
"benar, dia adalah penyihir hebat yang gila"
"t-tapi guru bilang dia lemah"
"memang benar tubuhnya lemah, tapi ini" ucapnya menunjuk kepala.
"kepala?"
"bukan"
"otak🤔?"
"bukan"
"lalu apa?"
"pikiran! dia adalah penyihir yang bisa mengontrol pikiran orang lain"
"j-jadi?"
"dia membunuh orang dengan tangan si korban itu sendiri, demi mewujudkan imajenasinya banyak dayang dan pelayan yang mati, mereka di ubah menjadi Ballen istri anak serta keluarganya"
"Aleeya mewujudkan imajenasinya?"
"yap"
"itu artinya kekuatan sihirnya sangat besar?"
"benar sekali! dalam waktu bersamaan dia hampir mampu mengendalikan pikiran seluruh istana, hanya kakak kedua dan ayahnya saja yang tidak bisa dia kendalikan"
"apa Kaisar tidak melakukan apapun?"
"yaa awalnya Kaisar membiarkan kelakuan si tuan putri, bahkan saat Ratu mati karena peran imajinasi tuan putri Kaisan tetap membiarkannya"
"apa? bukankah kalau begitu Kaisar lebih gila lagi?" ucap Rere bersungut sungut.
"hahaa kenapa ekspresimu kesal begitu?"
"tentu aku kesal, bagaimana bisa seorang Kaisar membiarkan hal semacam itu? sedayang apapun dia pada putrinya tidak seharusnya dia membiarkan kegilaan putrinya seperti itu" cerocos Rere memberi keluhan.
"tuan putri!"
"apaa?"
"tidakkah tuan putri ingin tau sebuah alasan?"
"alasan? memang ada alasan yang membenarkan semua itu?"
"ada"
"apa?" tanya Rere kesal.
"hidup pangeran mahkota beserta istri dan calon anaknya di pertaruhkan"
"maksudnya?"
"putra mahkota sudah menikah dan istrinya sedang mengandung, menurut ramalan bayi dalam kandungan itu yang akan menjadi kunci dari masalah putri Aleeya, Kaisar sebisa mungkin menjaga hidup putra mahkota karena pada jaman itu mereka menganut sebuah kepercayaan, jika sang suami mati maka sang istri juga harus ikut mati, dan kalau istri putra mahkota mati maka tidak akan ada yang bisa menolong kekaisaran dari jurang kehancuran" ucap Miller menegaskan.
"memangnya pangeran mahkota di mana?"
"di penjara bawah tanah, dia di jadikan tawanan oleh putri Aleeya"
"lalu istrinya?"
__ADS_1
"dia hidup bersama keluarganya, setelah Aleeya menggila putra mahkota menitipkan istrinya yang sedang mengandung ke mertuanya, dan tentu alasannya untuk keamanan calon anak mereka"
"emm guruu"
"ya?"
"kepercayaan yang guru ucapkan tadii .."
"kenapa?"
"kalau istrinya yang mati terlebih dahulu bagaimana?"
"sang suami harus segera menikah kembali, posisi istri ibu rumah tangga ratu atau apapun itu tidak boleh kosong, tapi seorang lelaki hanya boleh memiliki 1 istri, jadi di jaman itu tidak ada Kaisar bangsawan atau rakyat biasa yang memiliki istri lebih dari 1"
"tapi kenapa para wanita harus ikut mati saat suaminya mati?" tanya Rere dengan tatapan tak mengerti.
"entahlah, aku sendiri tidak begitu paham dengan kepercayaan yang mereka anut, bukan hanya itu tapi keluarga kekaisaran juga memiliki budaya untuk menikah dengan saudara sepupu mereka sendiri, mereka mengharamkan pernikahan campuran"
"ahh guru Miller aku tidak paham dengan ucapanmu, lanjutkan saja tentang putri Aleeya aku penasaran"
"yaahh kamu kan baru 6 tahun wajar saja kalau kamu tidak mengerti hal serumit itu, jadi begini selama berbulan bulan Kaisar menutup mata dengan kekejaman putri Aleeya, drama imajinasinya semakin meningkat, putra mahkota juga kerap kali di siksa di penjara bawah tanah, tapi setelah bersabar selama 3 bulan seorang bayi dengan kekuatan pemurnian lahir, saat kelahirannya saja dia bisa memurnikan area sekitarnya"
"kekuatan memurnikan? kekuatan apa itu?"
"itu merupakan sihir suci"
"sihir suci?"
"yup! dan kurasa sihir itu di miliki oleh tuan putri"
"aku?"
