
HAPPY READING !!!!
BUDAYAKAN LIKE, KOMEN, VOTE, AND FAV.
Syifa sengaja membeli tanaman buah yang sudah besar supaya tidak lama masa pertumbuhannya.
...----------------...
"Benar juga kata kamu sayang, kamu panggil saja Pak Parto-nya Mama akan mengurus bunga bunga ini dulu," ucap Mama Sarah.
"Iya Ma..., " balas Syifa.
Syifa pergi ke depan untuk meminta bantuan kepada satpamnya. Di saat bersamaan ada sebuah mobil yang sangat familiar bagi Syifa masuk ke pekarangan rumahnya.
"Bukankah itu mobil Tante Clara, Apa Mama punya janji sama Mamanya Rendy?," Gumam Syifa.
Lalu menghampiri mobil tersebut yang sudah berhenti. Syifa terkejut melihat siapa yang bersama Tante Clara.
"Kenapa Rendy ke sini, bukannya kami tidak bisa ketemu dulu!," Gumam Syifa bingung. Melihat Rendy turun bersama Mamanya.
"Sayang," panggil Rendy begitu melihat Syifa.
"Rendy Tante," ucap Syifa menghampiri mereka berdua dan menyalami tangan Mamanya Rendy.
"Selamat pagi sayang," ucap Mamanya Rendy.
"Pagi Tante, Tante mau ketemu sama Mama? Mama lagi di belakang lagi ngurus tanaman," kata Syifa.
"Kamu sendiri mau kemana?," timpal Rendy.
"Aku mau minta bantuan Pak Parto untuk mencangkul tanah..." Jawab Syifa.
"Sudah ada aku gak usah minta bantuan Pak Parto lagi, tapi ada Papa kamu gak di dalam?," Tanya Rendy cemas.
"Papa udah berangkat kantor tadi pagi, tapi kamu bisa?," Tanya Syifa ragu.
"Tentu saja bisa," jawab Rendy mantap.
__ADS_1
"Ya sudah kalau gitu, kita masuk aja Tante," ajak Syifa.
"Ayo ," jawab Mamanya Rendy menggandeng tangannya Syifa meninggalkan Rendy.
"Sepertinya aku salah mengajak Mama," gumam Rendy kesal.
"Apa kalian masih menganggap-ku ada di sini, kenapa kalian selalu saja meninggalkanku, heran," umpat Rendy.
Kedua perempuan itu hanya tersenyum menanggapi perkataan Rendy dan terus berjalan.
"Untung saja sayang kalau enggak...," gumam Rendy. Dan terus mengikuti kedua wanita kesayangannya.
"Ma...," Panggil Syifa.
"Iya sayang," jawab Mamanya tanpa menoleh ke belakang.
"Ada Tante Clara sama Rendy...," ujar Syifa.
"Astagfirullah Mama sampai lupa sudah janjian sama Tante Clara," ucap Mama Sarah. Menoleh ke arah Syifa masih memegang bunga di tangannya.
" Assalamualaikum Tante," ucap Rendy.
"Maaf Sarah tapi sebenarnya aku hanya membuat alasan saja ingin bertemu denganmu, itu karena Rendy sangat ingin bertemu dengan Syifa." jelas Mamanya Rendy.
"Tapi mereka tidak bisa bertemu sementara waktu Clara bagaimana kalau Papanya Syifa pulang?," Balas Mamanya Syifa.
" Tante please hari ini saja setelah itu aku gak akan melanggarnya lagi janji," mohon Rendy.
"Hari ini Tante biarkan tapi lain kali tidak, Ya sudah kamu ngobrol sama Syifa dulu Tante ada yang mau di omongin sama Mama kamu," kata Mamanya Syifa.
"Makasih Tante," ucap Rendy.
"Lanjutkan juga itu ya," pinta Mamanya Syifa.
"Siap Tante, semua pasti beres," ucap Rendy.
"Ayo Clara kita kedalam saja," ajak Mamanya Syifa.
__ADS_1
Setelah kepergian Mamanya dan Mamanya Syifa, Rendy langsung berlari ke hadapan Syifa dan mulai mengintrogasi Syifa dengan berbagai pertanyaan.
"Sayang kenapa semalam kamu tidak menelponku?," Tanya Rendy.
"Maaf, aku semalam ketiduran," jawab Syifa merasa bersalah.
"Kamu tau aku seperti orang gila semalam menunggu kamu telpon tapi gak ada sama sekali, sampai Mama datang ke kamarku," jelas Rendy.
"Aku minta maaf sayang, tapi aku benar- benar mengantuk semalam jadi aku langsung tidur setelah shalat insya, maaf ya," Pinta Syifa lagi.
"Kali ini aku maafkan karena aku udah datang ke sini untung saja Mama bisa di ajak kompromi coba kalau tidak, kita lanjutin ini ya," ucap Rendy.
"Kamu gak mau minum dulu?," Tanya Syifa.
"Gak perlu nanti saja,kita selesaikan ini dulu. Dari pada aku di usir Tente nanti" jawab Rendy.
Mereka berdua asik berkebun, sesekali bercanda. Sementara itu Mamanya Syifa mengajak Mamanya Rendy karena ingin membahas sesuatu.
"Apa tidak apa-apa membiarkan mereka bertemu seperti itu?," Tanya Mamanya Syifa cemas.
"Hanya hari ini saja, aku rasa tidak apa-apa. Aku kasian melihat Rendy semalam seperti, semalam dia sudah seperti orang frustasi saja di kamar menatap ponselnya terus guling-guling di atas kasur," jelas Mamanya Rendy.
"Masalah Rendy menatap ponselnya, mereka memang punya ponsel cadangan entah kapan mereka membelinya," kata Mamanya Syifa.
"Benarkah, kamu tau tapi kenapa tidak mengambilnya?," Tanya Mamanya Rendy.
"Aku menurut saja sama Mas Surya, gimana nantinya tapi aku merasa kasihan kalau mereka tidak bisa saling menghubungi juga," jawab Mamanya Syifa.
"Apa Mas Surya juga tau? Dari mana dia bisa tahu? Kalian memergokinya?," Tanya Mamanya Rendy penasaran.
"Ada temannya Syifa menghubungi Mas Surya kemaren, mereka cukup dekat karena anak ini teman Syifa dari kecil," jelas Mamanya Syifa.
"Tapi, kenapa dia tega memberi tau masalah ini kepada mas Surya? Katanya teman dari kecil!," Ucap Mamanya Rendy
"Begitulah dia sangat iseng orangnya mungkin Syifa membuatnya kesal atau marah. Makanya dia memberi tahu Mas Surya aku juga tidak tau pasti,";jelas Mamanya Syifa. Sambil meminum jus jeruk yang ada di hadapannya.
"Laki-laki atau perempuan?," Tanya Mamanya Rendy.
__ADS_1
"Laki-laki. Tapi, kamu tenang saja dia sudah punya calon sendiri, dia juga akan menikah minggu depannya lagi setelah pernikahan Rendy dan Syifa,"jelas Mamanya Syifa supaya tidak ada kesalahpahaman nantinya.