pria idaman

pria idaman
Aura kepemimpinan


__ADS_3

''Kalian ini sama saja, Tama fokus sama jalan kamu?,'' ucap Papa mereka.


Tidak ada yang menjawab lagi baik Fera maupun Tama. Semua terdiam dan larut dalam pikiran mereka masing masing


Di tempat Rendy,


Rendy sudah sampai di kantor Papanya dan Mamanya juga ikut serta, Rendy akan di perkenalkan sebagai penerus yang akan memimpin perusahaan kedepannya walaupun bukan memperkenalkan sebagai pemimpin untuk sekarang tapi sebagai anaknya saja karena Rendy belum mau memimpin karena ingin kuliah terlebih dahulu dan belajar menjadi lebih baik dalam mengelola perusahaan.


Rendy memang masih sangat muda tapi aura kepemimpinannya tidak bisa di ragukan lagi itu semua menurun dari Papanya yang sangat berkharisma dalam memimpin selama ini banyak yang segan terhadapnya.


''Pa, apa ini waktu yang tepat, Rendy merasa sangat gugup,'' ujar Rendy.


''Kamu tenang aja cukup tegakkan dada kamu, percaya diri dan selebihnya serahkan semua sama Papa,'' ujar Papanya Rendy.


Rendy berjalan dengan begitu gagahnya di hadapan para karyawan Papanya dia berusaha untuk tidak terlihat gugup. Begitu mereka sampai Rendy hanya diam dan menunggu Papanya mengumpulkan semua karyawannya untuk memperkenalkan dirinya.


''Semua perkenalkan ini anak saya namanya Rendy Mahendra. untuk ke depannya dia yang akan mengambil alih perusahaan tapi untuk saat ini masih saya belum karena dia mau melanjutkan kuliahnya terlebih dahulu saya memperkenalkannya karena tidak lama lagi saya akan pensiun dan membiarkan anak saya ini yang memimpin, saya harap kalian bisa membantunya selama masa pembelajarannya ini,'' tutur Papanya Rendy


''Siap pak,'' jawab mereka semua.


Rendy tersenyum ramah kepada semua karyawan Papanya yang akan menjadi karyawannya kelak.


'' Pak Rendy sangat tampan ya,'' ujar karyawan cewek memuji Rendy


''Iya, semoga bisa dapat yang seperti pak Rendy ya mudah mudahan dapat pak Rendy langsung pasti senang banget.'' ujar yang lain.


''Sadar woi sadar,'' ucap yang lain lagi


''Rendy perkenalkan diri kamu,'' ujar Papanya Rendy


''Selamat siang semuanya, senang bisa bertemu dengan kalian dan semoga untuk ke depannya kita bisa memajukan perusahaan ini lebih baik, saya rasa tidak perlu menyebut nama saya lagi karena sudah beritahukan sama Papa saya'' ucap Rendy tidak mau bertele tele.


Setelah memperkenalkan Rendy pada semua bawahannya Papanya Rendy mengajak Rendy serta Istrinya masuk ke ruangannya yang akan menjadi ruangan milik Rendy.


''Kamu mulai sekarang bisa duduk di sini dan Papa akan mengawasi dari rumah,'' ujar Papa Mahendra.

__ADS_1


''Bukannya masih Papa yang mimpin kok jadi Rendy sih Pa?,'' tanya Rendy


''Gak usah ngebantah ini untuk kebaikan kamu, kamu bisa kuliah sambil pegang perusahaan kalau kamu lagi sibuk di kuliah kamu Papa yang akan bantu kamu jadi Papa tidak menyerahkan tanggung jawab penuh sama kamu, belajar dari lapangan langsung akan lebih efektif dari pada belajar materi,'' ujar Papanya Rendy.


Sedangkan Mama Clara hanya diam melihat pembicaraan anak dan suaminya itu.dia tidak mau menyela pembicaraan serius keduanya.


''Pa, apa ini gak terlalu cepat buat Rendy,'' ucap Rendy


''Terus kapan lagi Ren, benar kata Papa kamu apalagi sebentar lagi kamu akan menikah sayang,'' ucap Mamanya.


''Aku pasrah deh kalau Mama yang bicara,'' ucap Rendy pasrah karena dia bisa melawan kalau Papanya yang meminta tapi tidak dengan Mamanya.


''Jadi kapan kamu mulai,'' tanya Papanya


''Aku mau masuk kuliah dulu Pa setelah itu baru masuk perusahaan, aku udah janji sama Syifa,' jawab Rendy.


