
"ku mohon jangan!"
"ayah harus bangun!"
"ayah tidak boleh meninggalkanku sendiri"
"ayahhhh! aku akan benar benar membenci ayah jika ayah meninggalkanku, aku akan megutuk kematian ayah jadi bangun .. bangun ayahh" teriak Rere putus asa.
Anak itu sudah menangis sejak mendengar kabar ayahnya terluka, apalagi begitu melihat secara langsung Ano tak sadarkan diri berhari hari.
"tuan Alvin, sihir itu terus melahap jiwa baginda, saya sudah tidak bisa" ucap pemimpin Kuil.
Alvin hanya menghela napas panjang karena dia sendiri juga sudah hampir putus asa, dia sudah mencari penyihir suci ke seluruh penjuru kekaisaran, bahkan dia sampai mengirim surar ke Kekaisaran tetangga, namun tetap tidak ada hasil.
"ayahh ayaaah" Rerr tiba tiba panik.
"ada apa tuan putri?" Alvin langsung mendekat.
"Alvin lakukan sesuatu! bayangan itu sudah hampir memenuhi tubuh ayah, Alvin! Alvin!" teriaknya histeris.
"t-tuan putri, kumohon tenanglah" ucap Alvin berusaha menenangkan.
"tidak tidakk, ini tidak boleh terjadi .. apa yang harus aku lakukan?" gumamnya sambil menggigit bibirnya.
"tuan putri bibir anda berdarahh" Alvin mulai emosi.
"ahhhh benar, Alvin cepat panggil penyihir sebanyak mungkin" ucap Rere tiba tiba.
"a-apa maksudnya? kenap-"
"Alvin lakukan sajaaa!" bentak Rere dengan sorot mata tajam.
"b-baiklah"
"Emma! ambilkan liontin ungu di laci penyimpananku sekarang juga"
__ADS_1
Orang orang di istana semakin bingung saat ini, putri yang biasanya lemah lembut dan ceria itu tiba tiba berteriak histeris tak terkendali, tak lama setelahnya sekita 15 penyihir berkumpul di kamar Kaisar.
"ini tuan putri" Emma memberikan liontin yang Rere inginkan.
"tuan putri kenapa anda melakulan ini?" Alvin bertanya memastikan.
"kalian semua, kalian pasti tau cara mengalirkan mana kan?" tanya Rere tanpa basa basi.
"iya kami tau tuan putri"
"alirka seluruh mana yamg kalian punya padaku" ucapnya.
"a-apa? apa maksud anda? bagaimana bis-"
"lakukan saja, ini perintah"
"tapi tuan putri itu bahaya, kebanyakan penyihir di sini sudah bintang 3 dan 4 lalu saya sendiri sudah ada di bintang 5, mana di tubuh kami tidak akan bisa di-"
"bisa!" jawab Rere mantap.
"ja-jangan bilang liontin itu?" pemimpin kuil tercengang.
Dengan isyarat yang Alvin berikan para penyihir mengalirkan mana mereka ke Rere secara bertahap, perlahan sinar putih kebiruan muncul dari tubuh gadis kecil itu, semakin lama sinarnya semakin terang sampai membuat silau orang yg ada di sekitarnya.
Rere memejamkan mata dan berusaha mengatur nafasnya, bibir kecilnya terlihat seperti merapalkan sebuah mantra.
"ku mohon"
"ku mohon penuhi panggilanku"
"wahai Roh suci yang agung, hamba seorang manusia hina ingin meminta pertolonganmu, datanglah padaku dan ambil persembahanku, ambil mana yang berlimpah ini dan penuhi permohonanku"
"aku memohon dengan sangat kepadamu wahai Roh suci yang agung"
"ahhh limpahan mana ini, sudah berapa lama aku tidak merasakan ini?"
__ADS_1
Tiba tiba sesosok wanita muncul di hadapan Rere, wanita dengan kecantikan yang tidak bisa di ungkapkan, yang mana tiap helai rambutnya memancarkan kilauan yang menyilaukan.
"a-apakan anda Roh suci agung?" ucap Rere.
"Roh suci agung? entahlah aku tidak tau manusiandi sini menyebutku apa, yang jelas aku lah roh tertinghi di dunia ini, ratu roh dari segala roh Axelin"
"bisakah anda membuat kontrak dengan saya?"
"kontrak? dengan mahluk sekecil dirimu?"
"meskipun saya kecil saya sangat yakin saya pantas melakukan kontrak dengan anda wahai roh suci yang agung"
"hmmm benarkah?"
"saya adalah putri dari Zizia Violeta Alrus satu satunya anak dari seorang putri bangsa Eno, bangsa yang di berkahi oleh kekuatan suci anda" ucapnya mantap tanpa ragu.
"hmm dari mana kamu tau? tapi jika benar begitu, pantas saja pancaran energi di tubuhmu terasa tidak asing dan sangat murni, baiklah aku akan menerimanya"
"y-ya?"
"kontrak itu, aku akan menerimanya"
"sungguh?" Rere tak percaya.
"kemarilah anakku"
Tanpa ragu Rere mendekati sosok suci itu, tangan lembut itu terasa sangat nyaman saat menyentuh keningnya, seketika pikirannya benar benar menjadi cerah dan jernih seketika.
"sudah, mulai sekarang kamu adalah satu satunya kontraktorku di dunia ini, lakukan yang terbaik dan gunakan kekuatan itu sebaik mungkin, sesekali aku akan mengunjungimu"
"te-terima kasih banyak, sungguh terima kasih banyak" tangis Rere pecah.
"jangan menangis, kamu memanggilku karena dia kan? cepat sebelum terlambat"
"baik"
__ADS_1
"kalau begitu aku pergi, semoga jalanmu terus lurus anakku"