pria idaman

pria idaman
Bahagia


__ADS_3

''Mudah mudahan saja Papa kamu setuju'' Ucap Syifa mencoba optimis


''Kalian tenang saja Papa gak akan tega memisahkan kalian berdua, Papa tidak jahat.'' Ucap Papanya Rendy tiba tiba masuk dan membuat Syifa dan Rendy terkejut buka main.


''Papa.''


''Om.''


Ucap Rendy dan Syifa bersamaan sama sama terkejut.


''Gimana keadaan kamu sayang udah mendingan.'' Tanya Papa Mahendra


''Iya Alhamdulillah Om udah mendingan kok.'' Jawab Syifa gugup


''Udah gak usah gugup gitu santai saja Om gak akan makan kamu.'' Canda Papa Mahendra


''Iya Om.'' Jawab Syifa masih gugup


''Udah boleh pulang.'' Tanya Papa Mahendra


''Qilla belum tahu Om, mungkin Papa tahu tali Qilla belum melihat Papa dari tadi?.'' Ujar Syifa


''Papa kamu bilang mau pulang mau mengambil baju kamu tadi dan suruh aku yang jagain kamu.'' Jawab Rendy


''Dan kamu kenapa gak tunggu Papa sama Mama pergi ke sini asal pergi aja.'' Ucap Papanya Rendy


''Papa sama Mama kamu lagi bicara di depan sama Mamanya Rendy.'' Sambung Papa Mehendra Papanya Rendy


''Tapi tunggu Pa, apa maksud dari perkataan Papa tadi?.'' Tanya Rendy sama Papanya.


''Perkataan yang mana?.'' Tanya Papanya Rendy balik


''Ayolah Pa gak usah bercanda Rendy tahu kalau Papa ngerti maksud Rendy.'' Ucap Rendy


''Papa kamu adalah dalang dari permainan konyol ini, gara gara dia anak Om harus masuk rumah sakit seperti ini.'' Timpal Papanya Syifa yang baru masuk bersama Mamanya Syifa dan juga Mama Clara Mamanya Rendy.


''Sebenarnya apa maksud kalian ini Rendy semakin bingung.'' Ucap Rendy


''Pa sebenarnya ada apa ini?.'' Tanya Syifa pada Papanya.

__ADS_1


''Kamu tanya aja sama calon mertuamu yang kekanakan itu.'' Jawab Papanya Syifa


''Apa maksud Om Surya, Pa?.'' Tanya Rendy lagi.


''Ok baiklah tapi sebelum Papa cerita semuanya Papa punya syarat.'' Ucap Papanya Rendy


''Syarat apa?.'' Tanya Rendy


''Tidak ada yang menyela perkataan Papa sebelum Papa selesai bicara, dan kalian berdua harus maafin Papa khususnya kamu Syifa, Om minta maaf karena ide Om ini kamu sampai masuk rumah sakit.'' Ucap Papanya Rendy


''Iya.'' Jawab Rendy dan Syifa bersamaan dan penasaran apa yang sedang terjadi sebenarnya.


''Udah kompak aja ya kalian berdua...''' Ucap Papanya Rendy langsung di potong sama Rendy


''Papa!!.'' Ucap Rendy mengisyaratkan bahwa Papanya harus segera menceritakan masalah yang terjadi bukan membuat mereka semakin penasaran.


''Iya iya Papa cerita sekarang, lihat ni Syifa kelakuan Rendy.'' Ucap Papanya Rendy mengadu sama Syifa


''Om.'' Tegus Syifa sopan


''Ternyata kalian berdua sama saja. Ma lihat anak kamu?.'' Ucap Papanya Rendy malah mengadu sama istrinya.


''Pa''


''Mas''


''Mahen''


''Mahendra''


Ucap Rendy, Syifa, Mama Clara,Mama Sarah, dan Papa Surya bersamaan.


''Jadi ceritanya kalian nyerah ini, baiklah dengar baik baik.'' Ucap Papa Mahendra


''Maaf nak, sebenarnya Papa enggak benar benar pengen kuliahin kamu keluar negeri itu cuma prank aja, Papa hanya ingin mengetes kalian berdua saja. Papa takut kalau kalian sebenarnya terpaksa menerima perjodohan ini karena kami yang memaksa tapi Papa gak menyangka ternyata calon mantu Papa sampai sakit begini.'' Jelas Papa Mahendra


Demi apapun Syifa benar benar malu dengan semua ini bahkan tidak berani menatap Rendy dan orang tua Rendy dan orang tuanya sendiri.


