
"b*jingan! dasar bedeb*h gila!" umpat Ano sangat geram.
"ada apa? kenapa kamu tiba tiba semarah itu?" tanya Alvun kebingungan.
"lihat saja sendiri" ucap Ano mrlempar surat.
"🤨" Alvin memungutnya.
"*salam hormat pada cahaya kekaisaran
Saya Arnold ananta ketua asosiasi penyihir mengucapkan selamat ulang tahun untuk tuan putri kekaisaran Heibe, mohon maaf sebelumnya karena tidak bisa menghadiri pesta karena sedang ada sedikit masalah di asosiasi
saya harap baginda dan tuan putri di beri kesehatan dan umur yang panjang.
Saya menulus surat ini hanya ingin mengingatkan pada baginda perjanjian 200 tahun lalu bahwa setiap penyihir ya ada di Heibe harus masuk ke asosiasi, saya dengar dari murid murid asosiasi tuan putri bisa menggunakan sihir jadi saya harap baginda mengirimkannya kemari supaya tuan putri bisa mengembangkan sihirnya.
maafkan atas kelancangan saya ttd Arnold ananta*"
" 🤬🤬 " remas surat.
"mereka memintamu mengirim Rere ke asosiasi? gila! mereka benar benar gila"
"mereka berusaha mengendalikanku lewat anakku? sudah jelas mereka menantangku" ucap Ano geram.
"kau tidak akan mengirimnya kan?" tanya Alvin memastikan.
"kamu pikir aku sudah gila? mana mungkin aku membiarkan anjing tua itu memegang kelemahanku"
"memegang kelemahan🤨?" Alvin sedikit bingung.
"seluruh kekaisaran sudah tau kalau dia putriku, jika terjadi sesuatu pada anak itu aku akan rugi" jelas Ano sedikit gugup.
"baiklah lalu apa rencanamu?"
"anjing itu sudah berani melempar petasan kerumahku, aku harus memberi balasan yang lebih meriah sebagai tanda penghormatan😏"
"apa maksudmu No?" tanya Alvin semakin bingung.
Ano hanya menyuguhkan senyuman mencurigakan tanpa memberi jawaban, Alvin sedikitnya tau di balik senyum sahabatnya itu ada niat jahat yang bisa menghancurkan asosiasi.
Paginya Ano pergi ke kandang kuda setelah berlatih pedang, menurut orang yang merawat kudanya sejak semalam kudanya terus meringik, padahal sudah di pastika tidak ada apapun yang berbahaya di sekitar kuda tersebut, dan dokter hewan juga suda memeriksa tidak ada masalah kesehatan pada si putih.
"ada apa denganmu?"
"ngiiikkk" ringikan kuda yang terus menunjukan rasa ketidak nyananan.
"kenapa kamu sangat gelisah?" Ano berusaha menenangkan kudanya.
"Baginda apa ada yang salah dengan si putih? hamba bersumpah selalu menjaganya dengan baik" ucap penjaga kuda ketakutan.
"entahlah, memang benar ada yang salah dengan si putih, tapi aku sendiri juga tidak tau alasannya gelisah seperti ini" ucap Ano yang juga merasa sedikit khawatir.
Kuda putih yang berbadan gagah tersebut adalah kuda pemberian Alvin beberapa tahun lalu, Alvin memberikan si putih sebagai hadiah saat Ano di tesmikan menjadi Kaisar, kuda yang dulunya masih seukuran kambing sudah berubah menjadi kuda tergagah dan terbesar di istana karena Ano merawatnya dengan baik.
Menurut Alvin sendiri keberadaannya sebagai sahabat tidak lebih penting dari keberadaan si putih, mungkin jika di haruskan memilin Ano akan langsung memilih si putih, tidak heran kalau Alvin suka meledek sahabatnya perihal akan menjual si putih saat Ano sedang mogok kerja.
"No kenapa kamu masih belum bersiap?" tanya Alvin setelah muter muter kesana kemari mencarinya.
"ada yang aneh dengan si putih"
"aneh kenapa?"
__ADS_1
"dia terus gelisah sejak semalam"
"mungkin dia sakit perut"
"dokter sudah memeriksanya"
"trus kenapa🤔?"
"kalau aku tau juga aku tidak akan bingung begini" ucap Ano ketus.
"sebentar lagi ada pertemuan" ucap Alvin mengingatkan.
"trus?"
"kok terus sih? ini pertemuan penting"
"iya aku akan datang"
"benar ya? aku akan menyiapkan dokumennya"
"hmm" jawabnya singkat.
