
"hmm .. hmmm hmmmm"
"lagu apa yang sedang kamu senandungkan? padahal kamu sedang menganalisa sihir hitam"
"ehhh guru Vallen😊"
"lama tidak bertemu muridku"
"yaa .. hampir 2 tahun bukan? anda terlalu sibuk sampai mengabaikan murid sebaik saya" ucapnya menggerutu.
"hahhaahahaa kau ini, bagaimana perkembangan sihirmu?"
"tidak ada yg berlebih sih, meningkat perlahan seperti yang anda jelaskan" ucapnya.
"aku masih tidak menyangka kamu bisa menangkal sihir mematikan, apalagi waktu itu kamu masih 7 tahun" ucap Vallen tak percaya.
"sejujurnya saya sendiri juga masih tidak percaya, waktu itu yang saya pikirkan hanya menyelamatkan ayah, saya nekat melakukannya tanpa berpikir panjang untungnya kenekatan saya bisa menangkal sihir itu" ucapnya menunduk.
"yaa aku memang kagum tapi aku cukup kesal karena setelah kebodohanmu itu kamu tertidur sampai 6 hari, kamu tidak tau ayahmu hampir membunuhku" gerutu Vallen lagi.
"maaf, aku hanya tidak mau kehilangan lagi"
__ADS_1
2 tahun lalu
"bagaimana perkembangan di perbatasan tenggara?"
"itu sudah kacau baginda, serangan monster kali ini benar benar besar sampai saya kewalahan" desah komandan srigala hitam.
"jika ini berlanjut desa desa di sana akan lumpuh, kita harus segera membrantas hingga ke akarnya supaya tidak berkelanjutan"
"bagaimana menurutmu Verla"
"saya setuju dengan komandan serigala hitam baginda, barier pelindung yang saya ciptakan tidak bisa mencangkup ke keseluruhan wilayah tersebut" ucap Verla memberi pendapat.
"baiklah kita akan berangkat 2 minggi dari sekarang dan untuk penyerangan kali ini aku akan memimpin langsung"
Setelah itu selama hampir 4 bulan Veano tidak kembali ke Istana, dia hanya sesekali bertukar surat pada Alvin untuk mengirim berita perkembangan di istana dan di wilayah monster.
Veano menggila dan menyapu bersih monster monster di sana, setelah genap 4 bulan kemenangan benar benar sudah terlihat di depan mata namun naasnya.
"uhuukkkk"
"Baginda!"
"cepat panggil penyihir kemari!" seru Verla yang saat itu di dekat Veano.
__ADS_1
Segera setelah penyihir datang mereka langsung bertindak, ternyata ada luka menganga di perut Veano tanpa laki laki itu hiraukan, luka yang di perkirakan sudah ada di san selama lebih dari seminggu itu terlohat meradang dan mengeluarkan aroma tak sedap.
"brr brrr" tangan penyihir gemetar.
"ada apa?"
"ini gawat nyonya, luka Baginda sudah terkontaminasi oleh darah monster dan sihir hitam di sekitar sini, kami tidak bisa menyembuhkannya"
"apa? apa maksudnya itu?" Verla membentak keras.
"be-begini nyonya, luka yang ada di perur baginda sepertinya itu di akibatkan oleh kuku monster yang memiliki racun dan sihir di tubuhnya, pertarungan seminggu lalu itu kupikir adalah penyebabnya, jika saat itu baginda langsung di sembuhkan dengan sihir maka lukanya akan sembuh.
Tapi karena baginda membiarkannya sampai seperti ini lukanya benar benar meradang, saya kurang yakin tapi saya pikir hanya penyihir suci yang bisa mengobati luka ini"
"penyihir suci? memangnya masih ada? bahkan pemimpin kuil saja bukan penyihir suci, dia hanya melakulan kontrak dengan roh tingkat tinggi namun bukan roh suci"
"i-itu benae nyonya" ucapnya menunduk.
"uhh ini benar benar gawat, segera siapkan kereta kuda kita harus cepat kembali ke istana, kalian berdua hmharus terus mengalirkan kekuatan kalian secara bergantian pada Baginda, aku dan pasuka serigala hitam akan menyelesaikan sisa monster si sini"
"baik nyonya"
Perjalanan kembali ke istana memakan waktu sekitar 3 minggu dengan kecepatan penuh kereta kuda, penyihir yang terus mengalirkan energinya sudah kurus kering demi mempertahankan kesadaran Kaisar.
__ADS_1
Bahkan sesampainya di istana Alvin sudah memanggil pemimpin kuil untuk membantu Ano, namun seoerti yang di jelaskan sebelumnya luka Ano sama sekali tidak membaik, sihirnya hanya membatasi penyebaran sihir hitam yang ada di tubuh Ano.