
Syifa dan Rendy saling melambaikan tangan mereka tanda berpisah, Mama Sarah juga Mama Clara saling berpelukan begitu juga dengan kedua Papa itu. Syifa juga memeluk Mama Clara.Setelah itu mereka naik ke mobil mereka masing masing.
Mereka kembali ke rumah masing masing setelah acara makan malam selesai sekaligus membahas masalah pernikahan Rendy dan Syifa yang akan di selenggarakan sebentar lagi.
''Gimana sayang kamu senang malam ini?,'' tanya Papanya Syifa
''Syifa senang Pa, makasih atas makam malam ini,'' jawab Syifa.
'''Sayang sebentar lagi kamu akan jadi istrinya Rendy itu artinya kamu harus belajar menjadi dewasa dan selalu sabar, karena dalam rumah tangga pasti ada masalah yang harus kita hadapi,'' tutur Mama Sarah memberi wejangan.
''Iya Ma, Syifa paham, dan semoga Syifa bisa menjalankan rumah tangga ini dengan baik, doakan Syifa Ma,Pa,'' ujar Syifa.
''Mama sama Papa pasti akan selalu mendoakan kamu sayang,'' ucap Papa Surya.
''Makasih Pa, Ma,'' jawab Syakilla.
Mereka sudah sampai di rumah mereka dalam keadaan Syifa yang sudah tertidur lelap di belakang mobil.Papa Surya yang melihat Syifa tertidur lelap kasian untuk membangunkannya jadi dia memilih mengangkat tubuh Syakilla ke kamarnya.
Sampai di kamar Syifa di taruh di atas kasurnya lalu Papanya menyelimuti Syifa dengan baik setelah itu mematikan lampu dan menutup pintu kamar Syifa kembali lalu pergi keluar dari kamar Syifa menuju kamarnya sendiri.
Syifa terlelap dalam tidurnya sampai pagi datang menyapa. Karena hawa dingin Syifa terbangun dari tidur nyenyaknya dan juga karena mendengar suara azan subuh yang lagi di kumandangkan dari arah mesjid.
''Semalam aku ketiduran di mobil, pasti Papa yang membawaku ke kamar,'' gumam Syifa ketika melihat dirinya sudah berada di kamarnya sendiri.
''Sudah azan aku mandi dulu setelah itu shalat,'' gumam Syifa.
Syifa mengangkat tubuhnya dari kasur empuknya menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya sekaligus untuk shalat subuh.
Sekitar lima belas menit Syifa sudah menyelesaikan mandinya juga telah menggunakan mukenanya dan bersiap siap untuk shalat subuh.
Selesai shalat Syifa bersiap siap untuk pergi ke kampus yang akan menjadi tempat selanjutnya dia mencari ilmu.
''Hari ini aku udah janji mau lihat kampus bersama Rendy sebaiknya aku siap siap saja dari pada kelamaan nantinya,'' gumam Syifa menyiapkan segala sesuatu yang dia perlukan.
Selesai Syifa turun untuk sarapan bersama keluarganya. Di sana sudah ada Mama dan Papanya yang sedang menikmati sarapan pagi mereka.
.''Pagi Ma, pagi Pa,'' sapa Syifa mencium Papa dan Mamanya.
''Pagi juga sayang, udah siap mau kemana?,'' tanya Mama Sarah.
''Mau lihat lihat kampus Ma,'' jawab Syifa.
''Gimana udah ketemu kampus yang pas?,'' tanya Papa Surya.
''Udah Pa,'' ujar Syifa mengunyah sarapannya.
''Setelah itu Syifa punya waktu kita harus ke butik, fitting baju ajak Rendy sekalian,'' ucap Mama Sarah.
''Iya nanti aku ajak Rendy Ma,'' ujar Syifa.
__ADS_1
''Papa sudah selesai, Papa berangkat ke kantor dulu, mau ikut Papa,'' ucap Papa Surya.
''Enggak Pa, aku bareng Rendy paling bentar lagi datang orangnya,'' ucap Syifa.
''Kalau gitu Papa berangkat dulu, Mama mau ikut sama Papa?,'' tanya Papa Surya lagi.
''Boleh Pa, Mama malas bawa mobil sendiri hari ini,'' jawab Mama Sarah menyelesaikan sarapannya.
''Mama sama Papa berangkat dulu,salam buat Rendy,'' ujar Mama Sarah.
''Nanti Syifa sampaikan, hati hati Ma, Pa,'' ucap Syifa
''Assalamualaikum,'' ucap kedua orang tua Syifa.
''Waalaikum salam,'' jawab Syifa menyalami orang tuanya dan mengantar sampai di depan pintu sekaligus menunggu Rendy datang menjemputnya.
