Putri Kesayangan

Putri Kesayangan
Pertarungan perbatasan


__ADS_3

"Baginda terima ini" ucap Rere memberikan untaian.


"kamu benar memberikan ini padaku?"


"emm .. Bagindalah orang yang lebih membutuhkannya"


"yaa baiklah"


"emm Baginda kapan pergi?"


"lusa aku pergi, kenapa?"


"t-tidak, saya hanya berhara semoga Baginda pulang dengan selamat" ucapnya tertunduk.


"apa kamu menghawatirkanku?"


"tentu saja, Baginda kan seorang Kaisar dan Kaisar adalah jantung kekaisaran ini, da-dan.."


"dan?"


"dan sa-saya ingin lebih dekat dengan Baginda" ucapnya menunduk.


"yaa aku akan baik baik saja, kan aku sudah membawa berkat dari putriku😌"


"iya saya akan menunggu Baginda😁"


"Tok .. tok Baginda ini Alvin"


"masuk"


"No ada.. ehh tuan putri selamat malam" sapanya lembut.


"selamat malam tuan Alvin😊"


"Blushh 😳 t-tuan?"


"jangan panggil tuan, Alvin saja😒"


"ah baik"


"kenapa kamu malam malam mencariku?"


"ini aku ingin menyampaikan kabar terbaru di perbatasan utara"


"katakan"


"tapi.."


"biarkan sajaa dia dengar"


"baiklah, begini bagu saja kelelawar ratu datang melapor, dia bilang di belakang monster beruang ada sosok menyeramkan yang mengeluarkan sihir"


"sosok menyeramkan?"


Tubuhnya besar dan kekar lalu dia memiliki 4 tanduk besar dan 3 tanduk kecil di kepalanya, matanya merah dan area kepala mirip tengkorak, dia berkuku panjang dan mempunyai suara yang bising.


"di mana kelelawar ratu?"


"saat ini dia sedang bersama Verla, dia bilang saat berusaha mendekati mahluk tersebut kekuatan sihirnya tersedot dan dia langsung pingsan setelah melapor"


"menyedot kekuatan sihir? mahluk apa itu?"

__ADS_1


"tadi aku sempat mencari rungkasan tentang mahluk yang di sebutkan kelelawar dan ada satu yang aku temukan agak mirip"



"The fear


Mahluk mitiologi yang terlahir dari rasa ketakutan dan putus asa, dia menyebar ketakutan di seluruh tempat yang dia datangi hanya dengan suaranya, dia juga di percaya memiliki kemampuan menyerap sihir penyihir yang ada di bawah kekuatannya.


Mahluk itu juga di kenal bisa mengendalikan monster dengan sihirnya, dan ekheem.. dia memiliki kebiasaan meminum darah anak kecil"


"praaangg"


"br .. br" tubuh Rere bergetar mendengar kalimat terakhir Alvin sampai tak sengaja menjatuhkan cangkir di tangannya.


"bodoh kenapa kamu mengatakan itu sambil meliriknya" ucap Ano kesal.


"i-itu kan tadi.."


"keluar!"


"hikk🙊 iya iya"


Ano lalu mendekati tubuh gadis kecil yang sedang gemetar ketakutan, lalu dia memangku dan mengusap kepala tanpa berkata apapun, meski begitu tindakannya bisa menenangkan anak itu.


"kau sudah tenang?"


" .. " mengangguk.


"sudah malam lebih baik kamu tidur"


"b-baik"


"antar dia ke kamar Ver!"


"baik Baginda"


"tuan bayangan, apa mahluk itu semenyeramkan itu?"


"apa tuan putri takut?"


"hmm, kalau Baginda terluka bagaimana?"


"saya akan melindungi Baginda walau harus menyerahkan hidup saya tuan putri"


"tuan bayangan ikut ke kamarku sebentar"


"ta-tapi..."


"Ann aku ingin tidur sendiri, tolong keluar bersama yang lain"


"tuan putrii😟"


"aku sudah besar aku bisa tidur sendiri"


"baiklah, selamat malam tuan putri"


"iyaa Anna juga"


Tak lama setelah para dayang pergi Rere menarik tangan Vernando untuk duduk di ranjangnya, meski canggung pemuda itu tidak bisa menolak perintah dari tuan putrinya, Rere terlihat sibuk mengorek laci dan mencari sesuatu.


"ahhh ketemu"

__ADS_1


"tuan bayangan pakai ini"


"a-apa ini tuan putri?" tanya Vernando bingung.


"pakai saja, ini akan membantumu dalam keadaan genting nanti"


"tapi.."


