Putri Kesayangan

Putri Kesayangan
Lita Dan lisa bag 2


__ADS_3


"klotak ... klotak"


Hentakan kaki kuda dan derit suara roda kereta terdengar memasuki area istana, meski keretanya sederhana di belakangnya terlihat beberapa prajurit mengawalnya.


Rere yang kala itu sedang berjalan jalan di taman depan sedikit penasaran dengan siapa sosok yang ada di dalam kereta tersebut, namun karena sadar tindakannya kurang sopan Rere memilih pergi melanjutkan aktifitasnya.


"tuan putri tidak haus?"


"kamu kan baru menawarkanku minum tadi" celetuk Anna pada Lita.


"hehe" tawanya terlihat manis.


Rere cukup senang dengan kehadiran Lita di sampingnya, sejujurnya umur Lita dan Emma sama sama 17 tahun namun watak keduanya sangat berbeda, Emma memiliki sifat periang dan sedikit urakan, tak jarang Rere berfikir apa benar Emma putri dari seorang bangsawan.


Sedangkan Lita memiliki watak dan tutur kata yang lembut seperti Anna, namun Lita tidak terlalu disiplin seperti Anna jadi Rere lebih menyukainya, apa lagi senyuman manis dan lembut yang terpancar darinya, entah kenapa Rere sangat menyukai itu.


"Lita!"


"ya tuan putri" jawabnya cepat.


"boleh tidak aku tanya sesuatu?"


"silahkan .. saya akan menjawab pertanyaan tuan putri semampu saya"


"Lita dan Lisa dua bersaudara kan?"


"benar"


"menurut Alvin kalian berdua memiliki watak yang sangat berbeda apa benar?"


"emm sepertinya benar, kakak saya cenderung bersikap keras tapi dia sangat baik" jawabnya tanpa ragu.


" bisa tidak kamu menceritakan ituu.." ucap Rere ragu.


"itu?"


"emm aku sangat penasaran denganmu dan kakakmu tapi sepertinya akan sulit bagimu untuk menceritakan masa lalumu" ucap Rere terlihat tak enak.


"ohh tuan putri ingin tau masa lalu saya dan kakak? saya akan dengan senang hati menceritakannya"


"hah? dengan senang hati?" Rere heran.


"tuan putri tidak perlu memasang ekspresi begitu, saya benar benar tidak keberatan menceritakannya"


"tapi kan itu masa sulit"


"itu semua sudah berlalu, sekarang saya dan kakak sudah menjalani hari dengan baik jadi tidak masalah" jawab Lita di iringi senyuman.

__ADS_1


"kalau begitu ayo ke taman belakang, kita duduk di bawah pohon emas sambil mendengar Lita bercerita" Rere langsung melangkah.


Sudah jadi pemandangan sehari hari di mna seorang gadis kecil di ikuti oleh banyak dayang dan pelayan pribadi, meski awalnya sangat tak nyaman Rere sekarang sudah terbiasa.


Setelah tiba di bawah pohon emas Rere dan Lita duduk berdua, Rere meminta pelayan dan dayang lain untuk pergi menjauh karena hanya ingin berdua saja dengan Lita.


"saya akan mulai bercerita"


" ... " ngangguk.


"di Kekaisaran ini monster sudah muncul puluhan tahun lalu, pasang surut kehadiran mereka tetap meninggalkan bencana dan kepedihan di tempat manapun termasuk desa kelahiran saya.


Saya dan kakak terlahir di desa laut biru, desa yang dulu di kenal sebagai penghasil lau terbaik di kekaisaran, desa kami sangat makmur dan lebih maju di banding desa pinggiran laut lainnya.


Suatu hari sebuah bencana tsunami datang melahap desa dan mengakibatkan kerusakan luar biasa, korban mati maupun hilang tal terhitung jumlahnya, ibu kami adalah salah satu anak yang berhasil selamat dari bencana tersebut.


