Putri Kesayangan

Putri Kesayangan
Mimpi buruk


__ADS_3

"*dia anak yang suram"


"bagaimana ini bisa terjadi? apa dia itu iblis?"


"padahal usianya baru 6 tahun tapi lihat kantung matanya"


"plakkk"


"berhenti memanggilku ayah, aku bukan ayahmu"


"pergi! kamu pembunuh, kamu telah membunuh kakak pertama"


"kenapa aku melahirkanmu? kamu bukan manusia kamu monster"


"kamu tidak berhak menjadi pemimpin keluarga selanjutnya"


"kau tau anak itu hidup lagi"


"dasar mahluk menjijikan, kamu bukan bagian keluarga kami"


"bukannya itu mengerikan? bagaimana bisa anak yang sudah masuk ke liang kubur tiba tiba hidup lagi?"


"jangan kemari! kamu bukan anakku aku tidak pernah melahirkanmu"


"aku takut dengan matanya"


"hikss kakak jahat, aku benci kakak*!"


"KHAAHHHHH"


"HOSH HOSH"


"kenapa aku terus memimpikan hal itu" ucap Vernando tertunduk.


Mimpi buruk! itu adalah mimpi yang Vernando dapatkan setiap memejamkan mata, hinaan kutukan dan penolakan di masa lalu membuat hidupnya tidak bisa tenang, selalu takut di buang adalah perasaan yang selama ini Vernando pendam.


Bayang bayang masa lalu yang kelam selalu menghantui hidupnya, kehidupannya yang dulu dan sekarang masih sama gelapnya, tak peduli sekuat apa dirinya sekarang rasa takut itu akan terus mengikuinya.



Vernando Chailil adalah nama yang di berikan oleh Veano, Chailil adalah nama keluarga Baron yang mempunyai kontribusi pada kekaisaran, namun Baron Chailil tidak memiliki keturunan sampai akhir hayatnya karena sang istri memiliki masalah kesuburan, meski sudah di minta untuk menikah lagi Baron Chailil menolak keras permintaan sang istri jadi atas izin sang istri Veano menyematkan nama Chailil padanya.


Di awal pertemuannya dengan Veano anak malang itu tidak pernah bicara, wajahnya suram tubuhnya kurus dan bau karena tak terurus, bahkan matanya sama sekali tidak memancarkan keinginan untuk hidup, namun satu hal yang di tangkap oleh Veano anak malang itu adalah seorang jenius.


* * * * *


"Baginda ada surat dari kediaman Duke Baristo"


"siapa yang mengirim?"


"nyonya Felic Baginda"


"Felic?"


Veano membuka dan membaca surat dari adiknya, wajahnya tetap datar sepertu biasa, dia tidak menunjukan ekspresi apapun meski dalam surat tertulis bahwa sang adik sudah melahirkan, dia melahirkan sepasang anak kembar berjenis kelamin laki laki.


"apa Felic mengirim surat ke Tuan putri juga?"


"benar Baginda, nyonya Felic mengirim dua surat"


"berikan surat itu padaku"


"baik"


Veano melangkah pergi meninggalkan ruang kerjanya, itu adalah pertama kali baginya meninggalkan ruang kerja setelah kembali dari perbatasan.


"Ba-Baginda"


"di mana Tuan putri?"


"Tuan putri sedang di ruang belajar, apa perlu saya panggilkan?" tanya Emma gugup.


"tidak usah! saat sudah selesai katakan untuk ke ruanganku"


"baik Baginda"


Veano kembali ke ruang kerjanya, di sana nampak Alvin yang sedang merengut karena tidak biasanya sang Kaisar pergi di tengah tengah jam kerja.


"dari mana kamu No?"


"begitu caramu bicara pada Kaisar?"


"aneh saja saat Kaisar Heibe tidak ada di ruangan saat jam kerja"


"BRISIK!"


"isshh dasar manusia es"


"kenapa kamu ke ruanganku?"

__ADS_1


"ini dokumen tentang Academy Dark Star"


"apa ada masalah?"


"tidak ada masalah serius, kepala sekolah mengajukan dokumen untuk memperluas ruang khusus, tapi masalahnya dana Academy baru saja keluar"


"lalu?"


"kok lalu? bukannya aneh kalau kepala sekolah tiba tiba mengajukan dokumen ini?"


"kurasa otakmu tumpul karena selalu lembur, sudah jelas ada masalah di Academy, kau urus sendiri sana"


"apa? tapi kan Academy itu.."


"aku sibuk .. PERGI"


"tch kau pikir selama ini aku tidak sibuk" gerutu Alvin pergi.


"tunggu!"


"DEG ... mampus aku🤦 "


"y-ya?"


"apa kelelawar mebemukan sesuatu di Asosiasi?"


"a-ahh asosiasi? sepertinya agak sulit, mereka sangat sangat tertutup beberapa bulan ini"


"jadi kita harus mengirim seseorang untuk masuk?"


"hah? siapa yang bisa kita kirim?"


