pria idaman

pria idaman
Makan malam di luar


__ADS_3

Rendy pulang bersama dengan Mamanya sedangkan Papanya masih ada kerjaan di kantor jadi tidak ikut pulang bersama mereka. Saat keluar dari ruangan Papanya banyak pujian terdengar untuk Rendy. Meskipun umurnya masih sangat muda tapi aura kepemimpinannya sudah sangat terlihat bahkan sudah bisa melebihi Papanya sendiri.


Di sisi lain Syifa bersama orang tuanya baru saja merayakan hari kelulusan Syifa di sebuah cafe favorit Syifa.


''Gimana sayang mau kuliah di mana?,'' tanya Papanya Syifa.


''Di kampus yang sama dengan yang lain Pa, gak jauh juga dari rumah jadi lebih menghemat waktu juga,'' jawab Syifa.


''Baguslah kalau begitu,'' ujar Papanya Syifa.


''Oh iya sayang kamu sama Rendy kapan punya waktu buat fitting baju, '' tanya Mamanya Syifa.


''Masalah itu aku tanya Rendy dulu Ma, soalnya dia udah mau masuk ke kantor Papanya, katanya!, ujar Syifa.


''Mahendra benar benar ya, bukannya biarkan anak bebas dulu, baru juga lulus, udah di ajak ke perusahaan,''ujar Papa Surya.


''Diakan anak laki satu satunya Pa, siapa lagi kalau bukan dia,''ujar Mama Sarah.


''Iya tapi gak buru buru juga kan kasian anaknya,'' ucap Papa Surya lagi.


''Kata Rendy cuma di perkenalkan kok Pa, bukan langsung diserahkan ke Rendy,'' ujar Syifa.


''Kalian rencananya mau kemana sebagai liburan kelulusan, biar Papa atur semua kalian bilang aja mau ke mana ajak sahabat kamu juga,'' ucap Papa Surya.


''Nanti aku bilang sama mereka deh Pa, makasih ya Pa,'' ucap Syifa.


''Sama sama sayang,'' ujar Papa Surya.


''Habis ini mau kemana lagi?,'' tanya Mama Sarah.


''Mau langsung pulang aja Ma, aku udah capek banget mau istirahat,'' ucap Syifa.


''Oke, kalau gitu selesaikan makan kamu habis itu kita pulang,'' ucap Mama Sarah.


Syifa dan Mama, Papanya sudah sampai di rumah mereka. Syifa langsung minta izin untuk ke kamarnya karena sudah sangat lelah hari ini.

__ADS_1


''Ma, Pa aku langsung ke kamar ya,,'' ucap Syifa.


''Iya,'' jawab Mama dan Papanya Syifa secara bersamaan.


Syifa masuk ke kamarnya, sampai di kamar Syifa tidak langsung tidur melainkan dia membersihkan dirinya dari segala kotoran yang ada di tubuhnya terutama di wajahnya dia menghapus make up nya.


Setelah selesai dia baru merebahkan tubuhnya di atas kasurnya tapi bukan untuk tidur. Dia mengambil hpnya untuk menghubungi sahabat sahabatnya dan mengajak mereka semua liburan seperti apa yang Papanya minta.


Mereka semua menyetujui ajakan dari Syifa termasuk Rendy yang tidak mau ketinggalan mereka akan pergi bersama ke salah satu villa Papanya Syifa yang berada di kota x untuk liburan mereka.


Setelah memberi tahukan kepada sahabatnya Syifa beru memejamkan matanya untuk tidur sebentar setelah seharian dia habiskan di sekolah dan juga jalan bersama orang tuanya. Bukannya Syifa tidak pergi bersama sahabatnya tapi dia ingin menghabiskan waktunya bersama orang tuanya karena selama ini mereka tidak punya waktu dan selagi ada waktu Syifa ingin memanfaatkan itu semua. Jadinya setelah acara perpisahan itu Syifa tidak merayakannya bersama sahabat sahabatnya melainkan bersama orang tuanya sendiri.


Semua teman temannya juga memaklumi hal tersebut kerena mereka mengenal Syifa dan keluarganya selama ini jadi mereka tidak mempermasalahkan hal tersebut.


