
"huft untung bang Fatih ngga jadi ke sini" ucap Raffan.
"lha beruntung banget kita, tapi kenapa tiba tiba ngga jadi?" tanya David.
"emm ituu mba Andin masuk rumah sakit" jawab Raffan.
"ini untung apa buntung?" celetuk Damar.
"sakit apa mba Andin Fan?" tanya Rubby.
"ngga tau By, tadi banh Fatih bilang mba Andin tiba tiba pingsan"
"ohhh, moga aja ngga kenapa napa"
Hari terus berjalan, tiba waktunya Raffan dan rombongan kembali ke kota, Tania terlihat sedih saat Raffan dan sahabatnya hendak pergi, gadis itu sudah sangat nyaman bersam mereka.
Kondisi Leya sudah pulih sepenuhnya, Anan juga sudah ceria seperti sedia kala, justru yang terlihat muram Raffan, entah kenapa sejak semalam pemuda itu terlihat gelisah.
"lu kenapa?" tanya Damar.
"ngga papa" singkatnya.
"hey yo ledies and gantlemen are you readyy?" pekik David tiba tiba.
"krik .. krik"
"paan sih garing banget .. canda garing" ucap Damar.
"bwa ha ha haa apa sih?" tawa Rubby.
"ihh cantik bgt si bidadariku" celetuk David.
"mulai deh tuh" ucap Raffan menimpali.
Akhirnya mereka berenam kembali melakukan perjalanan, David menyetir dan di sebelahnya Raffan, pemuda itu memandangi jurang tempt ayh dan ibunya meninggal dulu.
Setelah setengah perjalanan David dan Raffa tukar tempat, Damar dan lainnya terlelap tidur dengan nyenyaknya, bahkan terdengar dengkuran dari kursi belakang.
"si Damar ngorok?"
"beehhh lu ngga tau kuping gue hampir budek" celetuk David.
"masa? tapi masih normal kan?"
"dihh apaan? lu mau gue budek beneran?"
"jangan lah, repot nanti kalo punya temen congekan" ledek Raffan.
"wahh ngajak ribut"
"ayooo"
"ehh ngga deng .. canda ribut" celetuknya.
"ngga lucu deh Vid"
"iya deh tau"
Setelah menempuh perjalanan jauh mereka memutuskan untuk langsung ke rumah sakit tempat Andin di rawat, di sana ada Fatih dan ayah mertuanya sesang berbincang di depan ruang rawat.
"assalamu'alaikim" seru mereka bersama.
"wa'alaikim sallam, lho kalian langsung ke sini?" tanya Fatih.
"iya bang, kita denger mba Andin sakit" ucap Rubby.
"lhoo kamu bilang Andin sakit?"
"hehe iya yah, habis pengin ngasih tau langsung" ucap Fatih cengengesan.
"hoaaaam .. kok kita ngga di rumah?" tanya Anan bingung.
"ehh jagoan ayah bangun, sini turun dari gendongan om Damar" ucap Fatih.
"ini di mana yah?"
"di rumah sakit" jawab kakeknya.
"ehh ada kakek" ucap Anan langsung berjabat tangan.
"duhh solehnya" puji sang kakek.
"masuk yuk, kalian pngin nengok mba Andin kan?" ajak Fatih.
Mereka berbondong bondong masuk, terlihat tubuh kurus Andin dengan selang infus di tangannya.
"perasaan minggu lalu mbak Andin ngga sekurus itu" celetuk David.
"dugg .. aduuuh"
"diem" bentak Rubby setelah menginjak kaki David.
"ini bidadariku kesambet apa gimana ya? kok jadi galak bgt" batin David mengeluh.
"ada kabar bahagia" ucap Fatih.
"ada gitu orang sakit bahagia?" celetuk David
"dugg .. aduuhhhh sakit By" keluh David.
"itu mulut ngga bisa diem bentar gitu?"
__ADS_1
"iya iya maaf" ucap David langsung diam.
Seluruh orang di sana hanya cengengesan melihat kelakuan David dan Rubby, Andin juga tersenyum dengan tingkah muda mudi di depannya.
"oke oke mari kita lanjutkan .. Anan selamat yah Anan sebentar lagi akan jadi abang" ucap Fatih.
"Anan jadi abang.."
"whoaaaa mbak Andin hamil" seru David semangat.
"waahh"
"selamat mbak"
"selamat bang Fatih"
"aduhh selamat ya Anan, bentar lagi jadi abang"
Berbeda dengan orang dewasa yang terlihat bahagia Anan justru melongo, anak itu masih belum mengerti dengan arah pembicaraan orang dewasa di sekitarnya.
"ini pada kenapa sih? kok pada nyalamin Anan?" tanya nya polos.
"walaahh dia malah bingung" celetuk si kakek.
"Anan sebentar lagi punya adik, Anan bakal jadi abang' ucap kakek menjelaskan.
"anan jadi abang, berati Anan jadi ayah?" tanyanya.
"lho kok jadi ayah?" ucap David bingung.
"ya kan ayah abangnya om Raffan, berati kalo Anan jadi abang bakal jadi ayah dong"
"ya ngga gitu juga konsepnya bambang" celetuk David.
"siapa bambang?" tanya Anan lagi polos.
"ha ha haaa situasi garing macam apa ini?" ucap Damar.
Setelah agak puas berbincang mereka semua pamit pulang, Anan Raffan dan Rubby pulang bersama dengan taksi, sementara David Leya dan Damar menggunakan mobil Leya.
"Ya, lu beneran udah baikan?" tanya Damar.
"bener kok, gue udah sehat" jawabnya.
"kalo ada apa apa kabarin ya" ucao Damar.