"bukankah bocah itu penyihir😏"


"No kamu gila ya? gimana bisa kamu punya pemikiran begitu? kamu mau membiarkan anakmu memakai kalung anjing?" ucap Alvin kesal.


"Vin aku ini Kaisar loh"


"ngga! aku bukan bicara pada kaisar tapi bicara dengan Veano temanku, aku ngga setuju dengan pemikiran gilamu itu"


"apa hakmu? dia kan anakku"


"No.."


"saya mau" jawab Rere tiba tiba.


"tidak apa apa tuan Alvin, kalau itu perintah Baginda maka saya harus menurutinya😊"


"kamu dengar itu Vin?"


" .. " Alvin tak bisa berkata kata.


Dengan tatapan kecewa dan hati yang dongkol Alvin pergi dari ruang kerja Ano, laki laki itu sepenuhnya tidak mengerti dengan apa yang ada di pikiran temannya itu.


"salam Baginda" ucap Rere memberi salam.


"hmm ini" ucap Ano menyodorkan surat.


"surat? untukku?"


"yaa ambillah"


Dengan langkah kecilnya Rere menekat ke Ano ayahnya, dia juga dengan sopan mengambil surat itu.


"tata kramamu sudah lumayan bagus"


"ahh .. ini berkat bimbingan dari guru yang Baginda sediakan😊"


"kenapa dari tadi kamu tersenyum?"


"saya senang" ucapnya sedikit tersipu.


"senang? kenapa?"


"karena bertemu Baginda😄"


"hah🤨?????"


"heheee"


Rere terus duduk di ruang kerja Baginda karena hari ini jadwal belajarnya sudah selesai, dia juga membaca dan menulis surat balasan untuk bibinya.


"Baginda apa saya boleh melihat adik kembar?"


"boleh"


"lalu apa surat balasan ini harus memberi cap resmi?"


"ya tentu"

__ADS_1


"kalau begitu saya permisi sebentar"


"langsung mandi saja, kan sudah sore"


"baik"


Rere kembali lari ke kamarnya, anak yang beberapa bulan murung sudah kembali ceria, apalagi surat dari bibinya bilang kalau adiknya sudah lahir, Rere benar benar tidak sabar untuk melihat adik kembarnya.


"tuan bayangan!"


"ya?"


"apa lukamu sudah benar benar sembuh?"


"sudah"


"baguslah, sekarang kamu kembali ke ruangan Baginda, aku sudah sampai"


"baik"


Rere masuk kamar setelah Vernando pergi, menurutnya meski jarang bicara Vernando adalah orang yang baik, Rere selalu suka saat di kawal oleh Shadow Knight.


"Emma Emma!"


"yaa tuan putri, ada apa?"


"bibi Felic sudah melahirkan, bantu aku mencari hadiah untuk si kembar"


"si kembar?"


"iya, bibi Felic melahirkan adik kembar😄"


"apa? sungguh?" tanya Emma dan para dayang ikut kaget.


"hehehee" tawa Rere senang.


"anak nyonya laki laki atau perempuan?"


"laki laki"


"hmm🤔🤔🤔 haruskah saya memanggil penjahit istana? lalu tuan putri memilih desain yang lucu lucu untuk adik tuan putri?"


"boleh saja, tapi aku mau sesuatu yang spesial"


"spesial yah?"


"tuan putri, bagaimana kalau itu?"


"ahh iyya Emma kamu benar, aku akan memberikan itu"


* * * *


"*dia anak yang suram"


"bagaimana ini bisa terjadi? apa dia itu iblis?"


"padahal usianya baru 6 tahun tapi lihat kantung matanya"


"plakkk"


"berhenti memanggilku ayah, aku bukan ayahmu"


"pergi! kamu pembunuh, kamu telah membunuh kakak pertama"


"kenapa aku melahirkanmu? kamu bukan manusia kamu monster"


"kamu tidak berhak menjadi pemimpin keluarga selanjutnya"


"kau tau anak itu hidup lagi"


"dasar mahluk menjijikan, kamu bukan bagian keluarga kami"


"bukannya itu mengerikan? bagaimana bisa anak yang sudah masuk ke liang kubur tiba tiba hidup lagi?"


"jangan kemari! kamu bukan anakku aku tidak pernah melahirkanmu"


"aku takut dengan matanya"


"hikss kakak jahat, aku benci kakak*!"


"HOSHH HOSSHHH .. kenapa? kenapa ini terjadi padaku?"


Vernando duduk termenung di pojokan ranjang tempat tidurnya, mimpi buruk itu selalu menghantuinya, saat dia merasa sedikit senang mimpi itu akan datang meyerangnya seolah kebahagiaan tidak boleh di rasakan olehnya.


Rasa takutnya masih sama, seperti halnya saat dia masih kecil segala sesuatu yang ada di mimpinya terasa begitu nyata.



"aku Vernando Chailil, Zion sudah lama mati🤬"

__ADS_1


__ADS_2