
"Rere"
"ya ayah"
"kamu sudah siap?"
"iya" jawabnya tersenyum.
Hari ini akhirnya tiba, hari di mana Rere berusia genap 10 tahun dan hari di mana dia menerima gelar Saintess, dulu saat menerima kekuatan suci pemimpin kuil langsung ingin memberi gelar tersebut, namun untuk beberapa alasan Ano memintanya untuk menunda.
"kamu tidak gugup?"
"emm sedikit hehe"
"tidak apa ap, kamu hanya oerlu menunjukkan sedikit kekuatanmu di kuil dengan di saksikan beberapa orang" ucap Ano.
Namun apa yang di katakan Ano benar benar berbeda dari kenyataan, ratusan orang sudah berdiri di depan kuil dengan sangat antusias, bagaimana tidak? sudah puluhan tahun Heibe tidak memiliki saintess dan kali ini muncul seorang saintess muda yang tak lain adalah seorang tuan putri.
"ayaaahhhh" gumamnya.
"huuftt tidak apa apa, ayo turun" Ano mengulurkan tangannya membantu Rere turun dari kuda.
Saat awal kereta kuda mereka tiba pandangan semua orang langsung tertuju pada mereka, apalagi saat keduanya turun dan berjalan masuk ke dalam kuil, bisik bisik mereka terdengar sampai telinga keduanya namun sesuai perintah Ano, Rere mencoba mengabaikannya.
"selamat datang Paduka, selamat datang tuan putri" ucap pemimpin kuil dan beberapa rekannya.
"langsung mulai saja" ucap Ano tanpa basa basi.
__ADS_1
Tentu saja Ano mengatakan itu karena dia sadar bahwa putrinya terlihat lurang nyaman.
"baiklah tuan putri mari ikuti saya"
Si pemimpin kuil meminta Rere untuk duduk di depan patung dewi, dia mengarahkan apa saja yang harus Rere lakukan untuk menerima gelar tersebut.
"anda hanya perlu mengucapkan beberapa kata ini dan tunjukan sedikit kekuatan suci anda tuan putri" ucap pemimpin kuil padanya.
"baiklah, haruskah ku mulai sekarang?"
"silahkan tuan putri"
"wahai dewi kehidupan akan ku gunakan kekuatan yang kau titipkan padaku untuk hal hal yang baik, untuk kedepannya tolong bimbing saya supaya tidak gelap mata dan tersesat ke jalan yang salah, dengan ini saya Ferenita Afran Callisto memohon ijin dan berkat menerima gelar Saintess"
"saya tau tuan putri memang cantik, tapi hari ini saya seperti melihat malaikat"
"beliau seperti bukan manusia"
"aku baru lihat kekuatan suci di depan mataku"
"itu sangat luar biasa"
Berbagai bisik kekaguman dan pujian terus terdengar, Ano sedikit tersenyum karena bangga dengan putrinya namun satu kata yang tiba tiba dia dengar langsung membuanya menatap tajam.
"apa benar itu kekuatan suci? bisa saja kaisar menggunakan sihir supaya putrinya terlihat seperti itu"
__ADS_1
"heii jaga ucapanmu"
"aku tidak percaya sebelum lihat sendiri tuan putri menyembuhkan seseorang"
Laki laki itu mengepalkan tangannya berusaha menahan amarah, dia tidak ingin mengganggu putrinya karena amarah sesaat.
Setelah resmi nemerima gelar Saintes Rere dan Ano bergegas menuju kereta kuda, tapi sebelum keduanya sampai seorang laki laki tua menghalangi langkah keduanya.
"kau pikir apa yang kau lakukan😠? Ano langsung menunjukan ketidak sukaannya.
"saya mohon tuan putri tolong saya, tolong sembuhkan putra saya" ucapnya bersimpuh.
"a-ayah, apa yang ayah lakukan? jangan membuat keributan" seorang anak laki laki seusianya muncul di dekat laki laki tua tersebut.
Rere dan semua orang di sana bisa melihatnya, anak laki laki tersebut bertubuh kering seperti hanya tulang dan kulit saja, ternyata anak itu mengalami patah tulang bahu 2 tahun lalu karena tertabrak kereta kuda.
Namun orang yang menabrak sama sekali tidak bertanggung jawab, dan karena keadaan orang tuanya yang miskin anak itu tidak bisa mendapat pengobatan dengan layak, ayahnya hanya bisa memberi obat obatan yang di ramu sendiri dengan bahan seadanya yang dia dapat di hutan.
"mendekatlah" ucap Rere tiba tiba.
"t-tapi ... "
"kamu mau sembuh atau terus begitu?" ucap Rere lagi.
"s-saya mau sembuh, saya mau sembuh tuan putriðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜"
Tnpa basa basi Rere memanggil Roh cahaya kelas menengah "mohon bantuannya Ariel😊" ucapnya dengan senyum lembut.
__ADS_1