Putri Kesayangan

Putri Kesayangan
Judi


__ADS_3

"ayah! ayaahh!" seru Rere sambil berlari.


"tuan putri hati hati, anda bisa terjatuh" seru beberapa pelayan.


"jangan berlarian seperti itu Re" Ano menghadang putrinya.


"ayah lihat ini" ujarnya girang sambil memamerkan seekor burung kecil di tangannya.


"dari mana burung kecil ini?" Ano menanggapi.


"tadi saat saya jalan jaln di taman burung kecil ini jatuh dari atas pohon, sepertinya dia terhempas angin dan jatuh"


"lalu?"


"kakinya patah ayah" ujarnya polos.


Ano mengamati burung kecil yang ada di tangan putrinya dengan seksama, jelas burung itu sangat sehat dan tidak terluka sama sekali.


"kaki sebelah mana yang patah?" Ano bertanya.


"kaki kiri, tapi sudah sembuh" ucapnya tersenyum.


"bagaimana bisa?"


"aku menyembuhkannya"


"DEGG"


"apa?" wajah Ano panik seketika.


"kenapa ayah?" Rere langsung bingung.

__ADS_1


"siapa yang melihat kamu melakukan itu?"


"ha-hanya Lita" jawabnya gugup.


Tanpa basa basi Ano menggendong Rere masul ke dalam ruang kerjanya, Rere yang menyadari perubahan sikap ayahnya merasa sedikit takut, karena untuk waktu yang cukup lama baru kali ini ayahmya terlihat gelisah.


"ayah, apa saya melakukan kesalahan?" tanya gadis kecil itu khawatir.


"tidak, hanya saja"


"hanya saja??"


"bisa kah kamu berjanji satu hal pada ayah?"


"ya, apa itu?"


"jangan gunakan kekuatan itu sembarangan"


"ayah tau, tapi kekuatan kamu ini🤦"


"apa ada yg salah dengan kekuatan saya ayah?"


"tidak tidak, tapi Re kamu tidak melupakan asosiasi penyihir kan?"


"asosiasi? ahhh ya saya ingat, maaf ayah lain kali saya akan lebih berhati hati" ucapnya menunduk.


Sudah bukan hal baru bagi Ano saat putrinya menunjukan keajaiban padanya, Rere yang memiliki kekuatan sihir terkadang membuatnya merasa khawatir.


"ayah saya akan meminta seseorang untuk mengembalikan burung ini ke sarangnya, ibu budung ini pasti mencarinya"


"bolehkah saya bantu tuan putri?" tanya Nando sambil menampakan diri.

__ADS_1


"tentu😊"


Ano langsung memanggil Alvin segera setelah putrinya pergi, bukan tanpa alasan papa muda itu merasa khawatir, dengan kenyataan bahwa Rere memiliki sihir saja sudah membuat anak itu menjadi incaran asosiasi, apalagi kalau mereka tahu Rere bisa meggunakam sihir penyembuh yang notabenya merupakan sihir suci, maka bisa si pastikam Asosiasi akan mati matian mengincar putri semata wayangnya itu.


"selama kita menjaga rahasia ini dan tuan putri tidak sembarangan bertindak yakinlah tidak akan terjadi sesuatu yang buruk" ucap Alvin menenangkan.


"huftt baiklah, bagaimana perkembangan penyelidikan di selatan?"


"mmm ya sesuai perintah anda saya sudah mengirim undangan untuk pangeran" jelas Alvin.


"aku tidak mengerti kenapa permaisuri bersikukuh memintaku memyelamatkan putra mahkota, padahal putri kandungnya juga dalam bahaya kan?" ucap Ano terheran.


"ya itu benar, tapi kalau kita mencerna situasinya saya rasa pilohan permaisuri samgat tepat"


"kenapa kamu berpikir begitu?"


"anak kedua Kaisar itu perempuan dan dia masih bayi, mereka bisa menjadikan anak itu sebagai investasi masa depan, bisa saja di usia belasan anak itu akan di nikahkan dengam keluarga bangsawan yg menguntungkan pihaknya, berbeda dengan anak pertama yang merupakan anak laki laki, sudah hal pasti bahwa pangeran mahkota adalah ancaman,tidak heran jika pangeran mahkota selalu mendapat oercobaan pembunuhan"


"jadi karenaputrinya memiliki peluang hidup lebih banyak dia memilih untuk menyelamatkan putra mahkota yang merupakan anak tirinya?"


"benar" ucap Alvin bangga.


"tapi kenapa dia begitu yakin aku mau menolongnya?"


"kenapa tidak? merupakan sebuah keuntungan bagi kita jika calon kaisar muda mempunyai hutang budi pada kita"


"aku tidak percaya seorang permaisuri yang terkenal dengan kelembutanya melakukan perjudian seperti ini" seringai Ano aneh.


"apa maksud anda dengam perjudian?"


"permaisuri secara tidak langsung juga berjudi dengan kehidupan putra mahkota, dia tau nyawa pangeran dalam bahaya di dalam istana tapi dengan perjudian 50 banding 50 dia berani mengambil langkah sejauh ini, panheran mati di dal istana atau dia sampai kemari dengan selamat, bagaimana menurutmu Vin? bukankah ini menarik?"

__ADS_1


"hhhh saya benar benar tidak mengerti dengan jalan fikiran anda🤨"


__ADS_2