
"mereka sangat imut, bibi aku ingin membawa satu ke istana🥺"
"heyy kamu pikir mereka boneka?"
"uhh aku ingin membawanya bibiii"
"sabar Rere, kalau mereka sudah lebih besar bibi akan sering sering mengajak mereka ke istana"
"huhh baiklah .. tapi bibi bagaimana cara membedakan mereka berdua? lihatlah mereka sangat mirip ,tidak tidak bahkan mereka sama persis🤔"
"hihii itu cukup mudah, Duffrey memiliki mata Emerland sepertiku dan Benjamin memiliki mata cantik merah batu Ruby sepertimu😊"
"ohh jadi warna mata mereka berbeda? untunglah ada sesuatu yang membedakan mereka hehee"
Ferenita pergi ke kediaman Baristo dengan di kawal oleh Bel dan beberapa Ksatria serigala tunggal, awalnya Veano juga berniat untuk berkunjung tapi ada pekerjaan yang tidak bisa dia tinggalkan, dan untuk menjamin keselamatan Rere Ano mengirim sang Shadow Knight untuk ikut mengawal.
Setelah menghabiskan waktu setengah hari di kediaman Baristo Rere harus segera kembali ke istana, selain perjalanan malam akan bahaya sang Kaisar hanya mengijinkannya pergi sehari, jadi anak itu harus mematuhi perintahnya.
*Di istana
"halo tuan putri" sapa seorang laki laki berwajah manis tiba tiba.
"s-siapa?"
"aku adalah guru barumu"
"guru baru?" tanya Rere bingung.
"perkenalkan aku Miller adik Verla"
"apa? adik nyonya Verla?"
"yup! kau tau aku datang jauh jauh dari Kekaisaran sebrang kemari demi kakakku yang menyebalkan itu, dia bilang kamu memiliki potensi besar"
"potensi besar?"
"bisa kami tunjukkan sihir apa yang kamu bisa lakukan?"
Rere memperlihatkan tangan kanannya dan dari telapak tangannya keluar cahaya kehijauan yang terasa menyegarkan, lalu saat memperlihatkan tangan kirinya keluar cahaya kebiruan yang terlihat lebih samar.
"hmm kamu memiliki 2 jenis sihir"
"sebenarnya ada 1 lagi"
"1 lagi?"
Rere menggenggam kedua tangannya erat, lalu memejamkan mata dan memfokuskan pikirannya, Miller menatapnya dengan awas karena kakaknya tidak memberitahu sihir ketiga muridnya, saat sedang fokus menatap tiba tiba keluar cahaya merah muda dari seluruh tubuh Rere, cahaya samar itu bahkan menebarkan aroma wangi mawar yang lembut dan menenangkan.
"si-sihir apa ini?" tanya Miller heran.
__ADS_1
"apa guru tidak tau?"
"ekhem .. aku baru melihatnya" ucap Miller sedikit gugup karena ketahuan kaget.
"aku pikir guru tau"
"dengan ketiga sihir itu apa yang bisa kamu lakukan?"
"dengan tangan kananku aku bisa menyembuhkan seseorang yang terkena sihir hitam, dari tangan kiriku aku bisa melindungi seseorang dari sihir hitam juga, dan dari gabungan kedua tanganku aku hanya bisa mengeluarkan aroma mawar" jawab Rere sedikit lesu.
"siapa yang sudah kamu sembuhkan dan kamu lindungi?"
"Baginda Kaisar dan Tuan bayangan" jawabnya polos.
"uhukk .. a-apa? Baginda Kaisar?"
" ... " ngangguk.
"mari kita pergi ke ruang belajar"
"SWOOSSS"
Tanpa basa basi Rere sudah tiba di ruang belajar, rupanya Miller menggunakan sihir pemindah ruang untuk memindahkan mereka berdua.
"heiii bagaimana dengan teh dan kudapanku?" ucap Rere sedikit merengut.
"tuan putri bisa menikmatinya lagii"
"ctikkk"
"kau itu pamer sekali, aku juga bisa melakukannya😒"
"eiyyy benarkah?" tanya Miller tak percaya.
"mungkin sedikit berbeda"
"maksudnya?"
"aku tidak bisa berpindah sesuka hati sepertimu tapi aku bisa memindahkan seseorang ke sampingku" jawab Rere sambil menikmati ice cream.
"maksudmu?"
"eiiyyy rupanya guruku sedikit bodoh, maksudku aku bisa menggunakan sihir pada seseorang untuk pindah ke dekatku, tapi aku agak sulit melakukannya karena sihir itu belum sempurna" jawabnya dengan nada lempeng.
