Putri Kesayangan

Putri Kesayangan
Karena ayah adalah segalanya


__ADS_3

"t-tuan putri" Alvin tersadar setelah terpaku.


"tunggu sebentar, tuan tuan tolong berhenti mengalirkan mana padaku ini terlalu banyak" suara Rere terengah.


"baiklah terimakasih banyak sudah membantuku, aku akan melanjutkan tugasku jadi selain Alvin, dokter, dan pemimpin kuil tolong keluar" ucap Rere pelan.


Tanpa basa basi lagi mereka semua menurut pada apa yang Rere katakan, mereka semua masih tercengang dengan sosok menyilaukan yang baru saja mereka lihat beberapa waktu lalu.


"tuan pe-"


"Baris, nama saya Baris tuan putri" ucap pemimpin kuil.


"apa yang harus aku lakukan untuk menyembuhkan ayah?"


"pertama anda harus memanggil spirit cahaya, karena sihir hitam tidak mampu melawan spirit cahaya tuan putri" jelasnya singkat.


Rere kembali memejamkan mata dan berusaha mengalirkan mana di tubuhnya ke hati dan otaknya, dengan sepenuh hati anak itu memcoba memanggil spirit cahaya sesuai usulan Baris.


Tak lama setelahnya sesosok anak kecil sebesar Rere muncul, lengkap dengan mahkota kecil dan sayap di punggungnya.


Seolah mengerti apa tugasnya, sosok tersebut langsung mendatangi Ano yang terbaring, dia menoleh ke arah Rere seolah berkata "ayo alirkan manamu padaku"


__ADS_1


"ambil ini, ambil semua mana ini wahai spirit cahaya" ucap Rere langsung mengalirkan mana di tubuhnya tanpa ragu.


Ketiga laki laki di ruangan tersebut hanya melongo dengan pemandangan di depannya, seorang anak berusia 7 tahun membuat kontrak dengan roh suci yang agung, lalu memanggil spirit cahaya untuk menyembuhkan ayahnya.


Mereka bertiga kembali tercengang saat mata gadis kecil itu memancarkan warna emas yang sangat terang, dan rambut emasnya perlahan memutih.


"i-ini .. sebenarnya pemandangn apa ini?" gumam dokter Leon.


"saya juga tidak mengerti" jawab Alvin menanggapi.


Berbeda dengan 2 orang itu justru Baris berekspresi lain, bukan bingung tapi laki laki itu tersenyum lebar sembari mengeluarkan air mata tanpa sadar.


"akhirnya, benar firman dewa yang aku terima


"uhhhh shhhh" mulai keluar shara rintihan dari gadis itu.


"sedikit lagi .. sedikit lagi .. bertahanlah ayahhhh" gumamnya.


Usahanya benar benar membuahkan hasil, sihir hitam yang memenuhi tubuh Ano sepenuhnya menghilang, wajah laki laki itu sudah tidak lagi membiru seperti sebelumnya, terlihat cerah seperti orang yang sedang tertidur dengan nyenyak.


"hh hh" suara nafas Rere terengah.


"ah-aku hh berh has siiill"

__ADS_1


"gubraakkk"


"tuan putri!" ketiganya berseru saat Rere jatuh pingsan.


Tidak ada masalah lagi setelah itu karena sehari setelah kejadian itu Ano terbangun, tubuhnya hanya terasa pegal karena berminggu minggu terbaring di ranjang, dia hanya perlu mengongsumsi beberapa ramuan dan viamin untuk memulihkan kesehatannya.


Sementara itu gadis kecil yang mengobatinya tidak sadarkan diri selama 6 hari, selama itu juga keringat dingin dan rintihan kecil selalu terdengar, menurut penjelasan Baris dan Verla Rere baik baik saja, dia tak kunjung sadar karena mana di tubuhnya sedikit kacau.


Meskipun dia memiliki mana lebih besar dari orang lain, tapi akibat mana besar yang masuk dan keluar secara tiba tiba membuat anak itu kesulitan, untungnya setelah Rere pingsan Baris langsung berusaha membantu menenangkan mana yang bergejolak di tubuh gadis itu.


"uhh .. a-ayah" ucapnya pelan.


"Rere! Rere putriku, akhirnya kamu bangun nak" Ano langsung memeluk putrinya erat.


"ayahh sa-kit, saya tidak bisa bernafas"


"o-ohh maaf, maafkan ayahh yaa ayah tidak sengaja" Ano panik.


"iya, tidak apa apa ayah"


"Rere .. kamu- kenapa kamu melakukan hal seberbahaya ini?" ucap Ano pelan.


"karena Rere tidak mau kehilangan ayah, ayah segalanya untuk saya" jawabnya dengan tatapan polos.

__ADS_1


"uhhhh kamu ini" tangis Ano pecah.


__ADS_2