pria idaman

pria idaman
Curiga


__ADS_3

Syifa masuk ke dalam kamarnya untuk mengambil ponsel yang biasa dia pakai sedangkan ponsel yang di beli Rendy dia sembunyikan di laci yang berada di samping tempat tidurnya.


Setelah Syifa mengambil ponselnya, Syifa kembali ke ruang kerja Papanya.


"Ada Mama juga di sini?," ucap Syifa saat melihat ada mamanya di dalam.


" Iya sayang, kamu bawa apa?," Tanya Mamanya Syifa


"Ponsel Ma, mau dikasih ke Papa," jawab Syifa.


"Ini Pa ponselnya." kasih Syifa ke Papanya.


"Hanya satu saja, kamu tidak membohongi Papa kan?," Tanya Papa Surya.


"Emang satu kok Pa, emang ada berapa?" Jawab Syifa.


"Mana Papa tahu kan ponsel kamu, tapi Papa gak mau kamu berbohong ya," Ucap Papa Surya.


"Aku nggak bohong kok Pa" balas Syifa gugup.


'Kenapa nanya-nya seperti itu, apa jangan jangan dai tau kalau aku punya ponsel yang lain.'batin Syifa


'Kalau sampai Papa tahu ini pasti ulahnya Reno' batin Syifa.


"Kenapa malah bengong?," tanya Mama Sarah.


"Gak pa-pa Ma, aku ke kamar dulu mau tidur," ujar Syifa takut ketahuan kalau dia terus berada bersama Mama dan Papanya.


"Ya sudah pergilah, jangan begadang terus," ucap Papa Surya.


"Selamat malam Ma, Pa," ucap Syifa kemudian, mencium Papa dan Mamanya secara bergantian.


Syifa berlari keluar dari ruang kerja Papanya menuju kamarnya sendiri dia tidak sabar ingin memberitahukan tenteng kecurigaan Papanya pada Rendy.


......................


"Kenapa Papa pura- pura gak tau kalau Syifa punya ponsel satu lagi?," tanya Mama Sarah ketika Syifa sudah keluar dan hanya tinggal mereka berdua saja.


"Biarkan saja, Papa hanya menjebaknya saja nanti Papa akan datang ke kamarnya untuk memergokinya langsung," ucap Papa Surya.


"Pa, bukankah itu terlalu jahat kasian mereka berdua, sebaiknya Papa biarkan saja!," pinta Mama Sarah tidak tega melihat anaknya.


"Ma, Papa melakukan ini juga untuk mereka, ini adalah ujian cinta pertama mereka bahkan kedepannya akan lebih menyiksa, ini hanya ujian kecil saja, bukankah Mama tahu itu?"Ujar Papa Surya.


"Mama tahu tapi Mama hanya kasian saja melihat mereka apalagi Rendy, Papa gak lihat tadi dia bagaimana?" Ucap Mama Sarah.

__ADS_1


"Tentu saja Papa kasian tapi Papa gak mau karena kasian Papa membiarkan mereka begitu saja, ujiannya sangat banyak saat menjelang pernikahan godaannya banyak." tutur Papa Surya.


"Terserah Papa saja kalau begitu, Mama nurut aja." balas Mama Sarah tidak mau melawan suaminya lagi.


"Papa mau tetap di sini atau ikut Mama ke kamar?,"Tanya Mama Sarah bangun dari tempatnya duduk.


"Papa di sini dulu sebentar, Mama duluan saja nanti Papa nyusul," jawab Papa Surya.


"Pa saran Mama sebaiknya malam ini biarkan saja Syifa, besok saja Papa ambil ponselnya," saran Mama Sarah.


"Baiklah kalau begitu malam ini Papa ikut kata Mama," ujar Papa Surya.


"Terima kasih sudah mau mendengar saran Mama," ucap Mama Sarah.


"Kalau begitu Mama ke kamar," sambung Mama Sarah lagi.


......................


Saat ini Syifa lagi menelpon Rendy untuk memberitahukan apa yang terjadi mereka melakukan panggilan video.


Tut tut


Langsung mendapat jawaban dari Rendy.


"Assalamualaikum sayang" ucap Syifa berani memanggil Rendy sayang lebih dulu.


"Maaf tadi aku lagi bicarakan sesuatu sama Papa" balas Syifa.


" Bicara apa? Papa kamu gak curiga kan?," Tanya Rendy.