"j-jadi empat? kamu melakukan 4 jenis sihir?"
"mungkin .. atau bisa saja lebih🤷"
Di ruang belajar Miller terus bertanya banyak hal pada Rere, mulai dari jenis sihir dan sejak kapan sihir di tubuhnya bangun, Rere juga dengan gamblang menceritakan semuanya pada Miller tanpa di tutup tutupi, apalagi menurut matanya Miller memiliki aura putih di sekelilingnya.
"hmmm unik juga"
"unik apanya?" tanya Rere tak mengerti.
__ADS_1
"apa kamu tau tentang sejarah penyihir?"
" ... " menggeleng.
"mau aku ceritakan?"
" ... " mengangguk cepat.
"baiklah tuan putri yang manis, dengarkan ceritaku baik baik, ribuan tahun lalu saat sihir pertama kali muncul di suatu tempat orang orang sangat ketakutan, mereka yang mayoritas manusia biasa merasa takut dengan individu yang memiliki kelebihan, tidak jarang orang orang yang membangkitkan sihir di tubuhnya selalu mendapat perlakuan buruk.
Mereka sering di anggap bukan manusia dan terkadang mereka di anggap sebagai budak iblis, pada jaman itu kebanyakan penyihir menyembunyikan kemampuan mereka karena biasanya penyihir di perlakukan buruk, dengan sangat parah, mereka akan di buru di siksa kemudian di bakar sampai mati.
Tapi seiring perkembangan jaman sihir mulai di kenal beda orang orang, terutama saat Kaisar menyatakan kalau sihir itu bukan hal yang jahat dan sihir bisa membantu perang, sejak itu para penyihir menjadi barisan terdepan saat perang, tak peduli siapa lawan mereka, mereka selalu di tempatkan di depan.
Meskipun saat itu keberadaan mereka sudah di terima tapi pada kenyataannya mereka di perlakukan seperti budak, para penyihir yang tidak memiliki kemampuan hebat hanya seperti pelayan bagi para bangsawan dan orang orang berkeduduka tinggi lainnya.
Namun pada suatu ketika ada seorang penyihir hebat yang memberontak, dia menyuarakan semua suara teman temannya yang sudah mati di peperangan, tentang bagaimana mereka merasa si perlakukan tidak adil dan sebagainya, lalu dengan berani penyihir hebat itu memberontak dan menggempur kekaisarannya sendiri, mereka menolak ikut perang dan pergi bersembunyi.
Dan kamu tau apa yang terjadi pada kekaisaran itu?"
" ... " menggeleng dengan tatapan penasaran.
"hancur"
"hancur? kenapa?" tanya Rere makin penasaran.
"karena pada masa itu kekaisaran sudah terlalu mengandalkan para penyihir, jadi kekuatan tempur mereka langsung berkurang banyak saat para penyihir pergi"
"lalu lalu?"
"yaa bisa di bilang kekaisaran yang hancur itu kembali di bangun oleh generasi penyihir, secara alami para penyihir bisa memanfaatkan kekuatan mereka untuk menjalani hidup seperti biasa, lambat laun kelahiran penyihir sudah menjadi hal biasa, mereka hidup berdampingan dengan manusia biasa tanpa di bedakan"
"jadi ada jaman di mana penyihir dan manusia biasa di perlakukan dengan adil?"
"ya tentu saja, semua itu karena peraturan yang di buat oleh si penyihir yang memberontak pertama kali"
"apa dia menjadi Kaisar?"
"yup .. dia adalah wanita pertama yang menjadi Kaisar"
"a-apa? wanita?" tanya Rere tercengang.
"hahaa kenapa kamu kaget begitu?" tanya Miller tertawa.
"ti-tidak, hanya saja aku pikir penyihir hebat itu adalah seorang laki laki tangguh, tapi dia wanita?" ucap Rere masih tidak percaya.
"hmm kamu jangan salah, meski dia seorang wanita tapi kekuatannya jauh di atas laki laki, selain menjadi kaisar wanita itu juga menjadi guru sihir pertama di dunia"
"guru sihir juga?"
"iyaa dia mengajari dan mengarahkan penyihir di bidang mereka masing masing, dengan kejeniusan dan keterampilannya kekaisaran yang hancur bisa kembali pulih hanya dalam waktu beberapa tahun, bahkan dia di akui sebagai kaisar terhebat sepanjang sejarah"
"wahh hebaat, dia benar benar hebat" seru Rere dengan mata berbinar.
__ADS_1
....bersambubg......