pria idaman

pria idaman
PI42


__ADS_3

Tidak ada perdebatan lagi pilihan jatuh pada Drama Korea . Ya beginilah kami bertengkar dalam segala hal dan tidak penting sama sekali tapi kami senang karena perdebatan seperti inilah kami bisa menjadi sahabat yang pengertian


"Baiklah sekarang kita nonton drama Korea saja " ujarku pada mereka


"Nah gitu dong jadi kita kan gak ribet "ujar Dea


"Dari tadi kek "sambung Dea lagi


"Heh bukanya tadi aku juga memilih itu ya, kenapa sekarang aku yang terpojok dasar kalian ini ya tadi aja bilang hari ini tergantung pilihan aku kalau gitu aku bilang ke kak Tama aja biar gak jadi nonton sekalian " ancamku


"Gak usah bawa bawa kak Tama dong Gan mentang mentang kak Tama suka sama Lo iya deh kita yang salah " ujar Dara


"Udah kenapa pada ribut sih jadi nonton gak sih ini " ujar Fera


" Ya jadi lah " jawab Aku Dea dan Dara bersamaan menatap Fera


" Jawab nya gak usah kompak gitu juga kali kalian mau aku mati karena jantungan ya aku belum punya jodoh Loh" ujar Fera kesal


"Sorry habisnya Lo masih nanya sih bikin tambah kesal aja hehehe " jawab Dea cengengesan


"Yaudah kalau mau nonton jangan ribut dong bikin pusing aja kalian " ucap Fera


"Kalian kenapa ribut banget sih dari tadi dan kenapa nama aku juga ikut " ujar seseorang dari luar


" Kakak enggak kok kak kita gak ribut dan gak ada yang sebutin nama kakak juga disini ya kan guys kakak jangan kepedean dong " jawab Fera


" Iya kak " ujar Dara


"Gak ribut dari mana dari tadi suara kalian sampai ke kamar kakak " jawab kak Tama kakaknya Fera yang memang kamar Fera dan kak Tama bersebelahan


"Maaf ya kak, kita gak ribut lagi kok sekali lagi maaf gangguin kakak " ujarku


"Iya gak pa pa kok Syifa kalau gitu aku balik ke kamar aku dulu ya " jawab kak Tama dengan nada yang halus


"Giliran Syifa yang jawab aja jawabnya baik halus kalau gue yang jawab kayak mau menerkam mangsa aja, bilang aja mau kesini karena mau liatin Syifa pakek alasan kita ribut segala lagi dasar modus " ujar Fera


"Tau tuh kakak Lo dari dulu modus dibanyakin kenapa gak tembak aja ribet banget " sambung Dara


"Udah kok pada ribut sih kalian maaf ya kak " ujarku


" Gak pa pa kalau gitu aku balik dulu " ujar kak Tama meninggalkan kamar Fera


"Udah sambung nonton yok waktu kita udah gak lama ni udah mau sore " ujar Dea


"Oh iya ya " jawab Fera


" Kak pesanin makan dong buat kita kasian Syifa loh dia gak makan tadi di sekolah " teriak Fera agar didengar oleh kakaknya

__ADS_1


" Kenapa gue lagi sih " ujarku kesal


" Sorry mumpung ada Lo jadi bisa gratisan jarang jarang Lo kesini " jawab Fera tidak ada rasa penyesalan sedikit pun


"Tapi gak usah bawa nama gue dong " ujarku


"Santai setelah nanti malam dia pasti gak akan ngejar Lo lagi kok " ujarnya


" Kenapa dengan nanti malam " tanyaku


" Tunggu aja nanti malam " jawab Dea


Waktu sudah menunjukkan sore akan tiba dan film yang kami nonton juga sudah selesai baru saja kami mau beranjak bangun tapi ada ketokan pintu dari luar


