Putri Kesayangan

Putri Kesayangan
Pesta yang kacau


__ADS_3

1 bulan sudah kembali terlewat setelah kepulangannya ke istana, hari ini adalah hari ulang tahunnya yang ke 6 tahun dan hari ini juga Rere atau Ferenita Afran Callisto akan di kenalkan pada seluruh kekaisaran Heibe, setelah di sembunyikan selama 2 tahun tiba saatnya bagi penduduk Heibe melihat wajahnya, meski sebelumnya sudah berkali kali datang surat permohonan untuk memperlihatkan wajah tuan putri Ano selalu mengabaikannya.


"Jrengg"



Wajah cubby yang lucu juga terlihat cantik sekaligus membuat seluruh mata tertuju padanya, belum lagi warna rambutnya yang bersinar saat terkena cahaya lampu, Rere memasuki aula istana dengan di gandeng oleh ayahnya, meski gugup anak itu berusaha memberikan senyuman terbaiknya agar tidak mempermalukan ayahnya.


"salam hormat pada cahaya kekaisaran"


"salam hormat pada cahaya muda kekaisaran"


Seluruh tamu yang datang langsung memberi hormat pada sepasang ayah dan anak tersebut, meski sempat terhipnotis oleh aura spesial yang terpancar oleh anak 6 tahun tersebut pada akhirnya mereka semua sadar, di sebelah anak yang menggemaskan itu ada seseosok singa yang siap menerkam mereka kapanpun itu.


"Hari ini adalah ulang tahu putriku, sesui janjiku pada kalian aku memperkenalkannya tepat di usianya yang ke 6 tahun, dan inilah putriku Ferenita Afran Callisto" ucap Ano dengan nada yang tegas.


"salam pada tuan putri Ferenita Afran Callisto" ucap mereka kembali memberi salam.


"nikmati pestanya" ucap Ano langsung kembali ke kursinya.


Sebulan lalu setelah kembali ke istana Rere benar benar tidak di ijinkan keluar meski hanya ke taman sekalipun, kesehariannya hanya anak itu habiskan di kamar, ruang belajar, ruang baca, ruang kerja ayahnya dan terkadang di kamar ayahnya.


Anak itu tidak protes sama sekali oleh larangan ayahnya yang melarangnya keluar demi di bangunnya panti sesuai permintaannya, baginya sekedar di larang keluar bukan hal yang sulit untuknya, justru hal itu membuatnya lebih fokus dalam belajar.


Acara ulang tahun sekaligus pengenalan tuan putri berjalan lancar, setelah sambutan singkat sang Kaisar banyak muda mudi bangsawan memperkenalkan diri secara resmi di hadapan Rere, namum bagi anak itu tidak ada satupun anak yang menarik perhatiannya.


"kenapa kamu murung?"


"hm? tidak ayah" jawab Rere mengelak.


"kamu mau berbohong?" ucap Ano dengan nada menyelidik.


"t-tidak tidak! saya hanya sedikit lelah"


"oh .. putriku sudah kelelahan kami akan kembali beristirahat, kalian lanjutkan saja pestanya" ucap Ano tiba tiba.


"🤨🤨" Rere hanya kebingungan saat tiba tiba ayahnya membawanya keluar dari aula.


"kenapa kita keluar ayah?"


"katanya kamu lelah"


"🤦🏻‍♀️"


"kenapa?"


"bukannya kurang sopan meninggalkan pesta saat belum selesai?"


"itu berlaku bagi para bangsawan, kamu itu tuan putri"


"o-ohh begitu yah" "lagi lagi karena status ya" batinnya.


Di ruang tunggu sudah tersaji berbagai minuman dan kudapan kesukaan Rere, Rere sudah menyadari bahwa ayahnya sangat memperhatikannya, apalagi Alvin sering bercerita kalau ayahnya memperlakukannya sangat istimewa.


"ayah!"


"hmm?"

__ADS_1


"pesta dansa sudah di mulai"


"lalu?"


"saya sudah belajar berdansa"


"kamu mau berdansa?"


"ayah mau menjadi pasangan saya?" tanya Rere dengan tatap penuh harapan.


"yaa baiklah"


"yeee asiikkk" serunya senang.


"ganti dulu pakaianmu"


"baik"


Kedatangan Ano dan putrinya membuat pesta dansa terhenti, apalagi kedatangan mereka kali ini terlihat sangat serasi dengan menggunakan setelan mewah bernuansa putih, mereka berdua langsung ke tengah area dansa dan menyiapkan posisi.


"dukk" tanpa sengaja Rere menginjak kaki ayahnya.


"m-maaf, saya gu.."


"tidak papa"


"duukk" lagi lagi kakinya menginjak kaki ayahnya.


"ayahh😫" mukanya memerah karena malu dan takut.


Tanpa Rere duga tiba tiba ayahnha berjongkok dan melepas sepatunya, sungguh pemandangan yang membuat seluruh tamu undangan melongo, bagaimana bisa Kaisar yang di kenal berhati dingin memegangbsepatu orang lain.


