Putri Kesayangan

Putri Kesayangan
Tuan putri hilang


__ADS_3

"putriku apa kamu bahagia?"


"iya saya sangat bahagia, tapi saya akan jauh lebih bahagia jika ada ibu"


"maafkan ibu ya nak, ibu sangat ingin menemanimu sampai kamu tumbuh dewasa, ibu sangat ingin melihat wajah menggemaskanmu ini perlahan berubah menjadi wajah yang cantik, tapi saat takdir tidak mengijinkannya ibu tidak bisa melakukan apapun"


"tapi kenapa? kenapa takdir tidak mengijinkan ibu untuk terus bersama saya? dan ibu tau ayah sangat menderita" ucapnya dengan menahan tangis.


"dari mana kamu tau ayah menderita?"


"sekarang aku selalu tidur bersama ayah, setiap ayah terlelap dia selalu bergumam dan sesekali megeluarkan air mata, ayah memang keras dan dingin jika di lihat dari luar, tapi sebenarnya ayah adalah laki laki yang rapuh" ucapnya menjelaskan.


"ibu bangga padamu😊, ibu bersyukur sekali karena kamu tidak salah paham dengan ayahmu"


"salah paham?" ucapnya bingung.


"hampir semua orang yang mengenal atau mendengar namanya menganggapnya laki laki yang dingin dan kejam, ibu sedikit khawatir kamu akan beranggapan sama seperti yang lainnya, tapi ibu senang sekali karena kamu bisa memahami ayahmu" ucap ibunya dengan senyuman tulus.


"aku akan jadi putri yang baik bu, jadi tidak bisakah ibu tetap bersamaku?"


"tidak bisa nak, waktu ibu sudah habis jika ibu terus memaksa untuk bersamamu ibu takut jiwa ibu akan lenyap, apa kamu ingin jiwa ibu lenyap?"


" ... " langsung menggeleng cepat.


"jadi kamu mengijinkan ibu pergi?"


" ... "mengannguk.


"kamu anak yang sangat pengertian dan pintar, ibu benar benar bangga melahirkan putri sepertimu"


"hiks 🥺🥺 .. ibu bisa memelukku?"



"meskipun kamu tidak bisa melihat ibu percayalah restu ibu selalu bersamamu, jiwa ibu akan selalu memelukmu sepanjang malam, jangan mudah menangis dan selalu berpikiran positif, dan juga hiduplah bahagia bersama ayahmu😊😊"


"hiks🥺"


"cup"


"ibu sangat menyayangimu😊"


"hikksss ibuu"


* * * * *



"Re! bangun!"


"gumam .. gumam"


"Reree!"


"a-ayah?"


"ada apa? kenapa kamu menangis?" Ano kebingungan.


"Baginda ini airnya" Nando menyodorkan segelas air putih.


"duduk dan minumlah" ucap Ano membantu Rere bangun.


Dengan air mata terus mengalir Rere duduk da meminum segelas air putih yang di sodorkan ayahnya, dia masih sesegukan meski sudah berusaha berhenti menangis.


"kamu mimpi buruk?"


" ... " masih terdiam.


"mau tidur lagi? ini masih tengah malam"


"a-ayah"


"hmm?"


"saya ingin bicara berdua dengan ayah"


"Nando!"


"baik Baginda" ucap Nando langsung keluar.

__ADS_1


"ada apa?"


"saya bermimpi ibu" ucapnya pelan.


"DEG!"


"i-ibu?"


" ... " ngangguk.


"sebenarnya dari dulu saya sudah tau siapa ibu, tapi ibu bilang saya tidak boleh memberi tahu siapapun karena kalau ada yang tau selain saya ibu akan menghilang" ucapnya lirih.


"trus sekarang ibu di mana?"


"sudah pergi? kemana?"


"ke surga"


"dari mana kamu tau?"


"tadi ibu berpamitan"


"jadi itu alasan kamu menangis?"


" ... " ngangguk.


"kenapa ibu pergi?"


"ibu bilang waktunya sudah habis, kalau ibu tidak pergi jiwanya akan lenyap"


"Re ayah tidak mengerti"


"selama ini ibu selalu bersama saya, setiap saya tidur ibu akan menemui saya bermain dengan saya, ibu mengajarkan banyak hal pada saya termasuk hal hal mengenai sihir, tapi sekarang tidak lagi"


"hmm begitu? apa kamu sangat sedih?"


" ... "ngangguk.


"ayah harus bagaimana supaya kamu tidak sedih?"


"hikks"


"huaaaaa😭😭"


"tenanglah" peluk.


"bagaimanapun juga dia tetaplah bocah 6 tahun" batinnya.


