
Di istana yang luas sudah tersebar kabar bahwa Rere bisa menaklukan si putih, kuda gagah yang terkenal bengal di kalangan para pelayan dan juga Ksatria, kebanyakan dari mereka kagum dengan keajaiban yang Rere ciptakan namun masih ada saja orang yang menganggap semua itu hanya bualan.
Tentu saja di antara ratusan orang yang menyukai gadis kecil itu pasti ada beberapa yang tidak menyukainya, entah itu orang orang dari golongan bawah maupun dari golongan atas, namun Rere mencoba belajar dari ayahnya tentang bagaimana bersikap, selama itu tidak merugikannya maka Rere hanya perlu mengabaikannya.
"apa kamu sangat menyukai boneka jelek itu?"
"apanya yang jelek? Bunny sangat lucu" ucap Rere menjawab.
"dari mana kamu mendapatkan Bunny?"
"ini kan hadiah pertama yang ayah kirimkan saat saya terbukti sebagai putri ayah"
"ohya? aku tidak ingat"
"Alvin bilang umur ayah belum ada 30 tahun tapi ayah sudah jadi pelupa yah?" cibir Rere pada ayahnya.
"apa kamu sedang menghina seorang Kaisar?"
"tidak .. saya hanya sedang berbicara pada ayah saya" sanggah Rere tanpa ragu.
"siapa ayahmu?"
"emm siapa yah? saya lupa" ledeknya.
"kamu sudah mulai berani ya sekarang?"
"hehehee tentu saja ayah saya Kaisar Veano Afran Callisto" ucap Rere sambil memeluk ayahnya.
"😒"
"ayah marah?"
"untuk apa?"
"karena tadi saya meledek ayah"
"tidak"
"ohya ayah bagaimana perkembangan pantinya?"
"sudah 80%"
"uwahh benarkah?" ucap Rere bersemangat.
"kalau aku hanya membangun panti harusnya sudah selesai, tapi karena ada sekolah waktunya jadi bertambah 2 kali lipat"
"sekolah? ayah membangun sekolah juga?"
"yaa, setidaknya mereka harus bisa baca tulis kan?"
"😅😅 ayah memang yang terbaik😘"
"siapa yang mengijinkanmu menciumku?"
"apa tidak boleh mencium ayah sendiri?" ucap Rere murung.
"sudah lah sekarang sudah malam kamu mau tidur jam berapa?"
"emm sekarang .. tapi ayah apa boleh saya tidur di sini?"
"di sini?"
"iyaa saya ingin tidur bersama ayah"
"kenapa kamu jadi manja?" Ano sedikit heran.
"saya kan sudah pernah bilang saya ingin lebih dekat dengan ayah" jawabnya polos.
"yaa baiklah"
__ADS_1
"kalau begitu ayo kita tidur" ucap Rere langsung turun dari pangkuan ayahnya.
"kamu tidur dulu saja"
"ayah kapan tidur?"
"nanti kalau sudah ngantuk"
"kalau begitu saya akan menemani ayah"
"anak kecil tidak boleh tidur larut malam"
"hmm ya sudah selamat tidur ayah"
Ano duduk di kursi sambil membuka beberapa dokumen yang ada di mejanya, beberapa di antaranya adalah dokumen mengenai asosiasi penyihir, entah apa yang Ano rencanakan hanya laki laki itu sendiri yang tau, setelah lewat tengah malam rasa kantuk mulai menghampiri laki laki tersebut.
"aneh sekali, kenapa anak ini tidak takut sedikitpun padaku" gumamnya sambil melihat putrinya.
Wajah damai dan dengkuran halus gadis kecil di depannya sangat membuat Ano keheranan, selama ini tidak pernah ada anak kecil yang berani di dekatnya, hampir semua anak di sekitarnya selalu menangis atau menjerit saat satu ruangan dengannya.
Tentu saja itu hal biasa baginorang orang yang tangannya sudah berlumuran darah sepertinya, anak kecil sangat sensitif dengan hal tersebut da secara alami mereka akan merasa takut, namun anehnya semakin lama anak gadisnya semakin nempel padanya.
"Baginda"
"hmm?"
"apa perlu tuan putri di pindahkan?"
"tidak usah biarkan saja"
"baiklah"
Ano merebahkan diri di sebelah putrinya, ada sedikit rasa canggung dan aneh, biasanya hanya ada dirinya seorang di ranjang besar itu tapi kali ini ada seorang gadis kecil di sebelahnya, untuk waktu yang lama Ano terus memandangi wajah gadis kecil itu.
"apa ibumu memiliki wajah dan sifat sepertimu? aku sangat penasaran wanita seperti apa dia, bagaimana bisa dia memiliki anak dengan laki laki sepertiku" gumamnya lagi dan tanpa sadar perlahan matanya terpejam.
