
2 tahun kemudian
"Baginda, count Nares ijin bertemu" seru pelayan Ano di depan pintu.
"yaa" jawabnya singkat.
"salam pada matahari kekaisaran"
"ada hal penting apa sampai kau datang kemari selarut ini count?"
"maafkan kelancangan saya karena menganggu anda Baginda, namun hal ini cukup darurat untuk segera di laporkan" ucapnya ragu.
"katakan"
"pasokan gandum dari kekaisaran Selatan mengalami masalah baginda"
"masalah? masalah apa?"
"sudah 4 bulan ini gandum yang di kirim kemari tidak sesuai dengan perjanjian kerja sama kita 7 tahun lalu, saya sudah mengirim surat untuk mempertanyakan alasannya dan mereka bilang bahwa panen mereka kacau"
"lalu?"
"karena saya kurang puas dengan jawabannya saya mengirim orang kepercayaan saya ke sana, menurutnya kekaisaran Athana sedang ada masalah internal"
"dari pihak kaisar atau para bangsawan?"
"kaisar"
"apa mereka mencoba mempermainkan kita? kurasa kerjasama kita cukup baik beberapa tahun ini"
"tidak Baginda, mohon maaf bolehkan kita bicara berdua baginda?" ucap Nares melirik Alvin.
__ADS_1
"kalau begitu saya pamit" Alvin langsung paham dan mengundurkan diri dari ruangan.
"baginda anda sudah tahu kalau kaisar selatan telah gugur dalam perang 1 tahun yang lalu bukan"
"...." manggut.
"dari kabar yang saya dengar kakak tertua Kaisar sedang berusaha memonopoli kekuasaan di istana, meskipun kerjasama kita langsung dengan keluarga permaisuri tapi sepertinya itu ikut terbawa arus"
"lanjutkan"
"kakak dari kaisar mencoba memanfaatkan kursi kekaisaran yg kosong, dia berusaha merayu para bangsawan agar bisa menjadi kaisar sementara"
"bukannya dia memiliki seorang putra?"
"benar baginda, namun dengan alasan pangeran yg belum cukup umur dan belum berpengalaman dia berusaha dengan keras untuk mendapatkan kedudukan tahta"
"seingatku calon putra mahkota lebih tua dari putriku"
"pangeran berusia 3 tahun lebih tua dari tuan putri"
"m-maaf baginda, bisakah anda menerima ini"
Selembar surat lusuh dengan segel permaisuri selatan dan satu suratdari keluarga permaisuri.
"apa maksudnya ini?" Ano mengrenyitkan dahinya.
"mohon ampun baginda, tapi keluarga permaisuri meminta saya untuk menyampaikan surat ini langsung pada anda, maafkan kelancangan saya" ucapnya langsung bersujud.
"baiklah, kamu boleh pergi sekarang"
Surat lusuh itu hanya berisikan beberapa baris kata saja, dan surat dari keluarga permaisuri berisikan selembar penuh.
__ADS_1
"Nando"
"ya Baginda" Nando langsung menampakan diri.
"kirim beberapa kelelawar ratu ke kekaisaran selatan, suruh mereka untuk mengawasi permaisuri dan pangeran mahkota.
"baik Baginda" Nando lagsung pergi.
"hmmm ini sedikit menarik" Ano sedikit tersenyum.
Rere saat ini sudah berusia 9 tahun, benar benar tidak terasa anak itu sudah 5 tahun tinggal di istana
jika dulu badannya kurus kering dan tak terawat sekarang tubuhnya cukup berisi lengkap dengan pipi gembulnya.
"Lita"
"ya tuan putri"
"siapa yang mengatur menu makananku?"
"makanan anda di atur langsung oleh Baginda"
"mulai besok biarkan guruku yang mengatur" ucapnya
"y-ya?" Lita bingung.
"kau lihat ini? pipi dan perutku sebesar ini, jika aku teruskan aku bisa jadi babi" ucapnya kesal.
"apa maksud anda Putri? anda sangat cantik bagaimana bisa anda jadi babi?"
"ahh sudahlah jangan banyak tanya, lakukan saja"
__ADS_1
"mmm baiklah" Lita hanya pasrah.
Memang benar Rere selama ini terlalu bebas makan sehingga tubuhnya lebih berisi dari gadis kecil bangsawan pada umumnya, dan tentu saja itu bisa jadi masalah di masa depan