
Sedangkan Syifa dan teman-temannya melanjutkan makan siang mereka sambil sesekali melempar candaan.
Setelah makan siang Syifa dan teman- temannya kembali lagi ke rooftop untuk santai santai.
Sore hari, ketika semua teman-temannya sudah pulang, Syifa masuk ke dalam kamarnya. Membersihkan dirinya dan menunggu magrib tiba. Seperti itulah hari- hari yang di lalui Syifa selama masa pingit berlangsung. Di rumah tidak boleh kemana-mana, menghubungi Rendy ketika malam tiba. Teman-temannya yang datang untuk menemaninya agar tidak bosan.
Tidak terasa tinggal satu hari lagi Syifa akan resmi menjadi istri dari Rendy Mahendra. Orang yang membuatnya kesal saat pertama kali bertemu. Namun, siapa sangka dia yang menjadi jodoh untuknya.
Laki-laki yang tampan, selalu membuatnya tersenyum, selalu mengerti dirinya, bahkan orang tuanya saja tidak pengertian seperti yang Rendy lakukan.Tapi setelah kehadiran dirinya, orang tuanya menjadi lebih memperhatikan dia, bahkan Mamanya saja rela tidak lagi membantu Papanya di perusahaan demi meluangkan waktu untuk bersama dirinya.
Rendy adalah sosok laki-laki yang sangat sempurna di mata Syifa. Dan sekarang keluar itu sudah berada di hotel tempat berlangsungnya acara pernikahan mereka.
"Sayang sebentar lagi kamu akan menjadi milik orang lain, Mama minta maaf sama kamu mungkin selama ini mama tidak peduli dengan kamu, mama sibuk dengan pekerjaan mama..."
"Mama harap kamu mau memaafkan mama," kata Mamanya Syifa.
"Ma, Syifa selalu sayang sama mama dulu, sekarang dan selamanya. Tidak ada yang bisa menggantikan mama dalam hidup Syifa," balas Syifa.
"Tapi selama ini mama selalu gak ada waktu buat kamu, saat kamu ingin liburan mama selalu menolak kamu dengan alasan pekerjaan," ujar Mamanya.
"Ma, sudahlah jangan bahas ini lagi, yang berlalu biarlah berlalu semua juga sudah terjadi kan, lagian Syifa yang seharusnya minta maaf sama mama karena selama ini Syifa belum bisa menjadi anak yang baik, Syifa selalu mengeluh padahal mama dan Papa kerja juga buat Syifa...." ucap Syifa.
"Supaya Syifa bisa sekolah, bisa makan enak, tidak semua anak seberuntung Syifa, tapi Syifa masih saja mengeluh," sambung Syifa.
"Apa yang sedang kalian bicarakan sepertinya serius sekali," ucap Papanya Syifa yang baru datang.
"Bukan apa-apa,Pa," jawab Syifa.
"Besok kan Syifa sudah jadi istrinya Rendy, Pa jadi mama malam ini mau tidur sama Syifa boleh kan," ujar Mamanya Syifa.
"Terus papa tidur sama siapa?," ucap Papanya Syifa.
"Papa tidur sama Syifa juga kalau gitu, boleh kan Pa!," pinta Syifa.
"Ayolah pa, mau ya," sambung Syifa lagi.
__ADS_1
" Baiklah karena dua kesayangan papa yang memintanya, mana bisa papa menolaknya," jawab Papanya Syifa.
"Makasih pa," ujar Syifa memeluk Papa dan Mamanya.
"Sudah tidak usah menangis kamu hanya menikah, kamu tetap jadi anak kesayangan papa selamanya, " ujar Papanya Syifa.
" Papa benar Syifa adalah milik papa dan mama selamanya," balas Syifa
"Dan sebentar lagi akan menjadi miliknya Rendy juga," timpal Mamanya.
"Kalau Syifa sudah nikah dan punya anak pasti seru," sambung mamanya.
"Kamu harus punya banyak anak sayang, kalau sendiri kasian dia, gak ada teman main," sambung Papanya.
"Jangan bahas itu pa,ma," ujar Syifa malu.
"Kenapa? Itu hal biasa sayang, ingat kalau bisa jangan menunda punya anak apalagi pakai kb itu gak baik untuk kamu sendiri," jelas Mamanya.
"Iya ma, tapi Syifa ingin kuliah dulu ma," ucap Syifa.
"Sudah sekarang kamu tidur, siap- siap untuk besok " ucap Mamanya.
"Mama dan Papa juga tidur di sini kan?," Tanya Syifa.
"Iya, tapi mama siap -siap dulu" ujar Mamanya
"Papa juga siap-siap dulu," kata Papanya.
Keesokan paginya, hari ini adalah hari yang di nanti-nanti pasangan satu ini, karena sebentar lagi status mereka akan berubah menjadi suami dan istri.
Syifa sudah siap dengan balutan kebaya modern melekat di tubuh cantiknya di tambah lagi dengan riasan wajahnya membuat siapa saja yang melihat Syifa akan terkesima.
Teman- temannya juga sudah datang mereka turut bahagia atas pernikahan temannya, tapi sayang Dara tidak bisa hadir karena sampai sekarang mereka tidak bisa menghubunginya, entah kemana dia sebenarnya, hanya dia yang tau.
Syifa yang ditemani teman- temannya merasa sangat gugup saat ijab kabul di lakukan Syifa berharap Rendy bisa mengucapkannya dengan sekali tarikan.
__ADS_1
"Sudah, tenanglah Rendy pasti bisa ," Fera menenangkan sahabatnya itu.
Saat teman-temannya lagi menenangkan Syifa seseorang mengetuk pintu kamar mereka.
Tok tok tok
"Masuk," suruh Syifa.
Begitu pintu terbuka mereka sangat terkejut karena yang datang adalah Dara.
" Dara," panggil mereka.
"Selamat hari bahagia sayangku, maaf ya aku telat datangnya," ucap Dara memeluk mereka.
"Gue pikir Lo bakal gak datang," ucap Syifa.
"Maaf, gue mau bikin kejutan buat Lo, " jawab Dara.
"Sayang ayo turun ijab kabulnya sudah selesai," ucap Mamanya Syifa yang baru masuk.
"Waahhh temen gue gak jomblo lagi selamat ya," ucap mereka bersamaan.
"Terima kasih kalian selalu ada buat gue selama ini" ucap Syakilla menangis
"Sudah gak usah nangis nanti cantiknya hilang, kita turun yok, pasti Rendy udah gak sabar pengen ketemu sama permaisurinya" ajak Dara.
Saat Syifa turun semua mata fokus kepadanya, bahkan Rendy saja tida berkedip melihat Syifa hari ini.
Syifa duduk di samping Rendy yang sudah sah menjadi suaminya beberapa menit yang lalu. Syifa mencium tangan Rendy dan Rendy tanpa di suruh langsung mencium keningnya Syifa.
Semua yang ada di ruangan itu tertawa melihat Rendy yang tidak sabaran.
Setelah acara ijab kabul selesai mereka akan melanjutkan dengan resepsi di gedung yang sama.
Hari itu adalah hari kebahagian untuk Syifa dan Rendy begitupun dengan keluarga besar mereka.
__ADS_1
Happy ending