Belum juga orang tuanya pergi Rendy sudah sampai di depan rumahnya Syifa menggunakan motor kesayangannya.
''Pagi Om, Tante,'' sapa Rendy.
''Pagi Rendy,'' jawab Papa Mamanya Syifa.
''Mau ke kantor Om,Tante?,'' tanya Rendy.
''Iya,kalian hati hati, jangan ngebut awas kalau terjadi sesuatu sama anak Tante,'' ujar Mamanya Syifa.
''Mama sama Papa berangkat dulu, Ren, Om sama Tante pergi dulu ya,Assalamualaikum,'' ucap Papanya Syifa sekali lagi.
''Waalaikum salam,'' jawab Rendy menyalami calon mertuanya.
Selepas orang tua Syifa pergi giliran Syifa dan Rendy yang pergi.
''Udah siap?, mau berangkat sekarang?,'' tanya Rendy.
''Udah, kita pergi sekarang aja takutnya macet,'' jawab Syifa.
Syifa pergi dengan Rendy menggunakan motor menuju kampus mereka.
''Ren, Mama bilang nanti kita ke butik, kamu bisa?,'' tanya Syifa saat sudah di atas motor.
''Bisa, kapan?,'' tanya Rendy.
''Nanti habis dari kampus, bisa?,'' tanya Syifa lagi.
''Bisa sayang,'' jawab Rendy.
''Kalau bisa nanti aku bilang Mama, '' ujar Syifa.
Mereka pergi ke kampus di sana sudah ada yang lainnya juga sudah menunggu mereka datang.
__ADS_1
'' Kalian lama banget sih gak pacaran dulu kan di jalan?,'' tanya Dea
Karena merasa cocok dengan kampusnya akhirnya mereka memutuskan kalau mereka akan kuliah di kampus yang mereka datangi sekarang ini.
Setelah selesai melihat lihat kampus sepeti janji mereka berdua mereka akan pergi ke butik untuk fitting baju yang akan mereka pakai di hari lamaran mereka di sana sudah ada Mamanya Syifa dan juga Mamanya Rendy yang menunggu.
''Mama ikut juga?,'' tanya Rendy.
''Tadi di ajak Mamanya Syifa jadi Mama datang,'' ujar Mama Clara.
''Kita sekalian fitting bajunya,'' ujar Mama Sarah.
''Ayo, mereka sudah menunggu kita dari tadi.'' ucap Mama Sarah.
''Ayo Ma, Tante,'' ajak Syifa menggandeng tangan Mamanya dan calon mertuanya sedangkan Rendy di tinggal sendirian di belakang.
''Jadi aku di tinggalkan ini?,'' ucap Rendy
''Sudah ikut saja jangan bawel,'' ujar Mama Clara bukan ikut membela Fahri tapi mengomelinya.
''Sudah jadi mantu kesayangan anak sendiri dilupakan,'' gumam Fahri tapi tetap mengikuti kemana para wanita kesayangannya itu pergi.
Berada di antara perempuan bukanlah perkara mudah apalagi kalau para wanita saat belanja itu akan sangat menyakitkan, mereka akan menjadikan kaum laki laki sebagai pembawa barang mereka, mau di bantah gak bisa semua serba salah. jadilah Rendy pasrah saja dan tetap diam supaya aman.
Acara fitting tidak membutuhkan waktu terlalu lama hanya saja kalau sudah ke butik tidak sah kalau hanya untuk fitting saja, mereka juga belanja baju baju yang lain untuk kebutuhan sehari hari.
Rendy hanya mengikuti saja kemana mereka membawanya pergi walaupun ada sedikit rasa kesal di hatinya.
''Kenapa hari ini aku harus terjebak di antara wanita wanita ini, dan kemana suami suami mereka,'' batin Rendy mulai pegal dari tadi belum selesai juga.
''Sayang, belum selesai juga,'' ucap Rendy pada Syifa
''Sabar sayang, aku udah selesai tapi Mama kayaknya belum,'' ucap Syifa tersenyum.
''Aku sudah pegal apa mereka tidak pegal ya,'' ucap Rendy.
''Begitulah perempuan sayang,'' ucap Rendy
''Kamu jangan gitu ya kalau kita sudah nikah nanti,'' ucap Rendy.
''Kita lihat aja nanti, terus kalau aku seperti Mama dan Mama mertua kamu mau apa?,'' ujar Syifa.
''Gak mau apa apa juga,'' jawab Rendy takut melanjutkan ucapannya takut salah bicara
Jangan lupa
like,komen,vote,gift,dan hadiahnya, tambahkan juga di daftar favorit kalian semua
terima kasih
__ADS_1