Putri Kesayangan

Putri Kesayangan
14. Anan cemburu


__ADS_3

Hari terus berjalan dan liburan sudah berakhir, tiba saatnya bagi anak anak untuk kembali menimba ilmu di sekolah.


"maaf ya Fan embak ngga bisa buatin sarapan" ucap Andin.


"apa sih mba? mba Andin istirahat aja masalah sarapan biar jadi urusan Raffan" jawabnya.


"iya deh"


Sejak pagi buta Raffan sudah sibuk di dapur, pemuda itu sibuk membuat sarapan dan bekal untuk keponakannya karena kakak iparnya masih mabok (mabok hamil yahh! jangan mikir jauh jauh).


Setelah bersusah payah Raffan berhasil menata rapi bekal untuk keponakannya, di meja makan tersedia roti bakar dengan selai coklat dan susu coklat kesukaan Anan.


"om dasi Anan ngga ada" teriak Anan dari kamar.


"nanti om cariin, kamu sarapan dulu" teriak Raffan di ruang makan.


Anan jalan keluar dari kamar, Raffan menghela nafas melihat penampilan keponakannya, rambut acak acakan, kaos kaki satu pendek satu panjang, kancing baju salah lubang bahkan resleting celanapun belum di tutup.


"ckckk gini nih, mulai basok Anan harus belajar pake baju yang bener, sekarang sini om rapihin" ucap Raffan membenarkan pakaian Anan.


Setelah rapi Raffan mencari topi dan dasi milik Anan, tidak lupa mengecek isi tas ponakannya, setelah selesai Raffan langsung mengajak Anan berangkat sekolah.


"Fan pake mobil aja" ucap Andin keluar kamar.


"ngga lah males mba" jawabnya.


"kalo males pake mobil ngapain beli mobil?" celetuk Andin.


"itu kan bang Fatih yang beli, ya udah Raffan nganter Anan dulu, ohya tadi Raffan udah jus'in wortel di kulkas" ucapnya.


"iya makasih ya"


"ya udah assalamu'alaikum" seru Anan dan Raffan.


Seperti biasa Raffan dan Anan duduk di halte menunggu bus, hari ini Raffan tak ada mata kuliah jadi dia masih bersantai ria.


Keduanya naik bus dan bertemu Rubby.


"loh By, kuliah pagi?" tanya Raffan.


"iya Fan, hari pertama malah jamnya pagi" keluhnya.


"Leya pernah cerita sesuatu nggak ke lu?" tanya Raffan lagi.


"emg Leya ngga ngomong ke kamu?"


"kenapa? dia ngga kerasukan lagi kan?" tanya Raffan panik.


"ngga ngga bukan kerasukan"


"trus?"


"sebenernya semenjak dia melakukam ritual pembebasan dari tanda mahluk itu Leya bisa liat setan" ucap Rubby pelan.


"hah? yang bener By?" tanya Raffan.


"iyaa bener, waktu kita pulang dari kampung Belanda dia cerita liat ada anak cewe duduk di sebelah aku" bisiknya.


"anak cewe?"


"Leya liat Bella?" batin Raffan.


"bukan cuma itu, malemnya dia nelfon aku minta temenin tidur, katanya di rumah dia banyak bgt penampakan" jelas Rubby.


"kok Leya ngga bilang gue sih?" keluh Raffan.


"ngga tau juga, mungkin Leya ngga mau temen temen yang lain khawatir" tebak Rubby.


"lu kuliah berapa lama?"


"aki cuma ada jam sampe siang, kenapa?" tanya Rubby.


"nanti gue jemput lu di kampus, kita ke rumah Leya ok" ajak Raffan.


"mmm oke lah" jawab Rubby menyanggupi.

__ADS_1


Raffan dan Anan lebih dulu turun dari bus, seperti biasa kedatabgan Anan di sambut oleh buntalan gosong di halaman sekolah.


"haii ganteng" sapanya.


Anan dan Raffan terus berjalan tanpa memperdulikkan sosok buntalan itu.


"ihh sombong bgt sih" keluh sosok tersebut.


"ngga usah genit deh mba" ucap Bella tiba tiba.


"lhoo lhoo kok tiba tiba.."


"aku lebih senior, ngga usah gangguin dua cowo itu" ucap Bella lagi.


Setelah berkata demikian Bella langsung menghilang dan membuat sosok buntalan gosong itu kelabakan.


"ehh ilang beneran" ucapnya bingung.


Sesampainya di kelas Anan di kerubuti oleh teman temannya, anak itu sangat populer karena kepribadiannya sangat menyenangkan.


Saat jam makan siang Anan dan temannya duduk berjejer di depan meja, mereka membawa bekal masing masing dari rumah karena tidak di bolehkan jajan di luar.


Mata Anan terperanjat melihat pemandangan di kotak bekalnya.


"ehh apa ini?" ucap anak itu.


"kenapa Nan? waaah bekal Anan bagus bgt" puji Rizal.


"mana mana liat" seru yang lainnya.


"ihh bagus banget" puji Nindi.


"lucu banget sih, mamanya Anan keren deh" ucap Rina ikut memuji.


"tapi ini bukan ibu Anan yang buat" ucap Anan menyela.


