Putri Kesayangan

Putri Kesayangan
Gadis kecilku yang malang


__ADS_3

"hiks hiks"


"ayah"


Dengan baju tipis yang beberapa bagiannya terkoyak Rere menangis sendirian di dalam sebuah krangkeng besi, tadinya di sekitarnya ada beberapa anak yang bernasib sama sepertinya tapi hanya dirinya yang di tempatkan sendirian.


Setelah pingsan Rere terbangun karena mendengar suara tangis anak anak seumurannya, dia pun akhirnya ingat semalam ada sosok berjubah yang menculiknya saat tidur.


"ayah aku takut" gumamnya.


Tak lama setelah dia terbangun Rere melihat beberapa orang dewasa membawa anak di sekitarnya, tidak peduli mereka menangis atau berteriak para orang dewasa tersebut tetap menariknya.


"kau gadis terakhir di tempat ini" ucap sesorang berperut gendut.


"hiks hikss" Rere kembali menangis.


"jangan menangis anak manis, kecantikanmu bisa berkurang kalau matamu bengkak, aku yakin para bangsawan akan menawarmu dengan harga harga yang tinggi🤤"


"a-apa maksudnya?" Rere memberanikan diri membuka suara.


"hehe hehe apa kau tidak tau? kau ada di tempat lelang hahaaa sungguh tangkapan yang bagus, anak berisi dengan pipi cuby mata jernih dam rambut seterang emas, malam nanti aku kaya aku kaya kyahahahaaa😆" tawanya memenuhi ruangan.


Begitu malam tiba dengan rasa was was dan penuh ketakutan Rere di tarik keluar, sebelum itu rantai besi mengikat leher juga satu kakinya, air matanya tidak berhenti menetes meski suara tidak keluar dari mulutnya.


Di sebuah panggung yang lumayan besar Rere melihat banyak sekali orang menggunakan topeng, mata mereka layaknya binatang buas yang menemukan mangsanya begitu Rere masuk panggung.


"baiklah para pelanggan yang terhomat inilahh barang berharga yang kami miliki malam ini, gadis cantik dengan pipi bulat dan rambut berkilau laksana kilauan emas"


"dia sangat lucu"


"dia cantiik"


"woaaa dia harus ku beli"


Teriakan antusias dari para calon pembeli benar benar membuatnya gemetar ketakutan, bagaimana mungkin seorang tuan putri sepertinya mengalami hal seperti ini, di culik dan terjebak di pelelangan budak benar benar tak terpikirkan olehnya.


"baiklah baiklahh pelelangan ini akan kami buka dengan harga awal 10 Dak" ucap pembawa acara.


"aku 10 Dak langsung ku beli"


"berikan padaku saja 11 Dak"


"12 Dak"


"13 Dak"


" ... .... ..."


Di Istana


"bawa semua pasukan untuk mencari tuan putri, kalau kalian tidak berhasil menemukannya maka aku sendiri yang akan menghabisi kalian" teriak Vallen pada bawahannya.


Sejak semalam begitu Ano selesai mandi dan melihat putrinya tidak ada dia langsung mengamuk, pembukaan dan penempatan panti yang awalnya berjalan baik tiba tiba membuat putri satubsatunya menghilang, dia sangat geram begitu melihat helaian kain dari baju putrinya tersangkut di jendela, jelas bahwa putrinya di culik.

__ADS_1


Malam itu juga Ano langdung kembali ke istana dan mengerahkan para ksatrianya, Nando dan beberapa pemimpin pasukan Wolf juga turun tangan mencari Rere, ada juga beberapa kelelawar ratu yang tersisa Ano kerahkan, namun sampai siang tidak ada kabar apapun yang dia trima.


"praaangg"


Meja yang berisi makanan dan minuman lanhsung jatuh berhamburan, kemarahannya memuncak sampai ke ubun ubun karena putrinya hilang saat bersamanya, padahal laki laki itu sudah bertekad untuk membesarka Rere dengan baik dan aman.


"b*jingan! akan ku habisi siapa saja yang berani menyentuh putriku🤬"


Di istana tidak ada siapapun yang berani menenangkan Kaisar bengal tersebut, setelah beberapa bulan kehidupan istana berjalan dengan damai hari ini Kaisar meledak karena putrinya hilang, bahkan Alvinpun memilih pergi bersama pasukan white wolf dari pada di istana bersama iblis itu.


"bagaimana ini? siapa yang berani menculik tuan putri?" ucap Emma ketakutan.


"kita berdo'a saja semoga tuan putri segera ketemu"


"ibuu"


"ya nak?"


"kapan tuan putri kembali?"


"berdo'alah pada dewa agar tuan putri kita segera kembali" ucap Anna pada Diana putrinya.


"padahal ibu bilang hari ini saya boleh bertemu tuan putri" ucapnya sedikit ngambek.


