
"terimakasih tuan putri terimakasih ... terimakasih banyak tuam putriiðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜" kedua laki laki itu bersujud di depan Rere.
Anak itu merasa tak nyaman lamgsung mundur dan bersembunyi di belakang ayahnya
"ja-jangan begitu, aku hanya membantu" ucap Rere mengintip dari sela tangan ayahnya.
"kami tidak tau bagaimana cara membalas pertolongan tuan putri, saya rela jadi budak anda seumur hidup" ucap laki laki tua itu tanpa ragu.
"🤨" Ano mengrenyitkan dahinya.
"tidak perlu, hiduplah dengan baik itu sudah cukup"
"ta-tap.."
"kau sudah dengar apa yang di ucapkan putriku, sekarang berdiri dan jalani hidupmu dengan baik dengan putramu, kau pikir anak ku mau menerima budak" Ano semakin kesal.
"maafkan kelancangan saya paduka, jika suatu saat ada kesempatan untuk berbalas budi saya akan lakukan apapun" ucap laki laki tua itu lagi.
"ya, ingatlah itu seumur hidupmu" ucap Ano dingin.
Suasana di sekitarnyapun sunyi senyap.
"ayah saya ingin pulang"
"baiklah ayo pulang" jawab Ano dengan senyum termenawannya.
Suasana dingin mencekam tadi langsung berubah saat Ano melepas tekanan di sekitarnya, orang orang yang dulu tidak percaya akan rumor kaisar sangat menyayangi putrinya kini tidak bisa berkata kata lagi, melihat tatapan kaisar yang setulus itu tentu saja Rere benarbenar putri kesayangannya.
Waktu terus berjalan tanpa masalah berarti di kelaisaran Heibe, Rere dengan rutin mengadakan pengobatan setiap 6 bulan sekali di kuil, meski melelahkan tapi dia cukup puas bisa membuat orang orang di sekitarnya bahagia tanpa merasa sakit.
__ADS_1
"tuan putri"
"hmm"
"a-apa? apa yang kamu katakan?" Rere kaget saat mendapat pujian.
Mulutnya yang sedang mengunyah makanan membuat pipinya menggembung seperti tupai, padahal kata kata itu sudah sering dia dengar tapi anehnya dia selalu kaget tiap mendengarnya.
"hehe saya tidak menyangka waktu benar benar cepat sekali berlalu, saya ingat betul dulu anda hanya tuan putri dengan tubuh kecil dan wajah hang sangat memggemaskan, sekarang anda sudah tumbuh sebesar dan secantik ini, saya sungguh terharuuðŸ¤ðŸ¤"
"u-uhhh kamu membuatku malu Anna"
"hihii, saya sungguh berunting bisa melihat pertumbuhan anda tuan putri" ucapnya lagi.
"yaa aku juga merasa beruntung karena Anna merawatku dengam baik😊"
"ohya, kapan Emma akan menikah?"
"katanya sekitar 3 bulan lagi"
"3 bulan lagi? itu berarti dia menikah di musim semi?"
"benar sekali"
"huufftt aku pikir Emma belum sedewasa itu, kenapa tau tau sudah mau menikahh" gerutu Rere.
"ya ampun tuan putri ini, apa anda belum sadar kalau anda juga sekarang sudah hampir berusia 14 tahun" ucap Anna lagi.
__ADS_1
"a-ahh itu sihh a-aku .."
"anda tenggelam terlalu dalam pada buku buku itu tuan putri, tolong kurangi sedikit waktu penelitian anda, jangan setiap hari mengurung diri"
"aku melakukan ini untuk kebaikan kita semua Anna" jawabnya mengelak.
"saya tau, berkat tuan putri kita tidak terlalu khawatir saat para ksatria pergi melawan monster, bahkan perekonomian kita kian meningkat karena obat dan resep resep ajaib tuan putri, tapi saya benar benar khawatir karena anda menghabiskan masa remaja anda di ruangan yang suram itu, saya mohon pergilah keluar dengan nona nona bangsawan seumuran anda" celoteh Anna panjang.
"aduuhhh apa begini rasanya di omeli oleh ibu" jawab Rere sambil menutup telinga.
"ahh i-itu maafkan ketidak sopanan saya" Anna menunduk.
"hmm bawakan surat surat undangan itu kemari" ucap Rere malas.
"apa anda akhirnya mau pergi?" Anna antusias.
"entahlah"
Anna langsung menyuguhkan setumpuk undangan di depan gadis itu.
"A-Anna apa ini semua undangan untukku?" Rere terkaget.
"iya ini semua milik anda"
"ini undangan dadi berapa tahun lalu?" Rere mencibir.
"apanya yang berapa tahun, ini semua undangan di bulan ini"
"apa? ini undangan di satu bulan ini? sebanyak ini?" Rere tercengang tak percaya.
__ADS_1
"itu sudah banyak di sortir oleh paduka kaisar, ini hanya setengahnya saja"
"a-apa?"