"ya?" tanya anak itu kebingungan.


"lakukan saja"


"b-baiik"


Tatapan tak percaya kembali terpancar dari mata para tamu undangan, bahkan ada beberapa bangsawan yang mengucek mata berkali kali untuk memastikan penglihatannya tidak salah, mereka benar benar tidak percaya sosok tiran yang kejam dan berhati dingin seperti Ano mengijinkan kakinya di jadikan tumpuan oleh putrinya.


"buknkah gosipnya benar?"


"ya benar"


"Kaisar sangat menyayangi tuan putri"


"aku hampir tidak percaya dengan penglihatanku sendiri"


Jelas terdengar bisik bisik dari para bagsawan di tengah dansanya, tapi Ano sama sekali tidak mempedulikannya karena fokusnya sekarang hanya pada putri cantik di depan matanya, mata laki laki itu benar benar tidak teralihkan oleh apapun dan terus menatap putrinya yang tengah tersenyum bahagia.


"prok .. prok .. prokk"


Meriahnya suara tepuk tangan langsung memenuhi aula begitu Rere dan ayahnya selesai berdansa, dengan nafas sedikit menggebu senyuman mengembang lebar di wajah gadis kecil itu, meski di depannya terlihat ada beberapa warna aura yang menyesakkan, selama tangan kecilnya di genggam oleh ayahnya itu semua sama sekali bukan masalah.


"salam hormat pada cahaya kekaisaran" ucap salah satu tamu maju menghadap.


"ada apa?" tanya Ano begitu tau bahwa yang meghadap adalah orang Asosiasi.

__ADS_1


"saya Dior dari asosiasi, kedatangan saya kemari mewakili asosiasi untuk menyampaikan selamat kepada tuan putri"


"yaa aku menerimanya" ucap Ano cuek.


"dan saya juga membawa pesan dari ketua, mohon Baginda menerimanya"


Tatapan menyelidik penuh curiga langsung terlihat di mata Ano, memberi surat di tengah pesta selain melanggar tata krama juga terlihat mencurigakan, Ani yakin asosiasi mempunyai tujuan tertentu.


"aku akan membacanya nanti" ucap Ano langsung memberikan surat pada salah satu pegawainya.


Orang asosiasi terlihat tersinggung dengan perlakuan Ano, karena selama ini kaisa kaisar sebelumnya bersikao sangat sopan pada Asosiasi, dan Ano adalah kaisar pertama yang berperilaku semaunya di depan wakil asosiasi.


"Baginda ketua meminta anda untuk segera membacanya"


"kau menyuruhku membaca surat di tengah pesta putriku?" ucap Ano penuh penekanan.


"maaf Baginda saya hanya me.."


"memberi surat di tengah pesta saja sudah melanggar tata krama dan ketua Asosiasi memintaku membacanya di tengah pesta? apa asosiasi menganggao pemerintahan bukan apa apa? apa aku terlihat seperti bawahan ketuamu?" ucap Ano dengan memancarkan aura membunuh.


Rere yang tangannya sedang di genggam ayahnya langsung gemetar, saat Ano biasa saja Rere bisa dengan jelas merasakan aura gelap ayahnya, apalagi sekarabg Ano mengeluarkan aura tergelapnya dan tepat di sebelahnya, hal itu benar benar membuat gadis kecil itu merasa sesak.


"maafkan kelancangan saya Baginda"


"keluar sekarang juga, kamu sudah mengacaukan pesta pertama putriku"


"apa Baginda mengusir perwakilan Asosiasi?" tanya laki laki itu terlihat tak terima.


"aku berhak mengusir atau membunuh lalat yang masuk ke rumahku, pesta selesai semua tamu di persilahkan kembali" ucap Ano membubarkan pesta.


Laki laki itu sudah menyadari kalau putrinya sedang gemetar ketakutan, dan dia langsung ingat kalau putrinya sangat peka terhadap aura seseorang, jadi Ano memilih menarik aura membunuhnya dan mengusir wakil Asosiasi pergi.


"Ba.."


"aku takkan memaafkan siapapun yang mengacau di pesta putriku, ingat itu" ucap Ano sebelum meninggalkan aula pesta.


Wajah Dior terlihat merah padam karena malu, menurutnya perkataan dan perlakuan Ano sudah menghinanya dan asosiasi, di tambah lagi bisik bisik dari para bangsawan yang membuat telinganya panas.


"apa kamu masih takut?"


" ... " hening.


"kami sangat takut yah?" ucap Ano merasa sedikit bersalah.


"t-tidak ayah" jawabnya pelan.


"pestanya sedikit kacau"


"tidak apa apa tapi.."


"tapi?"


"apa orang tadi pernah datang ke istana sebelumnya?" tanya Rere tiba tiba.


"ya, dia lumayan sering kemari"


"ayah berhati hatilah saat di dekatnya" ucap Rere dengan tatapan penuh kekhawatiran.

__ADS_1


"iya🙂" ucap Ano dengan senyum tipis.


__ADS_2