
"bu, sotonya 2 es teh manis 2" ucap Raffan.
"tunggu sebentar ya nak Raffan" jawab bu Atik si pemilik warung.
Raffan dan Anan makan berdua saat ayah dan ibu Anan mendadak pergi ke kondangan karena hampir kelupaan, ibu Anan (Andin) biasanya selalu menyiapkan makan, tp karena mendadak suaminya teringat resepsi pernikahan teman kerjanya mereka terburu buru pergi.
"om minta krupuk" ... " sama sendok" pinta Anan.
"sendok? kan sotonya belum dateng" jawab Raffan.
"ngga papa, kan Anan siap siap" ucapnya polos.
Anan adalah anak bang Fatih (kakak Raffan) usianya baru 4 tahun, Raffan sering mengajaknya jalan jalan sore atau malam sekedar untuk membeli jajan.
"ini nak pesanannya" ucap bu Atik.
"makasih bu" jawab Raffan.
"asikk makan soto" ucap Anan girang.
Warung soto milik bu Atik adalah langganan Raffan dari jaman dia masih SMP, dulu abangnya sering membelikannya tiap Raffan malas makan, bahkan abangnya bilang pertemuan pertamanya dengan istrinya di sini, jadi secara tak langsung warung ini ikut andil dalam asmara abangnya dulu.
Rasa soto yang gurih dan segar milik bu Atik memang tak ada duanya, warung ini biasanya selalu ramai tiap Raffan datang kemari bersama teman temannya, tapi malam ini hanya ada beberapa pembeli yang datang.
"bude sotonya sama teh anget tawar ya" ucap seorang wanita.
"ehh Dita, udah berapa minggu nih ngga mampir kesini" sapa bu Atik ramah.
"lah gimana mau mau mampir? tiap aku kesini bude selalu tutup" keluhnya.
"hah? bude buka terus kok Dit ... sebentar bude nganter pesenan dulu yah" ucap bu Atik.
Raffan dan Anan duduk di meja yang menghadap langsung ke jalanan, suasana malam hari di hiasi motor dan mobil yang berlalu lalang.
"om ke WC bentar yah" ucap Raffan.
Anan kecil hanya mengangguk dan Raffan melangkah ke bagian belakang warung.
"Nik numpang ke WC" ucap Raffan pada anak bu Atik.
"yo, masuk aja bang Raffan" jawabnya.
Setelah selesai urusan di kamar mandi, saat Raffan hendak keluar dari kamar mandi tak sengaja dia mendengar percakapan bu Atik dan putrinya.
"bu kayanya besok besok beli bahannya di kurangin deh, sekarang warung kita sepi bgt, mana ayam sama dagingnya cepet basi" keluh Nunik anak bu Atik.
"ya sudah, besok belanjanya ibu kurangi" jawab bu Ati pelan.
Raffan kembali ke mejanya dan mendapati bibir kecil keponakannya belepotan kuah soto.
"makannya pelan pelan dong" ucap Raffan sambil mengelap bibir ponakannya dengan tisu.
__ADS_1
"kok punya om asem banget, kamu tambahin jeruk yah?' tuduh Raffan pada Anan.
"Anan tuh dari tadi sibuk makan om, Anan minta es lagi" pinta bocah itu.
"hmm ..... bu es tehnya 1 lagi" pesan Raffan.
"ini nak Raffan" ucap bu Atik "lho kamu lagi dadah sama siapa?" tanya bu Atik pada Anan.
"itu sama tante yang di situ" jawab Anan sambil menunjuk pohon di depan warung.
Si pemilik warung melihat ke arah yang di tunjuk Anan kecil, dia melihat kesana kemari tapi tak ada siapapun di dekat pohon itu.
Raffan melirik dan melihat sesosok kuntilanak di bawah pohon itu.
[satu bulan lalu]
"pergi aja ke TPU kampung sebelah, di sana ada kuburan baru yang belum 40 hari, setauku yang mati itu mati gantung diri" saran ki Gatot pada pak Kumis.
Lelaki tua berjuluk pak Kumis itu pergi ke tempat yang di beritahu Gatot tadi, dia mengambil beberapa genggam tanah kuburan yang masih basah.
"permisi permisi, saya mau ambil sedikit tanah kuburan ini untuk menutup jalan rejekinya" ucapnya berkali kali.
Setelah berhasil mendapatkannya pak Kumis langsung mendatangi warung soto milik bu Atik, dia merapalkan mantra yang sudah di ajarkan ki Gatot padanya, setelah itu dia menebarkan tanah kuburan yang di dapatnya ke sekitar pohon di depan warung bu Atik.
"sekarang kau sudah terikat di sini, jangan kemana mana dan tetaplah di sini, halangi cahaya-Nya dan halangi jalan rejekinya, gelapkan dan sepikanlah tempat ini segelap dan sesepi tanah kuburan" ucap pak Kumis.
*******
"totalnya berapa bu?" tanya Raffan.
"ini bu sekalian air mineral 1" .... "tumben bgt ini warung sepi bu?" tanya Raffan basa basi.
"iya nak Raffan, sudah hampir 1 bulan warung ibu sepi, mungkin karena ada warung soto baru di depan sana jadi pada nyobain yang baru kali yah" jawabnya.
