Putri Kesayangan

Putri Kesayangan
15. OTW rumah Leya


__ADS_3

"om kapan sih adik Anan keluar?" tanya Anan.


"emm insya Allah 4 bulan lagi" jawab Raffan.


Keduanya sedang berjalan jalan di sebuah mall, Anan sangat ingin membeli mainan baru karena sudah lama tak di belikan mainan, begitu memasuki toko Anan berjalan dengan girangnya.


Toko yang penuh dengan berbagai mainan memang surga bagi anak anak, sebuah truk dan robot menjadi pilihan Anan, awalnya anak itu berjanji hanya akan membeli satu mainan, tapi karena bimbang dan dilema antara truk atau robot akhirnya Raffan membayar keduanya.


Sore itu matahari masih terik, padahal sudah hampir jam 4, Anan dan Raffan mampir ke mini market membeli beberapa es krim, tak lupa membeli kemasan box untuk persediaan di rumah.


"drrt drttt" hp Raffan bergetar.


"hallo assalamu'alaikum" jawab pemuda itu.


"wa'alaikumsallam, Fan kamu masih lama ngga?" tanya mba Andin.


"oh engga kok mba, ini lagi mampir ke mini market deket rumah" jawabnya.


"bisa minta tolong ngga?" tanyanya.


"duhhh jangan sampe mba Andin minta yang aneh aneh" batin Raffan was was.


"iya mba tolong apa?"


"beliin rambutan" ucapnya.


"rambutan? emang udah musim?" tanya Raffan.


"ngga tau, tadi anaknya bu Ikoh lewat halaman sambil makan rambutan, mba pengen" ucapnya.


"iya udah deh Raffan cariin" ucapnya menyanggupi.


Setelah selesai berbincang Raffan langsung mengajak Anan masuk ke mobil, pemuda itu mencoba berkeliling ke tukang buah yang ada di kompleknya.


Sudah beberapa kios buah dia datangi tapi tak ada satupun pedagang yang menjual rambutan, hampir seluruhnya bilang kalau rambutan baru musim bulan depan.


"duhh nyari kemana ya?" ucap Raffan bingung.


Di tengah kebingungannya matanya tak sengaja menangkap pemandangan yang indah, sebuah pohon rambutan dengan buah yang sangat lebat terpampang di sebuah halaman rumah, saking lebatnya buah itu hampir tak ada daun yang tersisa.


"Nan turun yuk" ajak Raffan.


"permisi" serunya dari luar pagar.


"iyaa .. cari siapa ya mas?" tanya seorang bapak.


"anu pak, apa saya boleh beli rambutannya?" tanya Raffan sopan.


"aduh rambutannya belum mateng mas" ujarnya.


"ngga papa pak, saya butuh banget soalnya" ucap Raffan terus meminta.


"tapi kalo masih kuning gitu asem loh mas, 2 atau 3 minggu lagi pasti udah mateng" jawab si bapak.


"kalo nunggu 2 atau 3 minggu keburu kepenginnya udah ilang pak" celetuk Raffan.


"emang buat siapa mas?"


"kakak ipar saya tadi liat ada anak kecil makan rambutan dianya langsung kepengen, saya udah bilang belum musim tapi tetep kekeh minta cariin, saya udah keliling ke tukang buah tapi ngga nemu satupun pak" ucap Raffan panjang.


"aduh gimana yah?"


"kasih aja pak, bapak ngga tau sih gimana tersiksanya nyidam" celetuk seorang ibu tiba tiba.


Ibu itu keluar dari rumah sambil menggendong anaknya, mungkin usianya baru sekitar 2 tahun, awalnya si bapak ragu untuk memetik, tapi setelah istrinya melotot dia langsung memetiknya.


Sekantung rambutan berwarna kuning berhasil Raffan dapatkan, pemuda itu cukup senang karena bisa menururi keinginan kakak iparnya.


"ini bu uangnya" ucap Raffan meyerahkan selembar uang ratusan.


"ngga usah mas, saya ikhlas kok" tolak si ibu.


"bener bu? alhamdulillah terimakasih ya bu" ucap Raffan.


Pemuda itu kembali ke mobilnya, tapi hanya beberapa menit saja pemuda itu kembali datang dengan membawa paper bag berukuran besar.


"ini bu buat anaknya" ucap Raffan menyerahkan.


"lhoo apa ini mas" tanya si ibu bingung.


"itu dari ponakan saya, katanya sebagai ucapan terima kasih" ucap Raffan berlalu pergi.


Sebuah robot berukuran lumayan besar Anan berikan dengan suka hati pada anak si pemilik pohon rambutan, meski masih anak anak tapi Anan sangat tau balas budi karena keluarganya selalu mengajarkan untuk membalas kebaikan orang lain.

__ADS_1


"itu beneran robotnya buat adik tadi?" tanya Raffan memastikan.


"iya om, kan ibu itu udah baik sama kita" jawabnya polos.


"alhamdulillh ponakan om pinter banget" pujinya.


Sesampainya di rumah maghrib sudah hampir tiba, Andin menyambut sekantung rambutan dengan sangt antusias, setelah melaksanakan sholat maghrib Andin duduk di depan tv menemani Anan bermain mainan barunya.


Mulutnya tiada henti mengunyah rambutan yang masih setengah matang itu, Anan yang memperhatikan ibunya sampai merasa heran di buatnya.


"ibu makan kok ngga nawarin Anan" keluh bocah itu.


"aduh ya ampun, ibu lupa Nan, Anan mau?" tanyanya.


Anan mengangguk karena dari tadi sudah agak ngiler melihat ibunya makan dengan lahap, mulutnya menganga dengan lebar menerima suapan dari ibunya.