* * *
"omong kosong apa itu? mana ada manusia yang mencintai iblis sepertiku?" 🤴
"sungguh aku tidak berbohong Ano, sampai kapan kamu terus menyangkalnya? kamu juga mencintaiku kan?" 👸
"mencintaimu? aku sendiri tidak tau apa itu cinta, bagaimana bisa kamu menyimpulkannya begitu?"🤴
"tapi kita melakukannya"👸
"itu karena aku mabuk" 🤴
"bohong! kamu hanya minum sedikit bagaimana bisa kamu bilang kamu mabuk🥺?" 👸
"pergilah! aku sedang sibuk"🤴
"baiklah aku akan pergi, aku aka pergi selamanya dari hidupmu" 👸
"apa yang kamu katakan? kapan aku mengijinkanmu pergi semaunya? kembali ke kamarmu!" 🤴
"jangan menyesal Ano, aku akan benar benar pergi"👸
"tutup mulutmu dan kembali ke kamar!"🤴
"iyaa tapi sebelum itu tolong lihat kemari"👸
"apa?"🤴
"lihat saja sebentar"👸*
"*aku mencintaimu untuk selamanya, aku akan menjaga anak kita baik baik, tapi jika aku mati gantikan aku untuk merawatnya ya😊" 👸
__ADS_1
"kamu bicara apa Zi? kamu mabuk?"🤴
"tidak Ano aku sepenuhnya sadar, terimakasih untuk 1 tahun penuh cinta yang kamu berikan padaku, jika suatu hari aku menghilang ku harap kamu tidak akan merindukanku"👸
"Zia kamu mabuk yah? cepat kembali ke kamar dan tidur! aku akan menyelesaikan berkas ini dan berbicara lagi padamu"🤴
"tidak perlu, setelah ini kamu takkan bisa melihatku lagi, tapi kamu akan bisa melihatku di wajah anak kita nanti"👸
"kamu pikir aku mau merawat anak itu? dia hanya sebuah kesalahan"🤴
"mungkin bagi orang tua anak bisa menjadi sebua kesalahan, tapi bagi seorang anak orang tua adalah segalanya, aku takkan memaksamu untuk mencintainya juga, tapi berikan sedikit waktumu untuknya"👸*
* * * *
"Baginda!"
"ayahh"
Seru Vernando dan Rere bersamaan, saat pagi menjelang tiba tiba Ano bergumam tidak jelas, belum lagi air mata terus mengalir di pelupuk matanga, bagi Vernando yang selalu menjaga kaisar setiap malam itu merupakan hal aneh, biasanya Ano hanya tidur kisaran 4 sampai 5 jam, yang jelas Ano sudah bangun sebelum subuh.
"ayahh apa ayah sakit?"
"air apa ini?" tanya Ano bingung.
"ayah dari tadi menangis, saya dan Vernando sudah membangunkan dari tadi tapi ayah tidak bangun bangun🥺" ucap gadis itu cemas.
"aku? menangis?"
" ... " Vernando dan Rere mengangguk.
"apa ayah mimpi buruk?"
"mimpi? .. ahhh"
"iya yaa ayah mimpi buruk?"
"iya tadi mimpinya sangat buruk" jawab Ano dengan tatapan mata sendu.
"kenapa wajah ayah terlihat sedih?"
"ohya? em Ver pergilah dulu"
"baik"
Ano duduk berhadapan dengan putrinya, wajah dan rambut lusuh Rere benar benar pemandangan baru buatnya, biasanya anak itu selalu berpenampilan rapih saat bertemu degannya tapi kali ini sangat berebeda.
"bisa lihat mataku?"
"mata ayah?" tanyanya bingung.
"lakukan saja"
"iyaa" ucapnya menurut.
Ano menatap wajah anaknya dengam lekat, masih tergambar dengan jelas di ingatannya gambaran wanita dalam mimpinya, wanita cantik dengan rambut emas sepertinya terus mengatakan cinta padanya, tatapan hangat dan senyum menawan namun menyimpan kesedihan.
"greep"
"ehhh😳"
"maafkan aku .. aku menyesal sangat menyesal" ucap Ano tiba tiba.
"cup"
"saya tidak tau ayah meminta maaf untuk apa, tapi saya harap ayah tidak akan menjalani hari hari ayah dengan rasa penyesalan, ayah adalah ayah saya satu satunya orang tua yang saya miliki di dunia ini, jika ayah bersedih saya juga akan sedih, saya tidak meminta apapun tapi saya hanya berharap ayah bahagia😊" ucap Rere tulus.
"kamu sangat mirip dengannya"
"hm🤨🤨"
__ADS_1