Sudah bukan hal baru bagi Alvin jika mood temannya berubah buruk saat terjadi sesuatu pada si putih, dulu saat di putih tiba tiba muntah Ano langsung meninggalkan rapat dan melimpahkan tanggung jawab pada Alvin.
Demi menghindari hal tersebut terulang kembali Alvin pergi menemui Rere, menurut kepercayaan keluarganya binatang memiliki naluri yang lebih sensitif berkali kali lipat dari manusia, dan kalau benar kuda itu sehat kemungkinan kuda tersebut merasakan bahaya.
"tok tok"
"siapa?" tanya Emma.
"Alvin"
"oh tuan Alvin? ada ap tuan?"
"ada apa Vin?" tanya Rere menyahut.
"apa tuan putri sedang sibuk?"
"emm kapan jam belajarku di mulai Anna?"
"sekitar 1 jam lagi tuan putri" jawab Anna sambil menyisir rambut.
"berarti aku masih punya waktu 30 menit" jawab Rere.
"apa boleh saya minta bantuan?"
"bantuan? apa yang bisa ku bantu?" tanya Rere sedikit penasaran.
"si putih sejak semalam dia terus meringik, dokter bilang tidak ada masalah pada kesehatannya jadi apa tuan putri bisa memeriksanya?"
"aku? kenapa aku?" tanya Rere tak mengerti.
"tuan putri pasti tau kalau binatang memiliki kepekaan yang berkali lipat dari manusia, dan si putih sangat sensitif jadii..."
"ya sudah ayoo" ucap Rere memotong.
"mari tuan putri" ucap Alvin langsung meggandengnya.
"tuan putri tuan Alvin tunggu sebentar!" seru Anna tiba tiba.
"ya?" Alvin langsung menoleh.
__ADS_1
"karena ini masih cukup pagi di luar kandang kuda pasti dingin, tuan putri pakai baju hangat ini ya!" ucap Anna langsung memakaikannya.
"ohh terima kasih Anna😁"
"sama sama tuan putri😊"
Sampai detik ini Anna dan para pelayan masih sangat kagum, gadis kecil yang dulunya penakut perlahan tumbuh menjadi gadis periang dan menebar senyum, jika anak itu tersenyum bisa di pastikan orang orang di sekitarnya juga ikut tersenyum, keberadaannya seolah menjadi sumber kehangatan di istana yang dingin itu.
"sudah sampaiii" ucap Alvin.
"apa yang kamu lakukan? kenapa kamu membawa Rere kemari😒?" ucap Ano terlihat tak suka.
"jangan marah dan lihatlah dulu" ucap Alvin.
"hallo putiihh😊 kenapa kamu terus meringik?" ucap Rere mendekati.
"jangan mendekat!" seru Ano tiba tiba.
"ehh .. kenapa?"
"putih tidak suka di dekati orang asing, dia bisa melukaimu nanti"
"benarkah putih?"
"nghiikkk" ringiknya pelan.
"sepertinya putih tidak terganggu dengan keberadaan saya ayah😊"
"🤨🤨"
"putihh aku boleh mendekat kan?"
"🐴🐴" seolah menganggukan kepala.
"wahh halusnya, bulumu sangat cantiik" puji Rere.
Tiba tiba saja si putih merendahkan tubuhnya dan Rere langsung memeluknya, Ano Alvin dan para penjaga kuda merasa keheranan saat melihatnya, dulu saja perawat kuda harus melalui beberapa minggu untuk mendekati si putih dan gadis kecil itu bisa langsung mendekatinya begitu saja.
"🤨" Ano heran.
"😳" Alvin kaget.
"😵😵😵" para penjaga kuda yang merasa tak percaya.
"ba-bagaimana bisa" gumam Dokter hewan.
"tidak papa putih jangan khawatir, tidak akan ada yang menyakitimu" ucap Rere sambil terus mengelus rambut panjang si putihh.
"nghiikk" ringik putih seolah mengerti perkataan Rere.
"apa sekarang kamu sudah tenang?"
"🐴" manggut.
"kamu kuda cantik yang sangat pintar😅" puji Rere lagi.
"😵😵😵😵😵😵"
"pemandangan apa ini? apa tuan putri bisa berbicara dengan si putih?" ucap penjaga kuda tak percaya.
__ADS_1
"😊😊tidak! aku hanya berusaha memahaminya" ucap Rere menjawab.