
BUDAYAKAN LIKE, VOTE, AND FAV.
DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERHARGA BAGI AUTHOR.
TERIMA KASIH SUDAH BERKENAN MAMPIR 💜💜💜💜💜💜💜
HAPPY READING!!!!
Setiap harinya Rendy selalu memiliki kejutan entah karena sikapnya, perkataannya dan tindakannya yang suka aneh-aneh. Padahal dulu dia sangat cuek dan dingin. Tapi sekarang karena tingkahnya kadang-kadang membuat Syifa geleng- geleng kepala tapi juga senang.
Pukul 11 malam Syifa baru menyudahi percakapan antara dirinya dan teman-temannya di grup. Setelah itu Syifa menyimpan ponselnya dan bersiap- siap untuk tidur. Dia masuk ke kamar mandi terlebih dahulu untuk membersihkan wajahnya dan menggosok gigi.
Selesai dengan itu, barulah dia menuju kasurnya dan merebahkan tubuhnya. Kemudian, menutup matanya perlahan. Tidak butuh waktu lama baginya untuk masuk ke alam mimpi.
Pagi hari Syifa bangun dari tidurnya, menjalani hari seperti biasanya. Mandi, shalat, sarapan, dan yang paling membosankan adalah dia harus tetap di rumah seharian dan tidak boleh kemana-mana.
Hari ini dia mengundang teman-temannya datang ke rumah. Karena hari ini teman-temannya akan datang Syifa menyuruh Bi Ina untuk memasak lebih banyak.
Papanya sudah berangkat ke kantar dari pagi, Mamanya seperti biasa dia menemani Syifa di rumah sekalian mempersiapkan acara pernikahan Syifa. Mereka akan menyiapkan undangan dan menanyakan kepada Syifa siapa saja yang akan hadir ke acaranya nanti.
Syifa sudah memberitahukan kepada Mamanya siapa saja yang akan dia undang ke acara pernikahannya nanti.
Setelah membantu Mamanya dia naik ke atas untuk mandi, karena badannya sudah sangat lengket meskipun tidak keluar rumah.Tidak lama teman-teman Syifa sudah datang.
Ting tong ting tong
Bibi Ina membukakan pintu karena tidak ada lagi di dalam kecuali dirinya.
"Assalamualaikum, "ucap Dea dan yang lainnya.
"Waalaikum salam, " jawab Bi Ina
" Silahkan masuk," sambungnya Bi Ina lagi.
"Makasih Bi, Bibi apa kabar? Udah lama kami tidak melihat Bibi," ucap Dea.
"Bibi baik, kalian sendiri bagaimana, ayo masuk dulu," ajak Bi Ina.
Bi Ina sudah mengenal teman-teman Syifa karena pernah main ke rumah di ajak oleh Syifa saat Papa dan Mamanya pergi dan sibuk dengan urusan mereka masing-masing.
"Iya Bi," ucap Fera.
"Kami juga sangat baik, " sambung Fera.
"Alhamdulillah kalau gitu, Non Syifa lagi di atas, kalian mau tunggu di sini atau ke langsung ke kamar Non Syifa?," Tanya Bi Ina.
"Kita langsung ke atas aja Bi," ucap Dea.
__ADS_1
"Oh ya sudah kalau gitu, kalian mau minum apa?," Tanya Bi Ina sekali lagi.
"Seperti biasa aja Bi, selera kita belum berubah kok" sahut Fera.
"Kita ke atas dulu kalau gitu ya Bi," sambung Fera lagi.
"Iya silahkan," balas Bi Ina.
Dea, dan Fera langsung menemui Syifa di kamarnya. Saat akan ke kamar Syifa, mereka berpapasan dengan Mamanya Syifa.
"Tante," sapa Fera.
"Temannya Syifa?," Tanya Mamanya Syifa.
Mamanya Syifa memang tidak terlalu mengenal teman-temannya Syifa, mereka hanya beberapa kali bertemu, itupun saat acara penting saja seperti perpisahan sekolah dan pertunangan Syifa saja. Di saat mereka main ke rumah-pun Mamanya Syifa tidak pernah ada di rumah.
