Putri Kesayangan

Putri Kesayangan
Anak cerdas


__ADS_3

"braaakkkk" gebrakan pintu hampir membuat Rere melompatbdari kursinya.


"A-Alvin? ada apa?" Rere tersentak kaget.


"tuan putri tolong sayaa😭😭"


"tolong kenapa?"


"hiksss baginda mau membunuh orang"


"apaa? kenapaa? kenapa begitu? sekarang ayah di mana?" Rere lgsg berdiri.


"di ruang rapat" jawab Alvin lesu.


"apa orang yang mau ayah bunuh seorang bangsawang?"


" ... " memgangguk.


"masalah apa yang dia buat sampai ayah mau membunuhnya?"


"pernikahan hikss bahasan pernikahan, ayo tolong saya tuan putriii😭 kalau baginda membunuh orang itu saya yang akan kerepotan lagiii hueeee😭😭😭"


"huufffttt🤦"


Rere langsung pergi ke ruang rapat bersama Alvin, jelas terdengar suar kegaduhan dari para bangsawan di dalam sana.


"ayah"


"🤨 kenapa kamu di sini?" tanya Ano sambil menurunkan pedang.

__ADS_1


Mata Rere melirik ke arah laki laki yang dupan ayahnya, rambut keriting tubuh gempal dan perut buncit adalah seseorang yang cukup Rere kenal dengan baik.


"apa saya mengganggu ayah?" tanyanya seolah tidak melihat kejadian apapun.


"tidak .. kamu perlu sesuatu?"


"tidak saya tidak perlu apapun, tapi ayahh kenapa ayah mengarahkan pedang pada Count Darel?"


"karena aku sudah muak"


"emmm bolehkah rapatnya di tunda sebentar? saya ingin bicara berdua dengan ayah sebentar" Rere bertanya sambil melirik orang orang di sana.


"tentu saja, silahkan tuan putri bicara dengan kaisar" ucapan salah satunya, mereka semua lanhsung keluar dari ruang rapat, bahkan Count pun keluar dengan kaki gemetar ketakutan.


"kenapa kamu menghalangiku?" tanya Ano tanpa basa basi.


"apa ayah mau buat masalah?"


"ayah kan tau situasi Count Darel, biar bagaimanapun dia yang mengurus perdagangan di kekaisaran kita"


"trus?"


"tentu saja akan sangat merepotkan kalo dia mati sekarang, ayah mau keuangan kekaisaran menurun karena bisnis perdagangan kita bermasalah? mungkin banyak orang di luar sana yang berbakat seperto Count Darel, tapi belum tentu mereka bisa menarik perhatian orang luar seperti dia" jelas Rere.


"jadi aku tidak boleh membunuhnya?"


"TIDAK" jawab Rere tegas.


" ... " tidak ada jawaban.

__ADS_1


"memang apa yang membuat ayah sekesal itu?"


"dia terus menanyakan posisi permaisuri padaku, gara gara dia banyak bangsawang mengirim surat lamaran padaku, mereka semua benar benar memuakkan" ucap Ano terlihat sangat kesal.


"ayah" ucapnya sambil memegang wajah Ano.


"ayah tidak mau menikah lagi?" tanya Rere dengan sorot mata penasaran.


" ... " membisu.


"kalau ayah tidak mau ya tolak saja, masalah posisi permaisuri biar aku yang mengurusnya" jawabnya percaya diri.


"kau yang mengurusnya? apa maksudmu?"


"bukannya para bangsawan mendesak ayah menikah supaya posisi permaisuri? bagaimana kalau saya mengisi posisi itu?"


"kamu kan anakku" bentak Ano.


"ihh ayah ini, apa sih yang ayah pikirkan? justru karena saya ana ayah makanya segera anhkat saya jadi putr mahkota supaya mereka diam" jelas Rere sedikit emosi.


"a-apa?"


"kalau saya sudah jadi putri mahkota maka segala tugas permaisuri bisa saya lakukan, jadi ayah tidak perlu menikah, ehh tapi kalau ayah mau menikah saya pasti mengijinkan, intinya supaya para bangsawan diam ayah jadikan saja saya sebagai putri mahkota, ayah paham maksud saya kan?"


" ... " menggangguk.


"nah kalau begitu ayah lanjutkan lagi rapatnya ya, saya tadi sedang melakukan sesuatu"


"daah ayah, nanti saya tunggu di meja makan saat makan malam yaa" ucapnya tersenyum.

__ADS_1


"hmmm dia cerdas, ahhh dia kan putriku jadi tidak aneh kalau dia cerdas"


__ADS_2