Tapi hidup tanpa perlindungan orang tua di usia yang belum genap 5 tahun adalah hal yang sangat sulit dan hampir mustahil, apalagi mengingat keadaan desa yang porak poranda pasca bencana.


Sekitar 1 minggu setelah bencana tsunami, datang satu rombongam yang berisikan puluhan relawan ke desa kami, dari banyaknya relawan yang datang salah satunya adalah keluarga ayah saya, kakek saya adalah salah satu relawan medis di sana.


Mulai dari sana ayah dan ibu saling mengenal, mereka saling tegur sapa dan membantu sebisa mereka, perlahan persahabatan di antara keduanya mulai terjalin dan kedua orang tua ayah juga menyukai watak ibu yang periang.


Naasnya 2 bulan setelah itu tiba tiba tsunami gelombang ke 2 kembali melahap desa dan kedua orang tua ayah menghilang, selama beberapa hari ayah sendirian dan sangat ketakutan.



Mereka di ungsikan dan di beri tempat tinggal sementara, waktu terus berlalu ayah dan ibu tumbuh dewasa, masa kecil dan masa muda mereka sudah menjadikan mereka muda mudi yang tangguh dan kuat.


Ayah saya di kenal sebagai Dewa laut karena kemampuannya yang mampu berlayar di tengah badai ombak, sedangkan ibu saya di kenal sebagai Dewi laut karena kemahirannya menyelami lautan, semakin mereka dewasa mereka semakin bergantung satu sama lain dan memutuskan untuk menikah.


2 tahun setelah pernikahan kakak saya Lisa lahir ke dunia ini, kehidupan sederhana mereka terasa semakin lengkap dengan hadirnya kakak di tengah tengah mereka, tapi saat usia kakak baru 6 bulan bencana kembali mendatangi mereka.



Monster ...


mahluk besar dan mengerikan tiba tiba muncul di lingkungan mereka, ketakutan dan keputus asaan kembali merangkul mereka, namun kurasa Dewa masih memberkati mereka sampai akhirnya ibu mengandung saya.


Di usia kehamilan menginjak 4 bulan ibu tiba tiba sakit, seluruh tubuhnya mengeluarkan bintik kemerahan dan urat urat di tubuhnya seakan mencuat keluar, itu adalah Virus yang ada karena banyaknyabangkai monster di sekeliling kami.


Dan lagi lagi kami mendapat keajaiban, jika biasanya orang yang terjangkit Virus hanya bertahan maksimal 1 minggu ibuku bisa bertahan lebih dari 1 tahun, saya lahir di usia kandungan baru menginjak 8 bulan dengan keadaan sehat dan lengkap.


Tapi hal buruk kembali terjadi, di usia saya yang baru 10 bulan ibu meninggal, ayah yang sangat mencintainya tentu sangat kehilangan apalagi dia mengemban tanggung jawab merawat dan melindungi 2 putrinya yang masih balita.


Bisa di bayangkan bagaimana sulitnya merawat 2 balita sendirian sambil melindungi diri dari gempuran monster? 1 kata untuk ayah .. beliau laki laki hebat.


Tapi kekuatan manusia tentu ada batasnya, ayah meninggalkan saya di usia saya baru 2 tahun dan kakak 4 tahun, kami tidak memiliki siapa siapa lagi untuk bergantung.


Namun kami berdua masih beruntung karena wanita tua yang selama ini membantu ayah merawat kami masih menjaga kami, beliau merawat kami layaknya cucu sendiri, dan karena desa kami sudah megalami kerusakan parah kami kembali mengungsi.

__ADS_1


Kami pikir akhirnya kami bisa hidup tenang dalam pengungsian namun kami salah, di perjalanan salah satu pengungsi ternyata ada yang terjangkit virus dan itu mengakibatkan kami semua tertular termasuk saya.