"duhhh ada bau bau nih" celetuk David.
"bau mulut lu tuh" ucap Damar.
"wangi tau" ucap David.
"lu sii pake nolak di anterin segala" gerutu David.
"jadi cowo pengertian dikit napa, Leya kan baru sembuh, lagian ngga malu lu ngrepotin cewe" ucap Damar.
"ngapain malu ama temen sendiri" celetuknya.
"ckckckk pantes aja Rubby males ama lu" ejek Damar.
"ngomong apa lu.."
"byee gue pergi" ucap Damar masuk taksi.
"weii kampret! gue belum selesai ngomong" teriak David.
✉️ Damar : Leya kalo ada apa apa kabarin yah.
✉️ Aleya : ok tenang aja.
"hufttt apa bener dia udah baik baik aja" gumam Damar.
Raffan langsung memandikan Anan begitu sampai rumah, tak lupa menyiapkan makanan yang sudah di belinya tadi di perjalanan.
"om mandi dulu, makannya jangan belepotan" perintahnya pada Anan.
"siap om👍" jawabnya.
Anan makan dengan lahap mi ayam yang di belikan omnya, matanya fokus menonton serial kartun favoritnya di tv.
"kakak kenapa ngeliatin Anan terus? kakak mau?" tanya Anan.
"ngga, buat kamu aja" jawabnya.
"kakak kenapa ngikutin Anan sampe sini? trus kenapa om ngebolehin?" tanya bocah itu lagi.
"kamu ngga suka aku ikutin?"
"ngga sih aneh aja, biasanya om paling ngga suka di ikutin setan" celetuknya.
"a-apa? setan?" pekiknya.
"iya" jawabnya.
"wanita cantik sepertiku kamu bilang setan?" ucapnya lagi.
"trus kalo bukan setan apa? mana mungkin ada orang kepalanya kebalik kaya gitu" celetuknya lagi.
"ohh sorry ini kebiasaan" jawabnya.
"plukkk" sebuah jari jatuh ke mangkuk Anan.
__ADS_1
"hiiyyy kakak ihh, makanan Anan kan jadi kotor" keluh bocah itu.
"duhh ngga sengaja dik, tiba tiba copot" ucapnya mengambil satu jarinya.
"huhh, kakak makan aja itu mi Anan, Anan mau minta indomie aja" ucao anak itu melengos.
"ehhh kalo makan ngga abis nanti makanannya di makan setan loh" ucap sosok wanita itu.
"kan kakak setannya, Anan juga ngga abis karena kakak setan pngin mi Anan kan" jawabnya lagi.
"itu anak kalo ngomong suka bener" celetuknya.
Anan berlari ke arah kamar mandi mencari omnya.
"om" teriaknya dari luar.
"kenapa Nan?" teriak Raffan menjawab.
"Anan mau indomi pake telor"
"emang kamu belom kenyang?" tanya Raffa melongok dari pintu.
"ihhh burungnya tutupin dulu dong" ucap Anan.
"ehh iyaa lupa hehe" jawab Raffan.
"kamu masih laper?" lanjut Raffan.
"Anan balum sempet abisin makanannya om" jawabnya.
"lho kenapa? bukannya tadi kpngin mi ayam? apa rasanya ngga enak?" tanya Raffan memastikan.
"enak sih enak om, tapi tadi mie'nya kemasukan jari kakak itu" ucap Anan.
"lhoo kok bisa?"
"tadi jari kakak itu copot trus masuk ke mangkuk Anan" bisik Anan.
"copot? bhahaa jadi mi ayam jari dong Nan" tawa Raffan ngakak.
"makanya buatin Anan indomi ya om"
"oke lah, om pake baju dulu kamu nonton lagi" perintah Raffan.
Anan langsung kembali ke ruang tv, mangkok mi yang tadinya masih agak penuh sudah kosong mlompong tak bersisa.
"cepet bgt makannya kak" celetuk Anan.
"zlep .. rasanya enak bgt" jawabnya menjilati jari.
"berapa taun sih kakak ngga makan?"
"udah 13 tahun aku ngga makan" jawabnya.
"lama banget, tapi kakak ngga mati yah?"
"kan aku udah mati, masa mati lagi" ucap sosok itu.
"oh iya kakak kan setan" celetuk Anan lagi.
Keduanya asik nonton sampai serial kartun bubar, tak lama setelahnya Raffan datang membawa 2 piring mi goreng lengkap dengan telor mata sapi dan setoples kerupuk udang.
"wuiihh wangi bgt" ucap sosok itu.
"lu jangan minta, udah ngga ada lagi" ucap Raffan.
"bagi dikit dong, baunya enak bgt" pintanya.
"kakak kan udah makan mi satu mangkok, masa masih minta jatah kita" celetuk Anan.
"hizzz ponakan kamu perhitungan bgt sih Fan ngga kayak ka.."
"gue juga sekarang pelit" celetuknya.
"nyebelin ih"
"sorry aja, gue lagi laper jadi jangan minta minta"
"huh ya udah aku mau jalan jalan aja" ucapnya.
"ya sana, tapi jangan nyasar" ucap Raffan.
"siap komandan"
Sosok itu seketika menghilang begitu saja.
"kok om bolehin kakak itu ke sini?" tanya Anan.
"ngga papa, dia baik kok" jawab Raffan.
"om bilang ngga ada setan yang baik"
"emmm iya sih, tapi dia beda" jawab Raffan lagi.
"beda kenapa?"
"dia kesini buat jagain kamu" jawab Raffan.
"jagain Anan? kenapa Anan di jagain?" tanya Anan tak mengerti.
"kapan kapan om jelasin, sekarang makan dulu keburu mie'nya kaku"
__ADS_1