"Iya Tante kita temannya Syifa," jawab Dea.
"Kalian mau ketemu Syifa? Dia lagi mandi tadi di kamar kalian langsung ke kamarnya saja, kalian tau kan?," Tanya Mama Sarah.
"Tau Tante," jawab Fera.
"Jangan terlalu kaku biasa saja Tante nggak makan orang kok," ucap Mamanya Syifa. Karena teman-temannya Syifa sangat kaku mungkin karena belum terlalu akrab.
"Iya Tante," jawab mereka secara bersamaan sambil menggaruk tekuk mereka yang tidak gatal.
"Kalau gitu Tante ke bawah dulu, kalian langsung ke kamar Syifa saja," ucap Mamanya Syifa.
Mamanya Syifa turun ke bawah sambil geleng-geleng kepala melihat kelakuan teman-temannya Syifa yang kaku saat melihatnya.
Sedangkan, Dea dan Fera langsung pergi ke kamar Syifa, setelah sampai di depan kamarnya tidak lupa mereka mengetuk pintu terlebih dahulu.
Tokkk tokkk
"Tunggu Bi...," teriak Syifa dari dalam.
"Ini kita bukan Bibi...," sahut Dea.
"Kalian sudah sampai...," ucap Syifa seraya membuka pintu kamarnya.
"Lo pikir siapa lagi...," ucap Fera.
"Masuk...," ajak Syifa.
Dea dan Fera masuk ke dalam kamar Syifa sesudah berapa lama gak pernah masuk lagi.
"Dekornya udah ganti?," Tanya Dea yang baru masuk.
__ADS_1
"Iya aku rubah sedikit supaya lebih nyaman," jawab Syifa.
"Ok juga," Dea mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Lo ke sini mau survei dekor kamar Syifa?," ujar Fera.
"Sekalian...," balas Dea tertawa.
" Dasar kalian ini, ribut mulu kerjaannya," ucap Syifa.
"Biasa kalau kita nggak ribut sepertinya ada yang kurang gitu," sahut Fera.
"Kalian mau di sini atau mau naik ke rooftop aja?," Tanya Syifa.
" Kita ke rooftop aja kali, udah lama gak ke sana itung- itung cari udara segar," jawab Fera.
"Kalau gitu kita ke sana saja," ujar Syifa.
"Sebaiknya kita tunggu Bi Ina dulu, kasian kalau ke sini nggak ada kita," usul Dea.
"Yaudah kalau gitu," jawab Fera.
Sesudah Bi Ina mengantar makanan dan minuman untuk mereka, mereka langsung naik ke rooftop dan membawa makanan dan minumannya serta.
Mereka bertiga jalan beriringan menuju rooftop, lagi-lagi mereka bertemu dengan Mamanya Syifa saat menuju rooftop.
"Mau kemana?," Tanya Mama Sarah.
"Mau ke rooftop Ma, Mama sendiri mau kemana udah rapi begini?," Tanya balik Syifa.
"Mama mau ke tempat cetak undangan sekalian Mama mau mengantar makan siang untuk Papa," jawab Mama Sarah.
"Mau pergi sekarang? Mama pergi sama siapa?," Taya Syifa.
"Mama sendiri sayang, Mama pergi dulu ya! Hati-hati di rumah, Dea Fera, Tante keluar dulu ya! Tante titip Syifa supaya dia tidak keluar rumah," tutur Mama Sarah.
"Ok Tante, kita bakal jagain Syifa, Tante bisa pergi dengan tenang," balas Dea.
"Mama berangkat sekarang, Assalamualaikum," ucap Mama Sarah.
"Waalaikum salam, " jawab Mereka bertiga. Menyalami Mama Sarah secara bergantian.
"Hati-hati Ma," kata Syifa.
"Hati-hati Tante," ucap Dea dan Fera.
"Iya." jawab Mama Sarah dan meninggalkan mereka.
__ADS_1
"Let's go," ucap Fera sedikit keras.
"Oke, let's go," sahut Dea dan Syifa bersamaan.