"ingat ini baik baik, saat kamu dalam keadaan buruk atau kritis dan sudah hampir kehabisan sihir (hampir mati) genggam erat benda itu dan pejamkan matamu, memohonlah untuk tetap hidup dan ingat namaku baik baik"


"🤨"


"patuhi saja, memang itu belum sempurna tapi percayalah itu bisa membantumu"


"apa saya pantas menerima ini dari tuan putri?" tanya Vernando ragu.


"kenapa tidak? kamu kan selalu di samping Baginda untuk melindunginya, ini bahkan masih kurang untuk membalas kebaikanmu😄"


"terimakasih"


"aku tidak sebaik yang tuan putri pikirkan, tanganku terlalu kotor untuk di genggam oleh tangan kecilnya" batinnya.


"nah sekarang kamu boleh kembali ke ruangan Baginda, tapi jangan beri tahu tentang ini ya"


"baik"


Setelah itu Vernando langsung kembali ke sisi Baginda, laki laki itu sudah tertidur bahkan dalam keadaan memegang dokumen di sofanya, matanya menatap dengan awas laki laki yang tertidur itu.


Dia ingat betul 10 tahun lalu dia hanya anak yang tidak di inginkan siapapun, bahkan mau dia hidup atau mati tidak ada yang peduli, dalam ingatannya tidak ada orang tua atau tema di sekitarnya, dia hanya anak terbuang yang bertahan hidup di area peperangan.


Saat nyawanya sudah di ujung tanduk sosok pemuda gagah sang Kaisar muda memungutnya dari jalanan, bahkan Kaisar tersebut tak ragu mengajarinya ilmu berpedang dan memberikan guru sihir saat tau dia bisa menggunakan sihir.


"aku berhutang banyak padamu Baginda, nyawaku bahkan tidak akan cukup untuk membayar kebaikanmu"


Hari keberangkatan tiba, seluruh pasukan pergi ke medan masing masing untuk mempertahankan perbatasan dan memukul mundur para monster, Bel di tinggal bersama setengah pasukan Ksatria Serigala tunggal untuk menjaga istana.


Sesuai rencana Ano memimpin setengan pasukan Ksatria Serigala tunggal dan membawa Verla bersamanya, sementara Vernando sang Ksatria bayangan di kirim ke perbatasan utara untuk menangani monster The Fear secara khusus.


Seluruh penduduk yang melihat rombongan para Ksatria tidak henti hentinya berteriak memohon keselamatan, bahkan nampak beberapa keluarga yang anak atau suaminya turun ke medan perbatasan memberi penghormatan besar besaran.


Waktu tidak berhenti berjalan satu hari dua hari terus bertambah sampi berganti bulan, hari ini adalah bulan kedua Kaisar dan para Ksatria berjuang melawan kumpulan monster di perbatasan, rasa was was dan gelisah menyelimuti seluruh penduduk kekaisaran.


Mereka sudah mendengar ada ratusan Ksatria yang gugur demi mempertahankan perbatasan terutama di perbatasan utara, kebanyakan mereka yang gugur adalah ksatria yang menempati barisan terdepan, serangan monter beruang benar benar menggempur mereka tanpa memperdulikan fisik mereka yang sudah terluka.


"Baginda kelelawar ratu datang melapor"


"katakan"


"perbatasan utara sudah kehilangan hampir setengah dari pasukan ksatria Baginda dan tuan Vernando masih belum berhasil mengalahkan The Fear sampai sekarang"


"begitu ya? padahal hanya anak itu satu satunya yang bisa melawan monster itu, tapi kalau dia masih belum bisa menaklukannya sampai bulan depan maka kita bisa kehilangan seluruh pasukan Serigala kembar, lalu bagaimana dengan perbatasan selatan dan barat?"


"Serigala putih hampir memenangkan pertarungan dan mereka adalah pasukan yang paling edikit menderita kerugian, lalu untuk perbatasan barat Serigala hitam sedikit kesulitan menaklukan raja Kera iblis tapi kerugian mereka masih jauh lebih kecil dari perbatasan utara"


"berapa jumlah Ksatria yang gugur?"


"di utara terakhir kali 278 Ksatria, di selatan 89 Ksatria dan di barat 159 Ksatria"


"hmm di timur aku kehilangan 62 jadi totalnya aku kehilangan 588 Ksatria, aku hampir kehilangan 600 Ksatriaku karena penyerangan monster monster s*alan itu, kerugianku bahkan lebih besar dari perang terakhir kali" decak Ano kesal "pergi dan laporkan pada Alvin untuk mengirim sebagian pasukan Serigala tunggal ke utara, kita tidak bisa membiarkan perbatasan utara di ambil alih oleh para monster itu"


"baik Baginda"

__ADS_1


"ahh s*alan aku rugi besar karena tidak memiliki Healer, andai ada mereka pasti pasukanku tidak akan mati sebanyak itu, tunggu saja aku akan mengurusmu setelah masalah ini selesai, dasar Asosiasi br*ngsek"


__ADS_2