
"Hanya melihat dari luar saja membuat aku gak bisa ngomong apa apa apalagi masuk ya rumahku juga besar tapi melihat rumahnya Rendy dua kali lebih besar dan bangunannya yang sangat mewah subhanallah " batinku
" Ini rumah kamu " tanyaku
"Bukan " balasnya
"Terus kita ngapain ke sini " tanyaku
" Ini rumah Mama sama Papa aku kalau aku cuma numpang di sini " ujarnya
" Ya sama aja dong ini rumah kamu " ujarku
" Ya udah ayok masuk ngapain kamu di sini " ujarnya menarik tanganku
"Iya " balasku
" Iya benar kan kataku rumahnya mewah banget apalagi masuk ke dalam benar benar indah rapi dan sangat bersih berapa banyak asisten rumah tangga di sini pasti banyak rumahku saja yang gak sebesar ini butuh empat orang apalagi ini " batinku
" Mau ke kamar atau tunggu disini " tanyanya
"Di sini gak ada orang Mama sama Papa udah pergi pembantu mungkin udah pada pulang di sini ada penghuninya loh " ujar Rendy menakutiku
"Iya aku ke kamar kamu aja " jawabku
"Ngapain kamu ke kamar aku " tanyanya nyebelin emang
"Tadi ngajak sekarang malah nanya gimana sih " ujarku kesal
"Iya aku cuma bercanda kok sini jangan ngambek dong mau aku gendong biar gak ngambek lagi " tanyanya genit
"Jangan macam macam ya " ujarku
"Gak kok bercanda doang ayok kalau mau ikut " kata Rendy
" Kamu duluan aku ikutin " ujarku
"Ya udah jangan melamun nanti tersesat loh " ujarnya sambil jalan
"Iya bawel " ujarku
"Siapa yang bawel " tanyanya
"Emang ada orang lain ya disini " ujarku
"Oh jadi kamu bilang aku bawel ya awas kamu ya " mengejar ku aku lari ke seluruh rumah
"Udah dong capek tau"teriakku
"Gak ada "balasnya
dia berhasil menangkap dan menglitikiku tapi cuman sebentar karena aku berhasil kabur lagi tapi sayang mungkin karna aku capek jadi aku tersandung sesuatu
"Bruuuggggg"
"Aoww" teriakku
"Kamu gak pa pa ada yang sakit " tanyanya panik
"Sakit " menunjukkan kaki kananku sedikit lecet dan memar dia menggendongku dan membawaku ke kamarnya
"Kamu tunggu di sini ya aku mau ambil kotak p
P3K dulu " ujarnya
"Iya jangan lama sakit tau ni gara gara kamu juga sih " ujarku
__ADS_1
"Iya gak lama kok " jawabnya
gak lama Rendy pun kembali dengan kotak obat di tangannya
"Sini kakinya " ujarnya
" Gak usah biar aku sendiri aja " jawabku
"Biar aku aja " ujarnya mengangkat kakiku ke paha nya
Rendy memakai obat dengan sangat baik aku hanya memperhatikannya saja kalau di pikir pikir dia sangat tampan baik sopan wanita mana yang gak mau sama dia coba aku beruntung jika memang dia adalah suamiku kelak
"Kamu kenapa" tanyanya
"Gak aku gak pa pa " jawabku
" Aku boleh meluk kamu gak " tanyaku
"Kamu kenapa sih " tanyanya lagi
"Aku gak pa pa kok boleh gak " tanyaku lagi
Dia pun memelukku aku merasakan kehangatan saat memeluknya aku menemukan kenyamanan dalam hati aku berdoa semoga aku akan menjadi jodohnya Rendy tanpa sadar aku menjatuhkan air mata
" Sayang kamu gak pa pa kan apa masih sakit kita ke dokter aja ya " tanyanya khawatir
"Gak aku gak pa pa kok " jawabku
" Kalau kamu gak pa pa lalu kenapa kamu nangis " tanyanya
"Kamu jangan pernah ninggalin aku ya " memeluk Rendy lagi
" Aku gak akan ninggalin kamu kok " balasnya
" Aku sayang kamu" ucapku
"Udah ah kenapa jadi nangis nangisan kayak gini " ucap Rendy
"Ya udah aku ambil baju dulu " ujar Rendy
"Iya " jawabku singkat
