
"ada apa Mar?" tanya Raffan panik.
"Anan Fan Anan.."
"kenapa? Anan kenapa?"
"di-dia tadi sempet bangun tapi tiba tiba dia ngga bisa di bangunin"
"apa maksud lu" bentak Raffan.
"dia ngga mau bangun"
"jangan gila kalo ngomong!"
"sumpah Fan, ta-tadi Anan bangun minta minum, pas gue mau ngasih dia minum dianya ngga bangun, gue udah bangunin dia tapi ngga bangun juga" jelas Damar panik.
"Nan bangun, jangan becanda sama om deh"
"Nan Anaaan!"
"ada apaa?" tanya Tania panik.
"Anan .. dia ngga bangun"
"apa maksud lu Mar?" tanya David.
"Vid lu panggilin Rubby sekarang" perintah Raffan.
"o-oke"
Tak berapa lama Rubby datang bersama David dengan membawa berbagai peralatan kesehatan, bahkan Leya juga ikut datang dengan di papah nenek Arum.
"ada apa ini?" tanya Leya dan Rubby bingung.
"By cepet periksa Anan" ucap Raffan sangat panik.
Rubby dengan teliti memeriksa tubuh Anan, mulai dari suhu tubuh, detak jantung, juga denyut nadi, bahkan Rubby juga mengecek respon mata Anan.
"semuanya normal Fan, tapi kenapa yah? masa iya tiba tiba pingsan" ujar Rubby.
"beneran normal By?"
"iya, tubuhnya baik baik aja"
"t-tapi kenapa bisa gini? .. jangan jangan"
"jangan jangan apa?" tanya orang orang bersamaan.
"gue boleh minta tolong ngga?"
"apa yang bisa kita tolong Fan?" tanya Damar
"gue curiga sukma Anan keluar dari tubuhnya" ucap Raffan.
"maksud kamu tanpa sengaja sukmanya keluar, kaya kamu dulu Fan?" tanya nek Arum.
"iya nek, Anan punya kemampuan yang jauh lebih spesial dari Raffan, Raffan takut ada mahluk yang jahatin dia" ucapnya.
"truss apa yang bisa kita bantu?" tanya David.
"gue minta kalian semua baca Al Qur'an di sebelah tubuh gue sama Anan"
"lu minta di ngajiin?" tanya David bingung.
"jangan bilang.."
"iya nek, aku mau nyari sukma Anan" ucap Raffan memotong ucapan neneknya.
__ADS_1
"memangnya kamu sudah bisa me rogo sukmo Fan? kalo.."
"nenek ngga perlu khawatir, insya Allah Raffan sama Anan bakal baik baik aja" ucap Raffan.
Setelah memberi penjelasan nenek Arum dan para sahabat Raffan berwudu, mereka mengikuti arahan Raffan agar mengaji di samping raga Anan dan Raffan.
Raffan sendiri duduk bersila di sebelah Anan, dia memejamkan mata dan mencoba menenangkan hati dan pikirannya, dengan segala keyakinan dan kemampuannya pemuda itu berhasil melepas sukmanya.
Sukmanya keluar dari raganya, dan dia bisa melihat benar bahwa raga Anan tak ada sukmanya, entah bagaimana bisa anak itu melepas sukmanya tiba tiba.
"teman teman tolong jaga tubuhku dan Anan" ucapnya langsung pergi.
Sukma Raffan melayang pergi menyusuri tempat tempat yang mempunyai banyak penghuni (hantu), keberadaan mereka saat ini benar benar sangat terasa karena sukmanya memasuki dunia para lelembut.
Tak terasa sukmanya terbang sampai ke area kuburan Belanda, kuburan yang mengawali terbentuknya kampung Belanda, aura di sana penuh dengan aura berwarna hitam pekat.
"Anan" ucapnya.
Raffan langsung mendekati sukma keponakannya, terlihat jelas Anan sedang bermain bersama sesosok gadis.
"siapa gadis itu?" tanya Raffan.
"Anan! kenapa kamu di sini?" tanya Raffan.
"om Raffan" jawabnya senang.
"kenapa kamu di sini Nan, om khawatir banget sama kamu" ucapnya memeluk ponakannya.
"tadi kakak Ara ngajak Anan main om" jawabnya.
"kakak Ara siapa?"
"itu"
"ka-kamu? kenapa kamu mengeluarkan sukma Anan dari raganya?" tanya Raffan.
"kamu mengenalku?"
"tentu saja, bahkan aku sangat mengenalmu" jawabnya.
"a .. aaah .. aaargghhhh" erang Raffan tiba tiba.
"om! om kenapa?"
"hhh hh om ngga papa" ucapnya terengah.
Raffan menatap lekat ke arah arwah gadis di depannya, jika di lihat gadis itu baru sekitar berumur belasan tahun, mungkin sebelas atau dua belas tahun, tapi Raffan bisa melihat dengan jelas aura hitam di sekutarnya begitu pekat.
"bagaimana bisa? kamu .. Bella? Arabella?" tanya Raffan.
"kamu mengingatku Fan?" tanyanya tersenyum.
"apa yang terjadi? arghhh" erangnya lagi.
"sudahlah, sekarang kamu kembali ke tubuhmu, mahluk itu sedang mengincar ponakanmu" ucapnya.