"trus siapa?" tanya Reza.


"ini om Raffan yang nyiapin" jawabnya jujur.



"kalo di kasih bekel lucu begini jadi ngga tega buat makan" ucap Arin menimbrung.


"udah ah, Anan mau makan jangan pada nimbrung" ucap anak itu langsung melahap bekalnya.


Di lain tempat tanpak Raffan duduk di motor sport kesayangannya dan tengah menunggu Rubby menyelesaikan mata kuliahnya.


Pemuda itu nampak gagah dengan t-shirt berwarna putih yang di balut jaket hitam besar dan di padukan celana jeans hitam, sepatu putih yang di gunakan juga menunjang penampilannya.


Hanya beberapa menit setelahnya nampak Rubby celingukan mencari keberadaannya.


"By di sini" seru Raffan.


"tumben bawa motor Fan" ucap Rubby heran.


"ngga papa lah, biar nanti bisa keburu jemput Anan" ucapnya menyerahkan helm pada Rubby.


Tak perlu waktu lama keduanya sudah tiba di kediaman megah Aleya, rumah mewah dua lantai itu hanya di huni oleh Leya, ayahnya, beberapa pembantu dan satpam saja.


"cari siapa yah?" tanya satpam dari balik pagar.


"Leyanya ada?" tanya Rubby membuka kaca helm'nya.


"ehh non Rubby, monggo masuk non Leya ada di rumah" ucapnya sopan.


"permisi ya pak" ucap kedua pemuda itu saat melewati pk satpam.


Kedatangan mereka di sambut hangat oleh bi Eni, apalagi beberapa hari lalu Rubby menginap di rumah itu, jadi mereka tau kalau Rubby dan Raffan sahabat dari putri majikan mereka.


Satu pembantu naik ke lantai dua memanggil Leya dan satu lagi menyiapkan minum dan cemilan.


"silahkan di minum" ucap mba Erin sopan.


"duh jadi ngrepotin deh mbak" ucap Rubby tak enak.

__ADS_1


"ngga papa, saya permisi ke belakang yah"


Selang beberapa menit tampak Leya turun dengan balutan handuk di kepala, sangat terlihat jelas gadis itu baru selesai mandi.


"aduhh tuan putri jam segini baru mandi?" ucap Raffan menyindir.


"tchh gue susah tidur tau" keluh Leya.


"lu bener bisa liat itu?" tanya Raffan.


"itu apa?" tanya Leya.


"setan" jawab Raffan singkat l.


"kok lu tau? pasti.."


"sorry aku keceplosan hehe" ucap Rubby kikuk.


"huftt iya deh ngaku, gue bisa liat mereka sekarang" jawab Leya.


"kok bisa sih tiba tiba mata batin lu kebuka?" ucap Raffan heran.


"ya mana gue tau, tau tau udah kyk gini" ucap Leya pasrah.


Terlihat lingkaran hitam di mata Aleya sangatlah pekat, memiliki kemampuan seperti itu membuatnya kesulitan tidur, dan otomatis membuat mata panda muncul di wajahnya.


Setelah berbincang agak lama Raffan berpamitan pulang, tapi Leya meminta Rubby untuk tinggal sampai sore dan akan di antar oleh Leya nanti.


Raffan pulang ke rumah dan memasukkan motornya ke garasi, pemuda itu mengeluarkan mobil hadiah dari abangnya di ulang tahunnya yang ke 17, tapi hanya pernah dia pakai beberapa kali.


Raffan langsung menancap gas menuju sekolah Anan, anak itu 15 menit lagi sudah keluar dari kelasnya, sesampainya di sana sangt tepat Anan keluar dari kelas.


Terlihat Anan di kerubuti teman temannya sampai kesulitan berjalan, anehnya setelah Anan menunjuk Raffan anak anak itu langsung berlari ke arah pemuda itu.


"om hebat deh" puji Reza.


"om'nya Anan hebat" puji Nindi nimbrung.


"iya hebat" ucap yang lainnya.


"hebat apa sih?" ucap Raffan bingung.


"minggir minggir Anan mau lewat" seru bocah itu menyingkirkan temannya.


"ada apa sih Nan?" tanya Raffan bingung.


"udah buruan pulang om" ucap anak itu menarik Raffan.


"iya iyaa ucap Raffan menurut.


Setelah masuk mobil Anan nampak cemberut dan membuat Raffan bingung.


"kenapa sih Nan?" tanya Raffan.


"wusshhh .. dia kesel sama temennya" jawab Bella tiba tiba.


"ehh kenapa?" tanya Raffan penasaran.


"gara gara kamu buatin bekel bentuk panda nama kamu jadi terkenal di antara temen temennya Anan, dia cemburu sama ketenaran kamu" bisik Bella pada Raffan.


"ooo" jawab Raffan manggut manggut.


"Anan mau es krim?" tanya Raffan.


"nggak" jawabnya ketus.


"mau Fan mau" jawab Bell antusias.


"om Raffan nawarin Anan yah bukan kakak" bentak anak itu.


"dihh sensi banget dia" celetuk Bella.


...bersambung...


jangan lupa jempolnya😁

__ADS_1


__ADS_2