"iya mungki, besok juga pasti rame lagi bu" ucap Raffan ramah.
"iya semoga saja" jawab bu Atik.
Raffan menggandeng tangan Anan dan melangkah keluar warung, dia berjalan mendekati pohon yang berada tak jauh darinya.
"om om itu liat si tante malem malem main di atas pohon ngga takut jatuh apa yah" ucap Anan polos.
Raffan hanya tersenyum mendengar ucapan polos ponakannya, mungkin karena masih terlalu kecil jadi dia masih belum terlalu paham kalau sosok yang di lihatnya bukan manusia, padahal Raffan selalu menasehatinya untuk tak sembarang bicara kalau melihat sesuatu yang aneh.
Raffan melangkah ke bawah pohon, dia memejamkan mata dan membacakan sebuah do'a, dibukanya tutup botol dan dia meniuonya beberapa kali, setelah itu disiramkannya air mineral yang di bawanya ke sekeliling pohon.
"pergilah dari sini ! sekarang kau sudah tak terikat lagi, kau tak perlu menghalangi rejeki dan cahaya-Nya, kau bebas sekarang" ucap Raffan.
"bruuuuukkkkk" sesosok kuntilanak terjatuh dari pohon.
"om om! tantenya jatuh, kejungkel om!" seru Anan polos.
__ADS_1
Raffan ingin tertawa mendengar ucapan Anan, Raffan hanya tersenyum dan menggandeng tangan ponakannya, mereka berdua jalan menyusuri pinggiran jalan raya, sepanjang jalan Anan selalu mengoceh dan menceritakan apapun yang dia lihat.
Anan memang anak yang sangat cerewet, dia sangat suka bercerita, dia juga sangat aktif bahkan terkesan pecicilan, dia tak pernah berhenti jika sedang membicarakan sesuatu yang menarik baginya.
"om kenapa ngga nolongin tante tadi? kan kasian dia jatuh, mana tadi kepalanya dulu yang yang nyampe tanah" ucapnya polos.
"Anan, om kan udah sering bilang, tidak semua yang kamu lihat itu manusia, apa yang kamu lihat tadi adalah sosok yang tidak bisa semua orang lihat, jadi kalau bertemu yang seperti itu lebih baik ngga usah di hiraukan ya" ucap Raffan.
"iya om" jawabnya menurut.
"kamu jangan marah yah kalau om nasehatin" ucap Raffan.
"ngga kok om, kan om bilang Anan itu anak yang spesial sama kaya om, dan om kan udah besar jadi Anan nurut sama nasehat om" jawabnya polos.
"ponakan om memang anak pintar" puji Raffan.
Keponakannya itu adalah anak yang memiliki kelebihan sepertinya, mereka berdua sama sama terlahir dan tumbuh dengan indra ke enam.
Orang bilang setiap bayi yang lahir memang indra ke enam atau mata batinnya terbuka, tapi biasanya akan tertutup secara alami saat mereka tumbuh dewasa, tapi sepertinya itu tak berlaku pada Raffan dan Anan karena mereka berdua masih melihat sesuatu yang tak terlihat bagi orang lain sampai sekarang.
Dulu saat Raffan kecil dia adalah seorang bocah penakut, dia sering bersembunyi di ketiak abangnga saat melihat sesuatu yang menurutnya menyeramkan, bahkan tiap malam dia sering terbangun karena suara suara yang mengganggunya, abangnya yang sabar selalu memeluk dan menenangkan Raffan tiap dia menangis.
Tapi berbeda dengan Anan, seseram apapun penampakan yang di lihatnya dia tak pernah ketakutan, apalagi jika yang di lihatnya sosok anak kecil seumurannya, dia tak segan untuk menyapanya.
Anan bahkan seringkali membicarakan yang di lihatnya pada ibunya, Andin yang penakut tentu saja sangat tak suka saat putranya membicarakan hal seperti itu, dia juga awalnya tak percaya kalau putranya bisa melihat hal hal tak kasat mata.
Sesampainya mereka di rumah rupanya bang Fatih dan mbak Andin belum pulang dari acara kondangan.
Raffan menyalakan TV dan menontonya bersama Anan.
"Anan ngantuk om" ucap bocah kecil itu.
"mau tidur sekatang?" tanya Raffan.
"iya" jawab Anan singkat.
"tidur di kamar om aja yah, ayah sama ibu kan belum pulang" ucap Raffan.
"Anan tidur di kamar Anan aja, Anan berani tidur sendiri kok, Anan kan udah besar" jawabnya.
"nggaak! terakhir kali kamu tidur sendiri kan kamu ilang, tau tau udah udah nangkring di pohon asem di kebon pak RT" bantah Raffan.
"oiyaa? Anan pernah nangkring di pohon asem?" tanyanya polos.
"udah udah, jadi tidur nggak? katanya ngantuk" ucap Raffan.
"jadi hoaaaaaaaaam" jawabnya menguap.
....bersambung....
Ini karya horor pertamaku, semoga para pembaca suka yah☺️
__ADS_1
jangan lupa dukungannya💜
tinggalin juga kritik dan sarannya dimari ......