"Diana!" ucap Anna sedikit membentak.


"i-iya maaf bu"


Hilangnya tuan putri benar benar membuat istana kacau, pelayan dan para dayang ketakutan setengah mati karena kaisar terus mengamuk, bayangan peristiwa beberapa tahun silam saat kaisar dengan mudahnya membunuh siapapun yang membuatnya kesal kembali teringat di pikiran para pelayan senior.


* * * * *


"bwahahaaa tidak ku sangka kamu menghasilkan uang sebanyak 50 Dak, sungguh harga yang sangat fantastis bagi calon budak sepertimu" tawa pria gendut kegirangan.


"hiks hikss"


"apa sudah siap?"


"sudah tuan, silahkan bawa barangnya"


Dengan rasa takut Rere menangis sendirian di dalam krangkeng besi, dia di angkut layaknya binatang dan di masukkan ke gerobak tertutup, gadis itu ketakutan setengah mati dengan orang yang sudah membelinya karena belum apa apa tubuhnya sudah penuh luka sayatan.


Darah yang tadinya menetes kini sudah mengering, bahkan air matanya juga seolah sudah habis, dalam diam pikiran anak itu entah ada di mana, yang jelas rasa takut tengah menguasai dirinya karena orang orang yang membelinya adalah orang gila.


"siapapun tolong" gumamnya putus asa.



Dalam ruang hampa tak terbatas ada sesosok gadis yang terombang ambing dan tenggelam dalam kegelapan, entah sudah berapa lama dia berada di sana, tanpa melihat apapun dan tanpa bisa merasakan apapun.


"tolong .. siapapun tolong aku"


Telinganya yang sudah tak pernah mendengar apapun tiba tiba mendengar gumaman ketakutan dan penuh keputus asaan, matanya yang terpejam perlahan membuka dan jiwanya yang kosong sedikit mulai terisi.

__ADS_1


"*Bangunlah! sudah waktunya kamu pergi dari sini, ada seorang anak yang harus kamu lindungi"


"siapa?"


"bangun dan lihat sendiri*"


"swoooshhhhh"


Semerbak harum aroma mawar memenuhi gerobak kecil dan pengap yang Rere tempati, matanya yang sayu menatap sosok wanita cantik berambut panjang di depannya, meski perlahan matanya kembali menutup tubuhnya masih bisa merasakan ada sesuatu yang dingin tengah memeluk dirinya.


Di istana


"tenang nyonya, jika anda setres itu tidak baik untuk tuan muda kembar"


"bagaimana aku bisa tenang? keponakanku menghilang sudah 2 malam, bagaimana kalau dia terluka? membayangkannya saja sudah membuatku takut"


"tapi nyonya jika anda setres beginibsirkulasi ASI anda bisa terganggu"


"diam dan urus kembar, aku tidak bisa mengurus mereka dengan benar sekarang"


"baik nyonya"


"hikss Rere keponakanku tersayang, apa yang terjadi? di mana kamu sekarang nak?" ucapnya sesegukan.


Begitu mendengar keponakannya memghilang Felic bersama putra kembarnya langsungbdatang ke istana, hatinya tak bisa tenang sesikitpun begitu tau keponakannya menghilang, apalagi kakaknya yang terus terusan mengamuk seperti orang gila.


"kak Zizi maafkan aku, harusnya aku juga ikut menjaga putrimu hiks🥺"


"ehm bau apa ini? kenapa tiba tiba harum?" ucap Felic kebingungan.


Tiba tiba saja di depannya mencul ratusan kelopak bunga mawar, kelopak tersebut berputar pelan di depannya, tiba tiba saja muncul sebuah bayangan di tengahnya.


"😳"


"Re .. Reree😧"



Nampak Rere tengah di gendong oleh sesosok gadis cantik berambut merah muda, raut wajahnya terlihat datar bahkan terkesan kosong, hal yang membuat Felic makin tercengang adalah keadaan keponakannya, tubuhnya penuh luka dan rambut panjangnya jadi pendek dan sangat berantakan.


"a-apa yang terjadi?" ucap Felic langsung mendekat.



Dengan mata terus memgeluarkan air mata Felic memeluk tubuh gadis kecil yang tidak sadar itu, hatinya panas seperti terbakar melihat gadis kecil kesayangannya terlihat malang penuh luka.


"nona siapa .. siapa yang melakukan ini😭?"


"mereka ada di timur, rumah lelang barang bekas yang besar .. mereka melelang anak anak seperti sebuah barang, aku tidak bisa menangkap mereka karena kekuatanku terbatas"


"a-apa? melelang anak anak?" Felic tercengang.


"tangkap mereka" ucao wanita itu langsung menghilang.

__ADS_1


"no-nonaa!" Felic celingukan.


"PELAYAN KEMARI CEPAAT!" teriaknya begitu keras.


__ADS_2