"itu baru perkiraanku, sihir suci sangat jarang terlahir di Kekaisaran manapun, bahkan hanya beberapa saja ada penyihir suci di dunia ini"
"memurnikan sihir, menangkal sihir, mentransfer sihir dan menyimpan atau menyegel memori lewat sihir"
"menyimpan? menyegel memori? maksudnya?"
"di dunia ini masih banyak sihir yang tidak di ketahui manusia, kurasa mungkin para manusia baru mengetahui seperempat atau setengahnya saja, masih banyak macam macam sihir di dunia ini termasuk yang ku katakan tadi"
"aku tidak begitu mengerti, tapi itu terdengar hebat" ucap Rere dengan mata berbinar.
"lalu 10 tahun setelah kelahiran bayi si pemilik sihir suci pengaruh Aleeya perlahan memudar, apalagi bayi tersebut di latih secara khusus untuk melawannya, Aleeya yang menyadari pengaruhnya secara terua menerus di murnikan mulai murka, dia mengendalikan ratusan prajurit untuk membunuh keponakannya, namun sang Kaisar dengan gagah berdiri di depan cucunya dan menghadang semua lawan"
"lalu lalu?"
"manurut tuan putri apa yang terjadi saat 1 orang melawan ratusan orang?"
"emmm🤔 bukankah hasilnya tergantung orang itu sendiri?"
" 🤨 " Miller bingung.
"kalau menilai dari angka pasti aku akan berpendapat bahwa Kaisar akan kalah, tapi.."
"tapi?"
"mengingat Kaisar tidak terpengaruh oleh sihir putri Aleeya pastilah Kaisar bukan orang sembarangan, mungkin bisa aku simpulkan kalau sihirnya jauh di atas putrinya, dan menurut pengamatanku Kaisar bukanlah orang yang bodoh, aku yakin selama menunggu lebih dari 10 tahun Kaisar sudah menyusun suatu rencana" terka Rere yakin.
"hahaaa🤣 sesuai dengan kabar yang kudengar, tuan putri sangat cerdas" tawa Miller mengakak.
"kenapa guru tertawa?"
"ah maaf maaf, aku hanya benar benar tertarik padamu, usiamu boleh saja baru 6 tahun tapi otakmu sungguh jenius"
__ADS_1
" ... " tak bisa berkata kata karena terlalu bingung.
"baik baikk aku akan melanjutkan, sesuai dengan apa yang tuan putri pikirkan sang Kaisar tidak terkalahkan, meski ada beberapa luka di tubuhnya tapi ratusan boneka yang di kendalikan Aleeya bukan lawannya, dia bisa dengan mudah melindungi cucunya, setelah melawan ratusan boneka sang Kaisar membawa cucunya ke menara tempat Aleeya tinggal..."
"tunggu tunggu! kenapa putri Aleeya ada di menara?" tanya Rere menyerobot.
"ahh itu keinginan putri Aleeya sendiri"
"hmm ya ya"
"bisa aku lanjutkan?"
"hehe silahkan guru"
"untuk mencapai menara tempat putri Aleeya bukanlah hal mudah, di sekeliling menara ada satu mahluk legenda yang berjaga"
"apa itu?"
"sang Naga"
"apa? naga?" tanya Rere menjerit tak percaya.
"ishhhh telingaku🙉"
"upss maaf🙊"
"tuan putri pasti kaget kan?"
"tentu saja, dari segala cerita yang aku dengar mahluk legenda sudah tak pernah terlihat dari ratusan ribu tahun lalu, bahkan aku hampir tidak percaya dengan adanya naga" celetuk gadis kecil itu jujur.
"tuan putri anda jjur sekali 😞"
"lhoo?'
"tapi tuan putri memang benar, aku juga hampir tidak percaya dengan adanya naga di dunia ini sampai..."
"sampai?"
"sampai aku sendiri bisa memaggilnya"
"mem apa?"
"kenapa? tuan putri masih tidak percaya?"
"haruskah aku menjawab dengan jujur?"
"bwahahaa ahahahaaaa🤣🤣, aishh tuan putri lucu sekaliii" tawa Miller pecah.
"apa ada yang salah?" Rere kebingungan.
"tidak tidak! ohya untuk hari ini selesai sampai di sini ya, aku harus segera pergi"
"kenapa? bahkan guru belum menyelesaikan cerita ini kan?" ucap Rere protes.
"tuan putri tidak usah khawatir, aku akan segera kembali, ohya sebelum itu bisakah tuan putri alirkan sedikit sihir tuan putri ke tanganku?"
"emm" ucapnya langsung melakukannya.
"sudah"
"baiklah sekarang saya pergi daahhh" ucap Miller langsung menghilang.
" ... " Rere melongo.
__ADS_1