Setelah membereskan baju dan memasukkannya ke dalam tas gak banyak cuma beberapa aja dan buku pelajaran karena lagi ujian jadi dia hanya membawa buku catatan saja habis itu dia menyuruhku membawanya jangan salah dia menyuruhku karena
"Sayang kamu bawa ini ya " ujarnya
"Kan kakiku lagi sakit tega banget " jawabku
"Kamu kuat jalan gak " tanyanya
"Kuat kok " mencoba berdiri tapi karna kakiku yang masih sakit aku hampir aja jatuh untung Rendy yang langsung siaga menangkap ku
"Oh ya udah gini aja " ucapnya
dia memakai tas di depan
" Kamu naik ke punggung aku " ucapnya
"Gak pa pa kok aku masih bisa " jawabku kasian melihat Rendy yang membawa tas kalau harus menggendong aku udah rumah besar banget lagi pasti capek
"Gak kamu naik nanti kaki kamu tambah parah loh " ujarnya
"Beneran aku gak pa pa kok " ujarku
Tanpa basa basi Rendy memindahkan tasnya ke belakang dan menggendongku seperti di drama drama Korea(Bridal style) aku reflek memegang lehernya karna takut jatuh
__ADS_1
"Turunin aku " ujarku tapi Rendy malah
diam
"Rendy kamu " sambung ku tapi terhenti melihat Rendy yang menggendongku
"Aku benar benar sayang kamu Rendy " ucapku
Sedangkan Rendy hanya tersenyum
setelah keluar dari rumah Rendy menduduki aku di bangku dekat garasi dan menaruh barang barangnya juga di dekatku
"Kamu mau kemana "tanyaku
"Kamu tunggu di sini dulu " ujarnya
Aku hanya menurut saja tidak membantah ternyata Rendy mau menyimpan motornya dan menggantinya dengan mobil
"Ayok " memapah ku sampai ke dalam mobil
Setelah memapah ku Rendy kembali ke bangku untuk mengambil barang barang yang dia taruh tadi setalah menaruhnya di belakang dia pun pindah ke depan
"Kenapa kamu gak pakek motor aja " tanyaku
"Kan kaki kamu masih sakit jadi biar lebih enak aja gak baik juga buat kaki kamu kalau kena angin pasti makin sakit " jawabnya
"Makasih ya " ujarku
"Untuk apa " tanyanya
" Karna kamu udah baik banget sama aku perhatian dan kalau boleh jujur aku dulu gak pernah di perhatikan seperti ini bahkan oleh orang tuaku " ujarku
" Kamu kan tau aku akan selalu ada buat kamu jadi kamu jangan sedih lagi ya " menghapus air mataku
" Eum " jawabku
" Kamu senang gak aku nginap di rumah kamu " tanyanya
" Senang sangat senang jadi aku ada teman " jawabku
" Jadi teman aja ni " gombalnya
" Iya terus apa lagi " pura pura gak ngerti
" Aku ini calon suami kamu ya bukan teman kamu liat aja habis ujian ini aku bakal nikahin kamu " ujarnya
" Aku ini masih muda apa kamu beneran mau nikah habis ujian ini gak mau kuliah kalau aku pengennya kuliah dulu karir dulu " jawabku dengan penuh hati hati takut menyinggung perasaan Rendy
" Aku tau kan bisa sambil kuliah kalau kita udah nikah nanti kamu juga bisa kok karir aku juga gak akan larang kamu" ujarnya
"Jadi beneran kamu mau nikah habis ujian ini " tanyaku
" Emangnya kamu gak mau ya nikah sama aku " tanyanya
"Bukannya gak mau aku cuma kepastian aja kok lagian aku kan cuma nanya " ujarku
"Iya iya kamu mau makan gak aku lapar ni " tanyanya
"Gak ah aku mau makan di rumah aja lagian ini udah malam nanti mama malah khawatir lagi " ucapku
" Oh ya udah kalau gitu " jawabnya
Setelah percakapan itu tidak ada lagi suara aku mulai mengantuk jadi aku melihat ke jendela dan mulai kehilangan kesadaran ku aku mengantuk jadi aku tertidur lagian kakiku juga masih sakit
" Sayang udah sampai " dengar ku tapi tidak jelas karna masih mengantuk
__ADS_1
habis itu aku gak tau apa yang terjadi lagi
Maaf kalau masih banyak typo jangan lupa komen dan like ya