benar ya Pa kalau Rendy mau lanjutin kuliah di luar negeri?, bukannya setelah selesai sekolah mereka mau tunangan?,'' tanya Mamanya Syifa tidak tahu apa apa mengenai itu
''Sebenarnya enggak Ma, hanya saja Papanya Rendy ingin mengetes anaknya saja, dan mengenai itu sebenarnya Papa sudah tahu'' jawab Papanya Syifa
''Kenapa Papa gak kasih tahu Mama, kan kasian Syifa Pa'' Ucap Mama Sarah
''Kalau Papa tahu jadi seperti ini, Papa juga gak mau Ma,'' Jawab Papa Surya
''Apa Papa udah kasih tahu Rendy kalau Syifa masuk rumah sakit?,'' Tanya Bu Sarah Mamanya Syifa
''Gimana bagusnya aja Pa,'' Jawab Bu Sarah
''Mama istirahat aja, biar Syifa Papa yang jaga,'' Ucap Papa Syifa dan Mama Sarah pun mengiyakan karena sudah lelah juga
Saat orang tuanya membahas mengenai rencana mengerjai mereka Syifa masih belum sadar juga dan tidak mendengar apa yang orang tuanya bahas.
''Maafin Papa sayang selama ini Papa gak pernah perhatian sama kamu, Papa selalu sibuk dengan pekerjaan Papa, tapi mulai sekarang Papa gak akan nyakitin kamu lagi dengan hadirnya Rendy pikiran Papa jadi terbuka sayang,'' ucap Papa Syifa pelan duduk di samping Syifa yang terbaring lemas.
''Papa harus berterima kasih sama Rendy dan juga Papa akan memarahi Papanya Rendy karena idenya kamu jadi seperti ini,'' sambungnya lagi tapi keadaan Syifa masih sama belum sadarkan diri.
__ADS_1
Tengah malam Syifa terbangun dan mendapati dirinya di tempat yang berbeda dan bukan kamarnya.
''Ahh, dimana aku,'' ucap Syifa memegang kepalanya yang masih terasa sakit.
''Papa,'' ucapnya pelan saat melihat sang Papa ada di sampingnya tertidur dalam posisi duduk di atas kursi dan Mamanya yang berada di sofa.
''Apa ini rumah sakit, dan kenapa mereka ada di sini bukannya dari dulu Papa dan Mama selalu sibuk dengan pekerjaan mereka, bahkan mereka gak perduli saat aku sakit sekalipun, apa mereka merasa bersalah karen gak mau bicarakan masalah Rendy?,'' ucap Syifa lagi meneteskan air mata
''Apa yang harus aku lakukan, aku mencintai Rendy sekarang dia adalah cinta pertamaku setelah Papa, apa aku harus kehilangan Rendy juga walaupun kami sudah terikat dengan pertunangan nantinya tapi aku gak mau Rendy bersama wanita lain di sana,'' gumamnya lagi
''Kenapa tidak ada yang memahami aku, mudah mudahan Rendy berhasil membujuk orang tuanya, hanya dia yang bisa mengerti aku,'' gumamnya lagi.
Syifa sangat sedih dengan perkataan Rendy yang akan meninggalkannya keluar negeri karena dia sudah terlanjur mencintai Rendy walaupun baru mengenal Rendy beberapa bulan tapi hatinya sudah benar benar memilih Rendy. laki laki yang baik, sopan, tampan, pintar dan juga receh. Banyak wanita yang mengagumi dia bahkan saat dirinya sudah menjadi milik Rendy dalam artian semua sudah tahu kalau Rendy dan Syifa memiliki hubungan lebih dari sekedar teman.Apalagi di luar negeri yang tidak ada yang tahu kalau Rendy sudah memiliki tunangan, bisa bisa Rendy akan melupakan Syifa. Bukannya Syifa tidak percaya dengan Rendy ataupun percaya akan cintanya hanya saja situasi yang berbeda membuatnya kurang percaya diri.
Lelah dengan pikirannya sendiri Syifa kembali tertidur setelah menangis beberapa saat. Dia tidak sadar kalau Papanya sudah terjaga di saat Syifa terbangun dan mengeluh sakit di kepalanya, tapi di saat akan membukakan matanya Papanya mendengar Syifa menangis dan mulai mengungkapkan isi hatinya jadi Papanya memilih mendengarkan terlebih dahulu. Air matanya menetes saat perkataan demi perkataan keluar dari mulut putrinya langsung yang mungkin selama ini dia simpan sendiri.
''Apa kami begitu jahat selama ini sayang, kenapa kamu gak terus terang kalau kamu terluka selama ini,''batin Papa Surya ( Papa Syifa )
''Papa minta maaf sayang tapi Papa janji mulai sekarang Papa akan lakukan apa saja demi kebahagiaan kamu termasuk Rendy,'' ucap Papa Surya pelan
Sedangkan Mama Sarah tertidur lelap di sofa rumah sakit mungkin karena kecapean sampai sampai tidak terjaga.
__ADS_1