
"tuan putri memasuki ruangan"
Langkah kecil yang penuh sopan santun Rere tunjukkan karena biasanya tamu resmi yang datang ke ruang pertemuan, dan lagi tadi Rere sempat melihat adanya kereta kuda yang datang.
Setelah memberi salam pada ayahnya Rere di persilahkan duduk di kursi sebelah Ano, matanya menangkap adanya sosok laki laki gagah di depannya, rambut hitam legam dengan mata kecoklatan dan tubuh yang tentunya proposional.
"apa ada sesuatu ayah?" tanya gadis itu pada ayahnya.
"berapa usiamu sekarang?"
"hm? .. 7 tahun lebih"
"di usia berapa seorang gadis dan anak laki laki memasuki usia dewasa?"
"untuk seorang laki laki di usia 15 tahun dan perempuan 14 tahun" jawabnya.
"di usia berapa seorang gadis membahas pernikahan?"
"y-ya?" Rere bingung.
"jawab saja"
"u-untuk pembahasan pernikahan bisa di lakukan kapan saja saat ada yang melamar gadis tersebut, namun biasanya itu di lakukan saat si gadis sudah berusia 10 tahun karena di usia tersebut bisa di anggap mereka cukup nalar untuk pembahasan tersebut"
"kau dengar? Arnoa" ucap Ano dengan nada tegas.
"khuhuhuu kau ini lucu juga, aku cukup kaget dengan sikapmu yang sekarang, kupikir apa yang aku dengar selama ini hanya gosip tapi hahahaaa kau benar benar berubah No" tawa laki laki bernama Arnoa.
"berhenti bicara omong kosong dan cepatlah kembali"
"heyyy kau mengusir teman lamamu" gerutunya.
"aku tidak memiliki teman" jawab Ano dengan ketus.
"kamu lihat tuan putri? ayahmu sangat judes"
"😧😧" Rere melompong.
Rere bingung karena ayahnya tiba tiba bertanya sesuatu tentang kedewasaan dan pernikahan, belum lagi pembicaraan aneh antara ayahnya dan si tamu, Rere benar benar tidak paham dengan apa yang ada di depannya.
"kamu boleh keluar" ucap Ano pada putrinya.
"ba.."
"tunggu dulu.. aku masih belum puas melihat kecantikan tuan putri Heibe" cegah Arnoa tiba tiba"
"Noa!"
"iss baiklahh" decaknya.
"kalau begitu saya pamit undur diri" ucap Rere membukuk dan berlalu pergi.
Sesampainya di kamar Rere sedikit berpikir tentang pertanyaan ayahnya barusan, dan gadis itupun teringat tentang kisah tuan putri yang menikah di usia 9 tahun dan menjadi janda di usia 11 tahun karena pangeran yang dia nikahi ternyata memikilik kutukan.
__ADS_1
Badannya sesikit merinding saat mengingatnya karena merupakan hal aneh saat ayahnya tiba tiba bertanya perihal pernikahan.
"Lita"
"ya tuan putri?"
"apa Lita mempunyai seseorang yang Lita sukai?"
"hmm? maksud tuan putri?"
"emmm seseorang yang Lita suka, yang ingin Lita jadikan pasangan di masa depan"
"ahh itu .. saya rasa saya tidak berencana memiliki pasangan di masa depan"
"ehh kenapa?" Rere teekejut.
"bukannya baru saja saya bercerita? saya ini monster ... meskipun fisik saya berbentuk manusia tapi jantung dan darah saya adalah monster, jika saya menikah dengan seseorang saya takut orang itu akan menderita" jawabnya sedikit murung.
"tapi kan Lita gadis yang baik"
"Tuan putri .. baik saja tidak cukup, kehidupan oernikahan bukanlah sesuatu yang sesederhana itu" jawab Lita dengan senyuman tipis.
"hmmm🤔 .... sepertinya memang masih terlalu dini untukku memikirkan masalah pernikahan"
"memangnya tuan putri sudah ingin menikah?" ledek Lita padanya.
"ehhh tentu saja belum 😳" Rere sedikit malu.
"heheee"
"ayah?"
"hmm?"
"tadi itu siapa?"
"siapa?"
"itu tamu yang barusan"
"ahh itu tamu tak di undang" jawab Ano santai.
"benarkah?" Rere masih penasaran.
"dia raja ras binatang" jawabnya malas.
"ras binatang? maksudnya?"
"kamu belum pernah mempelajarinya?" Ano sedikit heran.
" .... " menggeleng dengan polosnya.
"hahhh🤦 .. di kekaisaran kita ada banyan raja binatang dan Arnoa adalah pemimpin (raja) nya"
__ADS_1
"mereka hidup di kekaisaran bagian mana?"
"mereka ada di pedalaman hutan di sebelah utara"
"lalu yang tadi itu ras binatang apa?" Rere makin penasaran.
"burung"
"burung?"
"kenapa?"
"kenapa burung yang jadi pemimpinnya?"
"ras binatang itu selalu memilih pemimpin berdasarkan kekuatannya, dan Arnoa adalah yang terkuat" jelas Ano.
"kok bisa🤨?"
"hufft anak ini .. Arnoa itu burung bukan sembarang burung dia adalah ras burung yang mewarisi kekuatan fenix, dia juga menguasai sihir jdi tidak heran kalau dia jadi yang terkuat"
"bukankah itu burung legenda ayah?" Rere semakin antusias.
"benar .. setauku keluarga Arnoa memiliki batu kristal yang menyimpan kekuatan burung fenix dan mereka menyerap kekuatan tersebut jadi keturunan mereka mewarisi kekutan tersebut"
"uwaaa itu luar biasa ayah" matanya berbinar.
"jadi kami mau menikah dengannya?"
"ehh t-tidak mau! saya masih kecil ayah"
"di luar sana banyak anak di bawah usia 10 tahun menikah"
"apa ayah masih membenciku?" tanya nya sedih.
"kapan aku bilang begitu?"
"ayah mau menikahkanku supaya aku pergi kan🥺"
"anak bodoh, kalau aku ingin kamu pergi sudah dari dulu aku menjualmu" ucap Ano sedikit kesal.
"hikss"
"dasar cengeng, kemari"
Ano pun memeluk putri semata wayangnya agar terdiam, mendengar gadis kecil itu menangis benar benar membuatnya tak nyaman.
"ayah"
"apa lagi?"
"ayah punya lukisan ibu?" tanya Rere tiba tiba.
__ADS_1
"kenapa?"
"sejujurnya aku mulai lupa dengan wajahnya, selama ini aku hanya melihatnya secara tak nyata" anak itu lagi lagi murung.