''Sama Syifa aja nurut coba kalau Papa melawan kamu,'' ujar Papa Mahendra.


''Satu lagi Pa, Mama aku gak bisa bantah omongan Mama, ya gak Ma,'' ucap Rendy memeluk Mamanya.


''Kalian ini ya seperti anak kecil saja, ingat ini kantor, apa kata karyawan kamu nanti Mas,'' ujar Mama Clara.


''Biarkan saja karena sebentar lagi juga aku akan jarang ke perusahaan semua akan di handle Rendy,'' jawan Papa Mahendra masih memeluk istrinya.


''Rendy yang melihatnya geli sekaligus senang dengan pernikahan kedua orang tuanya yang masih harmonis meskipun umur pernikahan mereka sudah puluhan tahun,'' Rendy tersenyum melihat kelakuan Papa dan Mamanya dan dia juga tidak mau kalah dia ikut bergabung memeluk ratu di keluarga mereka.


Sebesar apapun seorang anak akan tetap menjadi anak kecil di mata orang tuanya, walaupun Rendy bukan lagi anak kecil dan juga dia anak laki laki tali sangat manja kepada Mamanya. Rendy bisa saja membantah perkataan Papanya tapi kalau Mamanya yang bicara dia akan menuruti apapun itu, segitu sayangnya dia kepada sang Mama.


''Lepasin Mama sayang, Mas nanti ada yang masuk masak bos mereka manja seperti ini,'' ucap Mama Clara berusaha melepas pelukan anak dan suaminya.


''Biarin yang Papa peluk istri Papa sendiri buka istri mereka,' jawab Papa Mahendra tapi tetap melepaskan pelukannya dari sang istri.


''Udah lepaskan istri Papa,'' ujar Papa Mahendra kepada Rendy.


''Ini Mamanya Rendy,'' jawab Rendy belum melepaskan pelukannya

__ADS_1


''Anak kamu ini ya, udah mau punya istri sendiri aja masih manja, apa kata Syifa kalau lihat kelakuan kamu begini?,'' ujar Papa Mahendra.


''Karena mau punya istri makanya mau manja sama Mama karena setelah aku nikah mana bisa seperti ini setiap hari sama Mama, Pa,'' jawab Rendy.


''Kenapa gak bisa, walaupun kamu udah nikah ataupun punya anak sekalipun, Mama tetap Mama kamu dan kamu masih tetap manja seperti ini sama Mama, jangan berubah ya sayang Mama gak mau,'' ujar Mama Clara.


''Lihat nih Pa, sekarang Mama yang gak mau lepasin Rendy,'' ucap Rendy.


''Terserah kalian saja, kalian mau tetap di sini atau pulang Papa ada meeting setelah ini, atau kamu ikut Papa sekalian dalam meeting,'' ujar Papa Mahendra.


''Maaf Pa, kalau hari ini bisa gak Rendy gak ikut karena Rendy capek banget mau istirahat, boleh ya Pa,'' ujar Rendy.


''Boleh sayang, kamu mas anak juga baru lulus bukannya suruh istirahat dulu malah di ajak meeting, kasihan anak Mama, kamu pulang sama Mama saja,'' ujar Mama Clara.


Kalau sudah ratu yang bicara tidak akan ada bantahan termasuk pak suami. Di luar dia yang di takuti tapi dia dalam keluarga akan patuh pada ucapan istri.


''Makasih Mamaku tersayang tercinta tersegalanya,'' ucap Rendy.


''Untuk kali ini Papa izinkan, kalian mau pulang sekarang atau keliling dulu baru nanti pulang bareng Papa,''tanya Papa Mahendra.


''Kami pulang sekarang aja Pa, boleh kan Ma?,'' ucap Rendy.


''Iya sayang,'' jawab Mama Clara.


''Kalau begitu Papa suruh sopir yang antar kalian pulang,'' ucap Papa Mahendra lagi.


Rendy pulang bersama dengan Mamanya sedangkan Papanya masih ada kerjaan di kantor jadi tidak ikut pulang bersama mereka. Saat keluar dari ruangan Papanya banyak pujian terdengar untuk Rendy. Meskipun umurnya masih sangat muda tapi aura kepemimpinannya sudah sangat terlihat bahkan sudah bisa melebihi Papanya sendiri.


Jangan lupa


Like komen vote dan gift nya


mampir juga di karya author satu lagi


''CINTA PERTAMA YANG SEMPURNA''

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2