" Ita juga yang aku mau bilang ke kamu, sepertinya Papa curiga sama aku apa jangan- jangan Reno udah kasih tau Papa masalah ini," jelas Syifa.


"Tapi kamu bukannya sudah menyuruh Reno untuk tidak memberitahunya tadi dan dia setuju!," ucap Rendy.


" Mungkin dia kesal karena kita mentertawakan dia tadi makanya dia mau balas dendam" balas Syifa mengungkapkan apa yang sedang dia pikirkan.


" Bisa jadi, tapi setelah itu Papa kamu tanya apa lagi?," Tanya Rendy penasaran.


"Enggak ada lagi," jawab Syifa.


" Mungkin perasaan kamu saja sayang, enggak usah bahas itu lagi sekarang lebih penting kita bahas yang lain saja," ujar Rendy.


"Kita mau bahas apa?," Tanya Syifa bingung mau bahas apa.


" Lebih baik kita bahas masalah pernikahan kita saja itu lebih penting," jawab Rendy tersenym

__ADS_1


" Bahas tentang pernikahan kita," ujar Syifa masih bingung.


"Kamu mau kita bulan madu ke mana?," Tanya Rendy membuat Syifa tersipu malu.


" Kenapa bahas itu?," kata Syifa malu malu kucing.


" Itu adalah pembahasan orang yang mau menikah emang mau bahas apalagi, kamu mau kita bahas tentang malam pertam,"Belum Rendy menyelasaikan kalimatnya Syifa sudah memotong kalimat Rendy.


"Rendy stop, kita bahas yang lain saja kalau tidak aku akan mematukan telponnya." ancam Syifa.


"Baiklah kita bahas yang lain saja, kamu mau kita punya anak berapa," tanta Rendy seraya tersenyum.


" Rendy berhenti berbicara tentang itu," ucap Syifa malu membahas yang seperti itu. Maklum Syifa terlalu polos untuk membahas hal yang semacam itu.


"Lalu apa yang mau kita bahas Syifa sayang?," Tanya Rendy.


" Rumah, kamu akan membawaku pergi dari rumah ini?," Tanya Syifa.


"Tentu saja, aku sudah memiliki rumahku sendiri jadi kita akan tinggal di situ setelah kita menikah nanti, kenapa? Kamu gak mau?," Tanya Rendy.


"Aku bukannya gak mau tapi aku belum mau pisah sama Papa Mama," jawab Syifa sedih.


"Sayang kalian tidak akan berpisah, kamu bebas bertemu dengan orang tua kamu, aku tidak akan melarangnya, tapi aku juga merasa tidak enak, aku laku laki itu kewajiban aku memberimu tempat tinggal kecuali aku belum mampu."


"Sayang kamu mengerti kan maksud aku, gini saja kita akan tinggal satu bulan di rumah kamu dan satu bulan di rumah orang tuaku setelah itu kita baru pindah ke rumah kita, bagaiman?," saran Rendy tidak tega melihat wajah sedih Syifa


" Janji!," ucap Syifa masih dengan raut wajah sedih.


"Janji sayang, sekarang kamu istirahat tapi jangan matikan sambungan kamu, aku gak mau kamu malah menangis bukannya tidur," kata Rendy.


Syifa meletakkan ponselnya di meja yang ada di samping tempat tidurnya. Kemudian merebahkan tubuhnya di atas kasur.


"Tidurlah, pejamkan matamu," suruh Rendy. Syifa memejamkan matanya seperti suruhan Rendy. Dan mulai masuk ke alam mimpinya.


"Selamat malam calon istriku semoga aku bisa menggantikan peran Papa kamu yang hilang selama ini setelah kita menikah nanti," ucap Rendy setelah Syifa terlelap dan meletakkan ponselnya seperti yang dilakukan Syifa lalu ikut tidur tanpa mematikan sambungannya.


Syifa tidak sadar kalau pembicaraannya dan Rendy di dengar seseorang yang menguping di balik pintu kamarnya.


Siapakah yang mendengar pembicaraan Rendy dan Syifa? tunnggu bab selanjutnya!!!!!!


JANGAN LUPA!!!


LIKE, KOMEN, VOTE, AND FAV.


KARENA ITU SANGAT BERGUNA BAGI AUTHOR.

__ADS_1


TERIMA KASIH WAKTUNYA


__ADS_2