"mahluk itu? ahh gawat, ayo Nan" ucapnya langsung menarik Anan.
"dah kakak Ara" ucap bocah kecil itu melambai.
"cukup dengan mengingatku maka aku akan menolongmu Fan" batinnya.
Sesampainya di depan rumah, Raffan bisa melihat sosok mahluk berbulu di bawah pohon besar samping rumah, Raffan segera masuk ke rumah dan menuntun Anan agar masuk kembali ke tubuhnya.
Raffan juga langsung masuk ke raganya, selang beberapa detik Anan dan Raffan membuka matanya.
"Anan!" ucap Leya langsung memeluk Anan.
__ADS_1
"kenapa tante menangis?" tanya Anan bingung.
"ngga papa, tante cuma mau terima kasih sama kamu" ucapnya.
"terima kasih untuk apa tante?" tanya Anan bingung.
"bukan apa apa, Anan istirahat aja yah" ucap Leya ramah.
Anan kecil hanya mengangguk mendengar ucapan Leya, anak itu langsung melakukan aktifitas seperti biasa, bahkan dia langsung berlarian bermain bersama David dan Damar.
Leya juga kondisinya sudah pulih, hanya terkadang tubuhnya tiba tiba lemas dan terhuyung, Rubby dengan sangat tlaten merawat sahabatnya, Tania juga tak kalah tlatennya dengan Rubby, hampir setiap pagi gadis itu membawakan air kelapa hijau untuk Leya.
"tadi itu bener sukma Anan keluar?" tanya nek Arum.
"benar nek, untungnya tak terjadi apa apa"
"bagaimana bisa sukma bocah itu keluar dari raganya?" tany nenek Arum.
"emm, Anan bilang itu terjadi begitu saja nek"
"aku ngga mungkin kasih tau nenek kalo yang membuat sukma Anan keluar itu Bella" batinnya.
Raffan sudah teringat dengan sosok Bella, dia adalah arwah gadis Belanda yang pernah menolongnya dulu, sedari kecil Raffan sering ketakutan karena melihat berbagai penampakan.
Tapi anehnya setian sosok Bella berada di sampingnya maka semua sosok menyeramkan di sekitarnya langsung hilang, dan semenjak itu Bella menjadi sosok yang penting untuk Raffan.
Waktu itu umurnya baru sekitar 4 tahun, sama dengan Anan yang tidak tau bahwa Bella itu bukan manusia, Raffan menganggap Bella adalah sosok seorang kakak yang baik buatnya.
Sampai suatu hari Raffan tiba tiba tak sadaekan diri, bocah itu 2 hari tak membuka matanya, awalnya keluarga mengira bocah itu terkena suatu penyakit, tapi Kyai Abdul memberi tahu bahwa sukma Raffan terlepas dari raganya.
Berkat bantuan beliau sukma Raffan bisa kembali, sukmanya di temukan di area makam gadis Belanda bernama Bella, Raffan kecil bercerita kalau Raffan ikut bersama Bella maka Raffan takkan lagi melihat sosok menyeramkan.
Dengan polosnya bocah itu mengikuti Bella ke alam lain, dan untungnya Kyai Abdul bisa menemukannya, setelah kejadian itu Kyai Abdul di minta agar menutup mata batin Raffan, keluarganya tak ingin kejadian serupa terjadi lagi.
Dan semenjak hari itu Raffan tak melihat penampakan apapun, bukan hanya itu tapi tubuh Raffan juga terhalang dan terlindungi dari penglihatan Bella, ada sebuh dindin yang mencegah Bella melihat Raffan.
Bahkan setelah kecelakaan dan mata batinnya kembali terbuka Raffan tetap tak bisa melihat sosok Bella, begitu juga dengan sebaliknya.
Sampai akhirnya hari di mana Raffan bisa melihat Bella kembali, saat Tania mengajaknya ke bukit di belakang kampung, sosok yang sempat menjadi pahlawan untuk Raffan.
"tapi kenapa dia ngembil sukma Anan? apa dia pngin bawa sukma Anan ke dunianya, kaya dulu dia bawa aku" gumam Raffan bingung.
"tapi seingetku waktu Kyai Abdul menolongku dulu mereka berdua bertarung, tapi tadi dia langsung nglepasin Anan gitu aja, bahkan dia ngasih tau kalo mahluk itu kemari, sebenarnya apa tujuannya?" gumannya makin bingung.
"ahhh sudahlah" ucapnya lagi.
David yang dari kejauhan menatap bingung
"itu anak stres apa gimana?" ucapnya.
"plakk .. sembarangan kalo ngomong" ucap Rubby.
"aduuhhh ya ampun sakiit, kenapa bidadariku jadi galak sihh" keluhnya.
"helehhh bidadari bidadari, dasar modus" ledek Tania di sebelahnya.
"dihh sirik aja" ucap David.
Obrolan mereka bertiga di dengar oleh Raffan, dan Raffan sendiri bersikap cuek pura pura tak tau.
"Fan! bang Fatih telfon" seru Damar.
"degg, haduh gue lupa bang Fatih kan mau kesini" ucap Raffan.
"gawaaat" ucap sahabatnya serempak.
....bersambung.....
__ADS_1