Syifa bangun saat azan magrib di kumandangkan dia benar benar terlelap dan tidak menyadari kalau dia melewatkan shalat asharnya karena ketiduran.


''Ya Allah aku ketiduran sampai melewatkan shalat ashar,'' gumam Syifa terkejut saat mendengar adzan dan jarum jam sudah hampir menunjukkan pukul tujuh.


Syifa bangun dengan terburu buru dari tempat tidurnya. Mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi terlebih dahulu sebelum melaksanakan shalat.


''Sayang mau makan malam di rumah atau di luar?,'' tanya Mama Sarah yang lagi duduk di ruang keluarga bersama dengan Papa Surya lagi menonton tv.


''Makan di rumah aja Ma, Mama udah makan?,'' tanya Syifa.


''Belum sayang, Mama baru mau tanya sama kamu tadi eh keburu kamu keluar duluan, udah shalat?,'' ujar Mama Sarah.


''Udah Ma, Syifa mau makan Mama mau ikut, Papa juga,'' tanya Syifa.


''Ya udah yok makan di rumah aja kalau gitu, ayo mas,'' ujar Mama Sarah dan mengajak Papa Surya .


''Ahh iya Mama lupa, kita makan di luar aja ya, soalnya Mama gak masak,'' ujar Mama Sarah.


''Bibi mana Ma?,'' tanya Syifa.


''Bibi tadi siang minta izin pulang karena anaknya yang lagi sakit,'' jawab Mama Sarah.

__ADS_1


''Sakit apa Ma?,'' tanya Syifa lagi.


''Mama juga gak tahu soalnya Bibi perginya buru buru jadi Mama gak sempat nanya,'' jawab Mama Sarah.


''Kalau gitu kamu siap siap sana kota makan di luar aja,'' ujar Papa Surya.


''Yaudah deh Pa, aku siap siap dulu,'' ujar Syifa dan berbalik menuju kamarnya


''Make up yang cantik ya sayang,'' ucap Mama Sarah kepada Syifa.


''Kenapa harus Make up Ma? kita cuma mau makan malam biasa kan, kenapa juga harus pakai make up segala?.'' ucap Syifa malas kalau di suruh pakai make up.


''Udah nurut aja sama Mama,'' ucap Mamanya.


Mau tidak mau Syifa nurut dengan perkataan Mamanya dia kembali berjalan menuju kamarnya untuk ganti baju dan siap siap makan malam di luar.


''Papa juga siap siap sana, ngapain masih di sini?,'' ucap Mama Sarah.


''Mau makan di mana sih Ma? Bukannya tadi Mama udah masak ya?,'' ucap Papa Surya.


''Iya Pa tapi Clara tadi chat Mama katanya mau makan malam di luar sekalian bahas pernikahan Syifa dan Rendy,'' ujar Mama Sarah.


''Kenapa gak terus terang aja tadi sama Syifa! kenapa harus bohong segala, pakai di suruh make up lagi, kan jadi bingung dia,'' ucap Papa Surya.


''Biar jadi kejutan aja Pa,'' ucap Mama Sarah.


''Kamu ini ada ada saja,'' ujar Papa Surya


''Udah, mending kiya juga siap siap.'' ucap Mama Sarah dan mereka juga ikut bersiap siap makan malam bersama di luar.


Syifa kesal sekaligus senang, karena sangat jarang sekali dia makan malam bersama Mama dan Papanya bahkan bisa di bilang tidak pernah tapi dia juga kesal kalau harus make up sagala.


''Mama mau makan malam di mana sih kenapa juga aku harus make up gak jelas begini'' umpatnya.


Syifa sangat tidak suka yang namanya make up dia pakai make up di saat saat di perlukan saja kalaupun tidak terlalu di butuhkan Syifa juga tidak akan memakainya.

__ADS_1


Syifa merias wajahnya dengan riasan yang tipis itu saja sudah sangat cantik karena wajahnya yang cantik natural walaupun tidak di beri apapun juga akan tatap cantik.


__ADS_2