''Kita gak salah pilih mantu ya Pa?.'' Ujar Mama Clara tersenyum.

__ADS_1


''Iya Ma belum Rendy pergi aja udah sakit begini apalagi benar benar pergi.'' Ucap Papa Mahendra


''Kalau sampai Rendy benar benar pergi aku akan jodohin Syifa sama pria lain yang tidak akan meninggalkan dia.'' Sela Papa Surya


''Jangan dong Om.'' Jawab Rendy


''Kalian berdua ini sama saja sama sama bucin.'' Ucap Mama Clara


''Hahahahaha hahahahhah'' Keluarga Syifa dan Rendy tertawa melihat kelakuan anak anak mereka yang bucin tingkat dewa.


Jangan ditanya Rendy dan dan Syifa mukanya sudah seperti kepiting rebus seking merahnya. Syifa langsung menutup wajahnya dengan selimutnya akibat terlalu malu.


''Sudah sudah kasian mereka berdua, lihat Syifa sampai bersembunyi dibawah selimut seperti itu.'' Tegur Mama Sarah melihat anaknya yang malu.


''Jadi ini semua ide Papa,kenapa Papa iseng banget sih, lihat akibat ulah Papa Syifa jadi sakit.'' Ucap Rendy


''Maka dari itu Papa minta maaf sama Syifa dan kamu juga seharusnya kamu senang karena Papa kamu bisa tahu isi hati Syifa, Papa tahu selama ini kamu selalu mengejar Syifa maka dari itu Papa jodohin kamu, Papa gak ragu tentang kamu suka Syifa apa enggak yang Papa ragu Syifa apa terpaksa atau enggak.'' Jawb Papa Mahendra yang sebenarnya sudah tahu perasaan Rendy terhadap Syifa jauh sebelum perjodohan.


''Jadi Papa tahu kalau aku suka sama Syifa selama ini kenapa Papa gak bilang dulu sama Rendy.'' Ucap Rendy sedangkan Syifa menyimak di balik selimutnya.


''Iya kalau Papa tunggu kamu jujur sama Papa, sampai kiamat juga kamu vak akan berani ungkapan suka sama Syifa makanya Papa gerak dulu.'' Jawab Papa Mahendra mengerti anaknya.


''Makasih Papa, Papa yang terbaik.'' Ucap Rendy memeluk Papanya dan dibalas oleh Papanya.


''Kalian gak malu peluk pelukan di sini.'' Ucap Mama Clara melihat anak dan suaminya yang akur itu.


''Makasuh Pa, Ma kalian memang orang tua yang paling pengertian dan yang terbaik di dunia.'' Ucap Rendy kemnali memeluk dan mencium pipi Mamanya bergantian akibat terlalu bahagia


Syifa ikut senang melihat keluarga Rendy yang hangat dan bahagia berbanding balik dengan keluarganya selama ini yang cuek dan selalu membiarkan dirinya sendirian.


Papa Surya yang tidak sengaja melihat Syifa menghapus air matanya meliahat keluarga Rendy menghapiri dan langsung memeluk anak semata wayangnya yang selama ini dia biarka sendiri.


''Kami juga gak mau kalah, ya gak Ma?.'' Ucap Papa Surya memeluk Syifa dan di susul Mama Sarah yang memeluk Syifa. Jadinya mereka saling memeluk keluarga masing masing.


''Aku tahu Syifa ini yang kamu inginkan selama ini semoga kedepannya kamu semakin baik dengan Mama, Papa kamu, aku ikut senang.'' Batin Rendy yang paham isi hati Syifa walaubtanpa Syifa ceritakan karena diam diam selama ini Rendy selalu mencari tahu segala hal tentang Syifa termasuk kehidupan di dalam rumah Syifa.


Syifa semakin banyak meneteskan air matanya terharu dengan apa yang sedang terjadi hari ini.


''Papa minta maaf sayang.'' ucap Papa Surya di telinga Syifa. Syifa tidak bisa lagi menjawab dia hanya bisa meneteskan air matanya saja dan bersyukur atas apa yang terjadi.

__ADS_1


''Mama juga minta maaf sama kamu sayang.'' Ucap Mama Sarah pelan.


Syifa hanya mengangguk dan tersenyum disela dia menangis.


__ADS_2