Anehnya kakak sama sekali tidak terlular dan saya juga tetap hidup meski sudah terjangkit virus mematikan tersebut, karena hal itu mereka anggap aneh akhirnya saya terjebak dalam sebuah organisasi gelap.


Mereka menjadikan saya sebagai sample percobaan dan ratusan kali meneliti tubuh saya, kakak saya mereka besarkan dan mereka doktrin mejadi mesin pembunuh, di usia kakak yang belum sampai 10 tahun sudah di kirim ke sarang monster bersama orang orang dewasa lainnya.


Kami berdua sama sama terjebak dan tidak bisa kabur, mereka menjaga saya dengan ketat karena setelah banyak uji coba hanya saya yang masih hidup, di lain hal meski kakak saya masih anak anak dia tetap hidup meski puluhan kali di kirim untuk melawan monster.


Suatu hari mereka melakukan percobaan yang berbeda padaku, maski saya mati rasa tapi saya masih setengah sadar, saya melihat mereka memasukan sesuatu ke dalam tubuh saya, dan ternyata sesuatu itu adalah inti dari ratu monster"


"ra-ratu monster😧" Rere ternganga mendengarnya.


"yaa benar, inti moster yang mereka tanamkan ke jantung saya perlahan membuat saya berubah, saya bisa mendengar suara dan memahami bahasa monster, bukan hanya itu saya juga bisa megendalikan mereka.


Para ilmuan gila itu sangat senang dengan maha karya mereka, tapi ternyata saat pelatihan saya di tingkatkan tiba tiba kesadaran saya menghilang, begitu sadar para pengawas di sekeliling saya sudah mati dan mulut saya penuh darah.


Kakak bilang saya membunuh mereka dan memakan jantung mereka seperti binatang kelaparan, dan entah bagaimana kakak merasa tidak terima dengan keadaan saya, dia membawa saya kabur dan kami berdua melarikan diri bersama.


Tapi ternyata semua itu tidaklah mudah, kami berkali kali bertemu monster dan hampir mati di buatnya, sampai akhirnya ada 1 monster yang membuat kakak kewalahan, sebagai adik saya ingin membantunya dan mencoba mengendalikan monster tersebut tapi jusyru yang saya lakukan hampir membunuh kakak.


Saya kehilangan kendali dan berubah menjadi monster itu sendiri, saya hapir membunuh kakak andai saja rombongan Kaisar tidak datang, dan besar kemungkinan saya juga akan jadi bencana untuk manusia lainnya" tutur Lita sedikit sendu.


"tapi sekarang kamu sudah bisa mengendalikannya kan?"


" ... " ngangguk.


"jadi kamu tidak perlu bersedih Lita" hibur Rere.


"tuan putri dan Kaisar sangat baik, andai Kaisar tidak menyelamatkan saya dan kakak saya tidak tau apa yang akan terjadi, berkat Kaisar saya bisa mengendalikan tubuh saya tanpa takut tertelan oleh kekuatan inti monster, dan kakak saya perlahan bisa memahami perasaan lain selain membunuh.


Saya sangat tidak percaya seorang monster seperti saya di ijinkan menjaga tuan putri, dan saya juga tidak menyangka tuan putri memiliki hati yang hangat dan selembut ini, saya benar benar tidak masalah melewati 13 tahun penuh penderitaan, itu semua sudah terbayarkan sekarang"


"greep"


"pasti kamu sangat ketakutan kan waktu itu?" ucap Rere sambil memeluk.


"🥺🥺🥺 huaaaa 😭😭😭😭😭"


"benar tuan putri, saya sangat takut sampai tidak berani tidur, saya takut hiks"


"tidak papa Lita, sekarang semua akan baik baik saja😊" hiburnya.


"maaf tuan putri .. Baginda memanggil" bisik Anna.


"ayah?"


" .... " mengangguk.


"ayah bilang hari ini aku tidak boleh ke ruang kerjanya, kenapa tiba tiba memanggilku?" gumam Rere heran.

__ADS_1


__ADS_2