"Tok tok tok " suara ketokan pintu


" Siapa " tanya Fera


"Ini kakak kalian turun gih udah kakak pesanin makan tuh " ujar kak Tama dari luar


"Makasih kakak ku tersayang kita juga mau turun kok kita makan bareng ya kak " ujar Fera


" Iya " jawab kak Tama sinis


" Dasar dia beneran kakak Lo kan kok beda benget ya sama Lo " kata Dea


" Turun yok lapar tau " ujar Dara


Setelah makan bersama kita usai kita berpamitan untuk kembali sebelum kita bertemu beberapa jam lagi


"Kalau gitu aku pamit ya makasih ya kak makanannya maaf jadi merepotkan kakak " ujarku


"Sama sama hati hati ya " ujar kak Tama


"Kita juga mau pulang ya kak kalau gak ada Syifa boleh dong kak beliin kita lagi jangan pas ada Syifa nya doang " ujar Dara


"Kalian hati hati ya dijalan sampai nanti " timpal Fera


"Kalian jangan bikin aku repot sing bisa ****** gue kalian pulang aja " batin Fera


"Kita pamit ya Assalamualaikum " ucapku


"Waalaikum salam " jawab kak Tama dan Fera bersamaan


"Gitu dong kalau cari teman tuh kayak Syifa " ujar kak Tama


" Iya kak maksud kakak yang baik pintar cantik ya kan kak udah ngerti aku dah sampai jumpa nanti malam " jawab

__ADS_1


Fera


Setelah mendengar perdebatan kakak beradik itu kita meninggalkan mereka berdua menuju mobil kita masing masing


" Dah guys sampai ketemu nanti malam " ujarku sebelum masuk ke dalam mobil


"Dah " jawab Dea dan Dara bersamaan


Setelah Dea dan Dara pergi meninggalkan rumahnya dan aku pun sama sudah meninggalkan rumahnya Fera aku baru teringat sesuatu


" Oh ya kenapa bisa lupa ya tadi kan aku kesini sekalian bareng sama Fera ya untuk acara nanti malam " gumamku


Aku mengirim whatsapp ke Fera untuk menanyakannya


" Gimana Lo jadi kerumah gue sekarang gak " tanyaku


"Oh iya gue lupa tadi Lo dimana sekarang masih dirumah gue gak kalau enggak gue suruh kak Tama aja yang anterin kalau gak gue bawa mobil sendiri aja " isi balasan dari Fera


"Emang kalau bawa mobil sendiri diizinin sama bokap Lo bisanya enggak " balasku


" Gue bawa kak Tama pasti dibolehin " balas Fera lagi


Sebenarnya gue masih di depan rumah Lo ni " " balasku


" Tapi gak ada Lo dimana " balas Fera


" Iya gak didepan banget sih maksudnya masih dalam kawasan jalan rumah Lo gimana kalau bareng gue balik lagi kalau enggak gue cabut aja ni" balasku


"Jauh gak " balas Fera


" Ya lumayan sih " balasku


" Gua bareng kak Tama aja nanti Lo cabut aja gak usah balik ih ya jangan lupa pakai baju itu sebelum kita ke rumah Lo " balas Fera lagi


" Iya bawel banget sih Lo emang kak Tama mau " balasku


"Mau lah, kalau gak mau juga itu urusan gue, gampang lah, Lo tenang aja tinggal sebut nama teman gue yang baik satu ini pasti di anterin kemanapun aku minta hehehe " balas Fera lagi


"Dasar Lo terserah Lo aja deh " balasku


Setelah menanyakannya pada Fera aku kembali menjalankan mobilku untuk segera pulang karena sudah terlalu sore dan takut terjebak macet juga nantinya yang ada tambah telat sampai rumahnya lagi


***JANGAN LUPA MAMPIR TERUS YA GUYS


JANGAN LUPA SETELAH KALIAN BACA


LIKE KOMEN VOTE DAN BINTANG LIMANYA YA***

__ADS_1


__ADS_2