Entah berapa jam anak itu menangis di pelukan ayahnya, Ano sendiri hanya membiarkan putrinya terus menangis sampai puas bahkan ketiduran, paginya saat terbangun mata merah dan bengkak membuat para dayang pribadinya keheranan.


"kok bisa begini sih?" ucap Emma terus terusan setelah melihat mata bengkak tuan putrinya.


"sudahlah nanti juga pelan pelan membaik, lagian tadi sudah di kompres" uca Anna lebih tenang.


"tapi kan hari ini tuan putri ada acara nyonya Anna"


"memangnya kenapa? tuan putri tetap cantik dan menggemaskan"


"ishh nyonya ini" gerutu Emma.


"jadi kapan kalian akan memasang pita? aku sudah lelah duduk berjam jam di sini" ucap Rere.


"ya ampun😵 haduhh kami lupa" ucap Emma.


Setelah berdandan rapi seperti biasa Rere melangkah ke ruang makan, seperti biasa sarapan berdua dengan ayahnya lalu melanjutkan ke ruang belajar, sorenya setelah segala aktifitas di istana terselesaikan Rere dan Ano pergi ke panti, hari ini adalah hari datangnya calon penghuni.


Saat mereka tiba sudah terlihat ada puluhan anak yang duduk di teras, ada juga beberapa yang sedang bermain di taman kecilnya, Rere mengintip dari jendela kereta dan serasa sangat puas.


"ayo turun"


"iya ayah"


Seperti biasa gadis kecil itu di gendong oleh ayahnya, Rere tidak tau kenapa ayahnya melarangnya berjalan saat ada di luar istana, yang jelas Rere sangt menikmati momen tersebut.


"nona Nita!" seru seorang bocah tiba tiba.


"ehh? Luis 😄"


"hustt bisa bisanya kamu memanggil tuan putri begitu" tegur seseorang.

__ADS_1


"tuan putri?"


"ya .. beliau itu tuan putri Ferenita putri baginda Kaisar satu satunya" ucapnya lagi.


"a-apa?" Luis seolah syok.


"ma-maafkan ketidak sopanan hamba tuan putri" ucapnya langsung memohon.


"lhoo???"


"maaf karena ketidaksopanan hamba, hamba pantas di hukum"


"benarkah? kalai begitu hukum dia" ucap Ano.


"ayah? kenapa Luis harus di hukum?"


"karena dia tidak sopan"


"tapi ayah.."


"cambuk dia 20 kali"


"a-ayahhh😫"


"apa?"


"jangan lakukan itu ayah kumohon"


"kamu memohon hanya karena bocah seperti itu?"


"ayah dia temanku"


"teman?"


"ayah tolong" ucapnya memohon.


"tchhh" ucapnya langsung pergi.


Kakinya melangkah masuk memasuki bangunan, dan tak lama setelahnya semua anak anak juga ikut masuk, di sana Alvin sudah menunggu bersama beberapa relawan dan para pegawai baru.


Untuk anak anak usia di bawah 4 tahun tidur di ruangan besar bersama 2 sampai 4 suster di lantai 1, masing masing ruangan akan di isi sekitar 10 anak, lalu anak di usia 4 tahun sampai 10 tahun tidur 1 kamar ber 2 atau bertiga tergantung anaknya nanti, lalu untuk usia 10 tahun keatas tentu saja tinggal sendiri sendiri di lantai 2.


Dan tidak lupa Alvin sudah mengatur sedemikian rupa posisi penempatan kamar, untuk kamar anak laki laki dan perempuan di tempatkan di dua sisi yang berbeda dan di tengahnya ada kamar suster yang mengawasi, tujuannya agar anak laki laki dan perempuan tidak bercampur.


Meski sudah mendapat suster tambahan dan beberapa relawan terlihat jelas bahwa panti kekurangan banyak pekerja, maka Alvin akan segera mencadi pegawai tambahan agar panti bisa berjalan dengan baik.


"hoaam" Rere menguap setelah lelah bermain dengan anak panti.


"ayah"


"hm"


"saya ngantuk"


"ayo pulang" jawabnya.


"tidak bisakah kita tidur di sini? malam ini saja ya?"


"kamu menyuruh kaisar tidur di panti?"


"tidak! saya meminta ayah bukan kaisar"


"tapi ayahmu ini kaisar"


"ayolah ayah, sekali saja ya?"


"y sudah"


Setelah beberapa waktu akhirnya kamar kaisar ya di tata dadakan telah jadi, karena sudah terlalu ngantuk Rere langsung tertidur begitu kepalanya menyentuh bantal.


"hhh dasar anak ini" hela Ano memandang anaknya.


"uh panas, aku mandi dulu" ucap Ano meninggalkan putrinya.



"ehh lhoo?" Rere terbangun.


"daakk"

__ADS_1


Gadis kecil itu pingsan setelah di pukul area lehernya.


__ADS_2