"bluehh .. uhh asem" kelunya melepeh rambutan di mulutnya.


"asem apanya? manis kok Nan" bantah Andin.


"asem bu asem banget" protes Anan.


"ngga ah, enak gini kok" bantah Andin lagi.


"iya deh terserah ibu, Anan mau makan es krim aja lah" ucapnya.


"jangan banyak banyak yah, tadi sore kan udah makan es krim sama om" perintah Andin.


"iya bu" jawabnya.


Anan mengambil sekotak es krim rasa coklat yang di beli Raffan sore tadi, tapi sayang es krimnya masih belum beku karena tadi meleleh saat Raffan bawa berkeliling.


Anan cemberut kembali ke ibunya, bibirnya mengerucut layaknya donald bebek, Andin yang memperhatikan langsung heran melihat anaknya kesal.


"kenapa Nan?" tanyanya.


"es krimnya belum beku" keluh Anan.


"oh iya tadi kan pas bawa pulang cair yah?"


"hmm" jawab Anan singkat.


"coba telfon ayah, katanya jam 8 nanti pulang" saran Andin.


Anak itu berlari ke kamar mengambil telfon genggam milik ibunya, bergegas mencari kontak ayahnya dan bersiap memesan es krim.


"brmm" terdengar suara mobil di halaman.


"yahhh ayah udah sampe duluan" ucap Anan lesu.


"ya udah ajak om Raffan ke aprilmart aja, sekalian ibu mau nitip beliinsabun cuci" saran Andin pada putranya.


Anak lesu itu seketika berlari menuju kamar omnya danenggedor pintu.


"om beli es krim yuk" ucapnya keras.


"lagi?" ucap Raffan heran.


"iyaa, sekalian ibu minta beliin sabun cuci"


"tunggu om ambil jaket"


Raffan keluar dengan jaket hitam dan celana selutut, tak lupa membawa dompet dan hp dalam kantongnya, Anan sudah menunggu dengan dengan setelan baju tidur panjangnya di teras rumah.


"om kak Bella minta beliin cilok"


"cilok? di mana ada tukang cilok?" tanya Raffan heran.


"itu tadi lewat"


"dah yuk buruan, nanti om mau pergi"


"ke mana om?" tanya Anan penasaran.


"ke rumah tante Leya"


"ngapain? mau ngapel om? kan belum malam minggu" celetuk anak itu sok tau.


"hehh belajar dari mana itu?"


"om David"


"dasar si David" batinnya.

__ADS_1


"mau naik motor apa mobil om?"


"cuma 200 meter jalan aja lah"


"yahh kirain mau naik motor" keluhnya.


"ayo buruan Nan, keburu om Damar dateng nanti"


"om mau pergi sama om Damar juga?"


"iyaa"


Sesampainya di mini market Raffan langsung ke rak sabun, dia membiarkan Anan yang sibuk memilih es krim.


"om Anan ngga sampe"


"mau ambil yang mana dik?" tanya salah satu pegawai.


"itu kak tolong ambilin yang coklat sama stroberi" ucapnya senang.


"ihh bau apa ya?" ucap Anan saat hidungnya mencium aroma tak sedap.


Anan menengok ke belakang dan baru menyadari, sosok pegawai mini market di belakangnya wajahnya pucat, terlihat lelehan darah di bagian belakang kepalanya, sudah jelas sosok itu bukanlah manusia.


"yahhh setan" desahnya dengan wajah sedikit merengut.


"Nan ngapain?"


"ini kakak setan mau ngambilin es krim tapi ..hmpf" Raffan langsung membekap mulut Anan.


"di bilangin jangan suka ngomongin setan" hardik Raffan pada ponakannya.


"habisnya Anan kesel, kakaknya udah nawarin bantuan tapi malah dianya ngga bisa ngambilin" bibirnya mengerucut.


"ya udah om ambilin, mau yang mana?"


Keduanya langsung ke meja kasir dan membayar belanjaan, Raffan membeli beberapa bungkus detergen dan pewangi, tidak lupa membeli 2 kotak susu full cream dan 1 kotak buavinto rasa leci favoritnya.


"totalnya 176.300 kak, mau tambah pulsa sekalian?"


"ngga mbak"


"snack nya kak potongan 50% karena udah belanja di atas 100 ribu"


"ngga mbak makasih" tolak Raffan ramah.


Raffan keluar dengan menenteng 2 kantong plastik belanjaan, Anan juga membawa 1 kantong plastik kecil yang berisi es krim pilihannya, kebetulan di depan mini market ada tukang cilok yang mangkal, Raffan beli 4 bungkus dan di bawa pulang.


"Fan lama amat sih?" seru Damar yang sudah di depan rumahnya.


"kenapa ngga masuk?"


"buruan yuk" ucapnya tanpa menjawab.


"iya bentar masukin ini dulu"


Raffan masuk kerumah dan meletakkan belanjaanya di dapur, dia berganti celana panjang dan berpamitan pada kakaknya untuk pergi sebentar.


"Fan kamu bawa kunci yah, mbak ngantuk banget"


"ok mbak, Raffan pamit Assalamu'alaikum"


"Wa'alaikumsalam"


Raffan keluar dsngan menenteng helm miliknya.


"buruan ngapa"


"paan sih? sabar dong"


"Rubby udah nelfon gue 5 kali, buruan"


"emang kenapa?"


"katanya Leya liat abangnya"


"abangnya? bukannya Leya anak tunggal?"


"dia punya abang tiri tapi udah meninggal 10 tahu lalu, katanya hari ini dia liat abangnya"


"jadi maksd lo dia liat medi?"


"elaah bawel beud, buru naek" ucap Damar greget.

__ADS_1


......bersambung......


__ADS_2